Bagi seorang lansia, melaksanakan ibadah haji adalah anugerah yang luar biasa sekaligus tantangan fisik yang tak mudah. Mengingat rangkaian ibadah di Tanah Suci memerlukan energi ekstra, jemaah lansia perlu membekali diri dengan persiapan matang agar tetap sehat dan khusyuk dalam melaksanakan ibadah.
Lantas, apa saja poin penting yang harus disiapkan jemaah lansia sebelum terbang ke Makkah? Berikut adalah 7 tips haji aman untuk lansia sebagaimana telah dirangkum oleh detikHikmah.
7 Tips Haji Aman untuk Lansia
Merujuk pada buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, berikut 7 tips haji aman untuk lansia yang wajib untuk diperhatikan, agar ibadah haji dapat berjalan secara lancar dan khusyuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Membiasakan Pola Hidup Sehat
Bagi jemaah haji lansia, sebelum berangkat ke Tanah Suci, alangkah baiknya jika menerapkan pola hidup sehat, agar perjalanan ibadah haji berjalan dengan mudah dan lancar. Karena rangkaian ibadah haji, memerulukan kondisi fisik yang prima.
2. Mempelajari Manasik Haji
Bagi calon jemaah haji lansia, dianjurkan untuk mempelajari manasik dan tata cara ibadah haji sesuai dengan tuntunan Islam. Hal ini dilakukan, agar pada saat pelaksanaan, ibadah dapat dilakukan secara khusyuk.
3. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Bagi jemaah haji lansia yang telah terdaftar dan masuk dalam urutan keberangkatan. Maka, diwajibkan untuk mengikuti pembinaan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan sebagai persiapan pelaksanaan ibadah haji. Jemaah haji terutama lansia, harus melaksanakan pemeriksaan kesehatan hingga mendapat status istitha'ah.
4. Memperbanyak Istirahat dan Menjaga Kesehatan
Selama melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci, jemaah diwajibkan untuk memperbanyak istirahat pada waktunya, dan menjaga kesehatan dengan cara makan dan minum yang cukup, terutama bagi para lansia.
5. Mewakilkan Lempar Jumrah
Bagi jemaah lansia terutama yang memiliki udzur, atau sedang dalam keadaan fisik yang tidak prima, sebaiknya membadalkan atau mewakilkan melempar jumrah kepada teman satu regu atau rombongannya.
6. Tawaf dengan Menggunakan Kursi Roda
Bagi jemaah haji lansia, terutama yang memiliki kondisi fisik yang sudah tidak lagi prima, dianjurkan untuk menggunakan kursi roda, skuter matik, atau mobil golf dalam melakukan Tawaf. Fasilitas tersebut dapat digunakan dengan cara menyewanya di lantai tiga mezzanine.
Kebolehan Tawaf menggunakan kursi roda telah dijelaskan dalam salah satu hadits. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan Tawaf dengan menunggangi unta pada saat dia melaksanakan haji wada'.
عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: طاف النبي صلى الله عليه وسلَّم في حَجَّةِ الوَدَاعِ على بعير، يستلم الركن بمحجن ( رواه البخاري )
Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA berkata:, 'Rasulullah SAW Tawaf pada waktu haji wada' dengan mengendarai unta sambil menyalami rukun Yamani dengan tongkat. (HR Bukhari dari Ibnu Abbas RA)
7. Sai dengan Menggunakan Kursi Roda
Sama halnya dengan Tawaf, bagi jemaah haji lansia yang memiliki udzur dikarenakan lemah atau sakit, maka dapat melakukan Sai dengan cara digendong, menggunakan kursi roda, skuter matik, atau mobil golf.
Kebolehan Sai dengan menggunakan kursi roda berdasarkan pada hadits berikut:
عن جابر بن عبد الله يقول طاف النبي صلى الله عليه وسلم في حِجَّةِ الْوَدَاعِ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةَ لِيَرَاهُ النَّاسُ وَلِيُشْرِفَ لِيَسْأَلُوْهُ فَإِنَّ النَّاسَ غَشُوهُ (رواه مسلم)
Artinya: "Dari Jabir bin 'Abdullah RA. berkata; Nabi SAW ketika Tawaf pada haji wada' dengan menaiki tunggangannya, dan juga ketika Sai di Safa dan Marwah, orang ramai melihatnya dan beliau dapat menyelia untuk mereka bertanya kepada beliau, maka sesungguhnya orang ramai mengerumuni beliau." (HR Muslim)
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026