Jamin Keselamatan Jemaah, Saudi Luncurkan 'Ruang Operasi Khusus'

Jamin Keselamatan Jemaah, Saudi Luncurkan 'Ruang Operasi Khusus'

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 18:29 WIB
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Bin Fawzan Al Rabiah
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah (Foto: Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi membentuk ruang operasi khusus atau special operations room bagi jemaah luar negeri untuk merespons berbagai tantangan selama musim umrah serta haji. Ruang tersebut dibentuk untuk menyikapi dinamika kawasan yang terus berubah serta meningkatnya jumlah jemaah internasional.

Dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (2/4/2026), Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yaitu Tawfiq Al-Rabiah menyebut ruang operasi khusus ini dirancang demi memastikan kenyamanan serta keamanan jemaah selama melangsungkan ibadah. Ruang operasi itu dibentuk lewat kerja sama dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) serta sejumlah instansi terkait lain.

"Kementerian telah meluncurkan ruang operasi khusus untuk mengatasi tantangan dan menyediakan layanan kepada jemaah haji yang datang dari luar negeri," ujar Menhaj Saudi dalam pidatonya pada sesi pembukaan Forum Umrah dan Ziarah di Madinah, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut jadi upaya antisipasi terhadap potensi gangguan, termasuk yang berkaitan dengan mobilitas penerbangan dan situasi regional. Pada kesempatan yang sama, Al Rabiah juga menyoroti kesiapan kementerian dan entitas terkait untuk beradaptasi dengan perubahan di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Menhaj Saudi juga mengungkap ada 18 juta jemaah umrah tiba dari luar Saudi tahun ini. Jumlah ini meningkat lebih dari 214 persen dibanding tahun 2022 dan 2025. Al Rabiah memuji kepemimpinan Kerajaan atas dukungannya terhadap sektor umrah.

Menhaj Saudi mencatat telah terjadi peningkatan kepuasan jemaah haji hingga 94 persen pada 2025. Selain itu, ada juga peningkatan luar biasa dalam jumlah pengunjung ke Raudhah yang mencapai lebih dari 15,6 juta serta peningkatan signifikan dalam jumlah situs bersejarah yang dikembangkan.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads