Jika Surga Seluas Langit dan Bumi, Lalu di Mana Letak Neraka?

Jika Surga Seluas Langit dan Bumi, Lalu di Mana Letak Neraka?

Kristina - detikHikmah
Minggu, 07 Jun 2026 06:00 WIB
Stairs in sky With Light
Ilustrasi surga. Foto: Getty Images/iStockphoto/RomoloTavani
Jakarta -

Surga dan neraka adalah "kampung halaman" manusia setelah menjalani kehidupan dunia. Alam akhirat ini digambarkan sangat luas, bahkan surga saja seluas langit dan bumi.

Luasnya surga dikatakan dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 133. Allah SWT berfirman,

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"

ADVERTISEMENT

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, makna firman "yang luasnya seluas langit dan bumi" untuk mengingatkan luas dan panjangnya surga sebagaimana disebutkan dalam ayat lain yang menggambarkan hamparan permadani surga. Pendapat lain menyebut lebar surga sama dengan panjangnya, mengingat bentuk surga seperti kubah yang terletak di bawah Arasy.

Dijelaskan dalam Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulum, salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang luasnya surga seluas langit dan bumi. "Kalau luas surga seluas semesta langit dan bumi, lalu di mana letak neraka itu?" tanyanya.

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah SAW balik bertanya, "Ketika terjadi malam hari, lalu di manakah letaknya siang?"

Sahabat tadi kemudian menjawab, "Karena Allah SWT yang menciptakan, maka terserah Allah SWT pula di mana meletakkannya. Demikian pula dengan neraka, ya Rasulullah."

Para ulama memiliki berbagai pandangan mengenai letak neraka saat ini. Sebagian mengatakan ada di bagian dalam bumi, sebagian lagi menyebut ada di langit. Ada juga yang memilih tawaqquf atau tidak berkomentar dalam masalah ini.

Penulis Al-Jannah wan Nar, Umar Sulaiman Al-Asyqar, dalam sebuah bab tentang lokasi neraka menukil pendapat Imam as-Suyuthi agar tidak membicarakan lokasi neraka karena tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT.

Syekh Waliyullah ad-Dahlawi dalam 'Aqidahnya turut berkomentar, "Tidak ada satu pun nash tegas yang memastikan lokasi surga dan neraka. Justru lokasinya adalah terserah Allah SWT, karena kita tidak mampu mengetahui semua makhluk Allah dan alamnya."

Al-Qur'an dan hadits juga tidak menjelaskan secara eksplisit di mana keberadaan neraka. Ilmu manusia juga tidak sampai pada derajat itu.

Adapun terkait lebar dan luasnya, neraka disebut begitu luas. Dasar neraka begitu dalam dan lebar. Hal ini dijelaskan dalam sebuah riwayat dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah RA dia bercerita:

"Kami sedang bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka Nabi SAW bertanya, 'Tahukah kalian apakah itu?' Kami menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'Itu adalah batu yang dilemparkan ke neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu. Dan batu itu terus jatuh sampai sekarang ini'."

Imam al-Hakim turut meriwayatkan dari Abu Hurairah dan Thabrani dari Mua'dz dan Umamah bahwa Nabi SAW bersabda:

لَوْ أَنَّ حَجَرًا مِثْلَ سَبْعِ خَلَفَاتٍ أُلْقِيَ مِنْ شَفِيْرِ جَهَنَّمَ هَوَى فِيْهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا لَا يَبْلُغُ قَعْرَهَا

Artinya: "Andaikan satu batu sebesar tujuh bukit dilemparkan dari tepi Jahannam, ia akan jatuh ke dalamnya selama tujuh tahun tanpa mencari dasarnya."

Hadits tersebut terdapat dalam Shahih al-Jami ash-Shaghir, sanadnya shahih.

Wallahu a'lam.




(kri/dvs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads