Musim haji 2026 M/1447 H semakin dekat. Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj), jemaah haji mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan kloter pertama mulai diberangkatkan pada 22 April, yang disusul kloter kedua pada 7 Mei.
Di tengah persiapan itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan calon jemaah agar lebih waspada. Pasalnya, menjelang musim haji, berbagai modus penipuan mulai bermunculan. Di antaranya yaitu modus penipuan yang meminta validasi dan pembaruan data dengan mengatasnamakan petugas Kemenhaj.
Melalui imbauan di akun Instagram resmi yang dilihat pada Rabu (8/4/2026), Kemenhaj menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada pihak-pihak tertentu yang menghubungi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon dan meminta data pribadi, kode OTP, hingga video call untuk perekaman wajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Kemenhaj meminta masyarakat untuk memperhatikan hal-hal berikut:
- Tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal
- Tidak memberikan kode OTP kepada siapapun
- Tidak mengklik tautan (link) yang mencurigakan
- Selalu memastikan informasi melalui kanal resmi
Adapun kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah RI yaitu sebagai berikut:
- Website: https://haji.go.id
- Akun Instagram: @kemenhaj.ri
- Akun X dan TikTok: @kemenhaj_ri
- Akun Facebook dan YouTube: Kementerian Haji dan Umrah RI
Kemenhaj meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan digital yang menyasar calon jemaah haji agar terhindar dari hal-hal yang merugikan.
Persiapan Fisik dan Mental sebelum Berangkat Haji
Selain mewaspadai modus penipuan, Kemenhaj juga mengimbau calon jemaah haji untuk mempersiapkan fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mengutip Buku Tuntunan Manasik Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, berikut ini persiapan yang dianjurkan:
- Memperbanyak istighfar, zikir dan doa untuk bertaubat kepada Allah SWT dan memohon bimbingan dariNya;
- Menyelesaikan semua masalah yang berkenaan dengan tanggung jawab pada keluarga, pekerjaan dan utang-piutang;
- Menyambung silaturahim dengan sanak keluarga, kawan, dan masyarakat dengan memohon maaf dan doa restu;
- Melaksanakan walimatussafar bagi yang mampu dengan niat mensyukuri nikmat Allah SWT dengan tetap menghindari sikap sum'ah (mencari popularitas), riya' (beramal dengan niat selain Allah dan ingin dilihat orang lain).
(inf/erd)












































Komentar Terbanyak
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim
Alasan Babi Haram Dimakan dalam Islam Menurut Al-Qur'an