Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan terobosan baru dalam pelayanan jemaah haji tahun 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kartu Nusuk kini akan dibagikan langsung di Indonesia sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat proses birokrasi dan memberikan kepastian kenyamanan bagi jemaah saat tiba di Arab Saudi.
"Kartu Nusuk dibagi di sini (Indonesia). Dan kemarin syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) sudah menyatakan mereka sudah siap, sudah sampai 100% di sini," ujar Dahnil di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan membagikan Kartu Nusuk di tanah air merupakan hasil evaluasi besar-besaran dari penyelenggaraan haji tahun 2025. Sebagai kilas balik, pada tahun lalu, pembagian Kartu Nusuk dilakukan sepenuhnya di Arab Saudi sesaat setelah jemaah tiba di hotel atau di titik-titik transit.
Kala itu, proses pembagian di Saudi sempat menemui sejumlah kendala, mulai dari keterlambatan distribusi hingga antrean yang menumpuk. Akibatnya, sebagian jemaah merasa cemas karena Kartu Nusuk merupakan dokumen krusial sebagai "tiket masuk" legal untuk melaksanakan rangkaian ibadah, terutama saat memasuki wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dahnil menjelaskan, untuk musim haji 2026 ini, jemaah tidak perlu lagi menunggu hingga sampai di Tanah Suci untuk memegang kartu identitas elektronik tersebut. Distribusi akan dilakukan di titik keberangkatan masing-masing jemaah.
"Jadi Kartu Nusuk kalau tahun lalu itu kan dibagi di Saudi. Sekarang ini dibagi di embarkasi, nanti langsung dibagi oleh syarikah," jelas Dahnil.
Kartu Nusuk sendiri merupakan kartu pintar (smart card) resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang berisi data profil jemaah, informasi medis, hingga jadwal kegiatan ibadah. Tanpa kartu ini, jemaah dipastikan tidak bisa mengakses fasilitas di Armuzna.
Dengan dibagikannya kartu ini sejak di embarkasi, pemerintah berharap jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan fisik dan mental untuk ibadah tanpa perlu memikirkan urusan administrasi setibanya di bandara Jeddah maupun Madinah.
