Manasik haji adalah latihan sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Kegiatan ini penting agar jemaah memahami tata cara haji dengan benar.
Lewat manasik haji, calon jemaah akan belajar urutan ibadah, mulai dari niat hingga tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Dengan latihan ini, jemaah bisa lebih siap, tenang, dan tidak bingung saat pelaksanaan haji nanti.
Apa Itu Manasik Haji?
Menurut KBBI, manasik haji adalah hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji, seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf. Selain itu, manasik haji juga berarti latihan pelaksanaan ibadah haji sesuai rukun-rukunnya, biasanya menggunakan Ka'bah tiruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manasik haji secara sederhana berarti latihan atau bimbingan tentang ibadah haji. Kegiatan ini diadakan untuk membantu calon jemaah memahami seluruh rangkaian dan tata cara haji sesuai syariat.
Manasik haji dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dalam kegiatan ini, calon jemaah akan belajar apa saja yang harus dilakukan selama ibadah haji.
Pada dasarnya, perintah melaksanakan ibadah haji bagi umat Islam terdapat di dalam Al-Qur'an, salah satunya adalah surah Al Hajj ayat 27,
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ
Artinya: "(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."
Urutan dan Tata Cara Manasik Haji
Dalam manasik haji, peserta akan belajar seluruh rukun haji. Mengutip buku Fikih susunan Harjan Syuhada dan Sungarso, berikut urutan dan tata cara haji yang dipelajari.
1. Memulai Ihram
Ibadah haji dimulai dengan ihram dari miqat yang sudah ditentukan. Miqat adalah batas waktu dan tempat untuk memulai haji atau umrah. Ada dua jenis miqat, yaitu miqat zamani (waktu) dan miqat makani (tempat).
Miqat zamani berlangsung pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Sementara miqat makani berada di beberapa tempat, sesuai arah kedatangan jemaah haji. Berikut urutan pelaksanaan ihram:
- Mandi sunnah
- Berwudhu
- Memakai pakaian ihram
- Salat sunnah ihram
- Mengucapkan niat haji
- Berangkat ke Arafah sambil membaca talbiyah
2. Wukuf di Arafah
Wukuf adalah berdiam diri di Arafah pada 9 Zulhijah. Wukuf dimulai setelah matahari tergelincir hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah, atau saat Hari Raya Idul Adha.
Saat wukuf, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:
- Melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak qasar di awal waktu
- Mendengarkan khutbah wukuf
- Memperbanyak doa
- Memperbanyak zikir
- Membaca Al-Qur'an
- Melaksanakan salat Magrib dan Isya dengan cara jamak qasar di awal waktu
3. Mabit di Muzdalifah
Mabit berarti bermalam. Muzdalifah adalah tempat di antara Arafah dan Mina. Setelah tengah malam, jemaah haji berangkat dari Arafah menuju Mina dan singgah di Muzdalifah, meski hanya sebentar.
Selama di Muzdalifah, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan, yaitu:
- Membaca talbiyah
- Memperbanyak zikir, istigfar, dan doa
- Membaca Al-Qur'an
- Mengumpulkan kerikil sebanyak 7, 49, atau 70 butir
4. Lempar Jumrah
Jemaah haji kemudian melakukan lempar jumrah aqabah, yaitu melempar batu ke arah tugu di Bukit Aqabah. Ibadah ini dilakukan pada 10 Zulhijah, setelah fajar atau pada siang hari, dengan 7 butir kerikil. Setelah itu, jemaah menyembelih hewan kurban.
5. Tahalul
Tahalul adalah tanda selesai dari ihram setelah menjalankan rangkaian ibadah haji. Tahap pertama dilakukan setelah lempar jumrah aqabah, dengan cara mencukur minimal tiga helai rambut.
Setelah tahalul pertama, jemaah sudah boleh melakukan larangan ihram, kecuali hubungan suami istri. Selanjutnya, jemaah bisa melanjutkan ibadah ke Makkah untuk tawaf ifadah.
Beberapa amalan yang dilakukan di Makkah antara lain:
- Masuk Masjidil Haram lewat pintu Babussalam
- Melakukan tawaf ifadah sambil membaca talbiyah
- Setelah tawaf, disunahkan mencium Hajar Aswad
- Salat sunnah dua rakaat di dekat makam Nabi Ibrahim
- Berdoa di Multazam
- Salat sunnah dua rakaat di Hijir Ismail
- Melakukan sai antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali
- Pada tahalul kedua, jemaah kembali mencukur minimal tiga helai rambut Setelah itu, semua larangan ihram sudah boleh dilakukan, termasuk hubungan suami istri
6. Tawaf Ifadah
Setelah itu, jemaah menuju Masjidil Haram di Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, yang termasuk rukun haji. Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad.
Saat mulai, jemaah mengangkat tangan dan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Bismillahi wallahu Akbar
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar."
Setelah itu, jemaah mengecup tangan kanan, lalu mulai berjalan dengan posisi Ka'bah di sebelah kiri.
7. Sai
Setelah tawaf ifadah, jemaah melanjutkan dengan sai, yaitu berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Perjalanan dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
Saat mau mendaki Bukit Shafa sebelum memulai sai, jemaah membaca doa berikut ini,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ.
Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shafaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thauwwada bihimaa, wa man tathauwwa'a khairan fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi warasuuluh.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."
8. Mabit di Mina
Setelah itu, jemaah kembali ke Mina untuk mabit selama hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang hari setelah matahari tergelincir, jemaah melempar tiga jumrah, yaitu jumrah ula, wusta, dan aqabah, masing-masing tujuh kali.
Jemaah boleh meninggalkan Mina lebih awal pada 12 Zulhijah setelah selesai melempar jumrah. Ini disebut nafar awal.
Namun, lebih utama jika jemaah tetap di Mina hingga 13 Zulhijah. Dengan begitu, jemaah melempar jumrah selama tiga hari Tasyrik. Ini disebut nafar tsani. Setelah itu, jemaah kembali ke Makkah dan rangkaian ibadah haji selesai.
9. Tawaf Wada
Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebagai penutup ibadah haji. Setelah itu, jemaah boleh pulang ke kampung halaman atau ke Madinah bagi yang belum berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
Itulah penjelasan tentang manasik haji, yaitu latihan ibadah haji agar calon jemaah tidak bingung saat di Makkah. Pastikan memahami urutan dan tata caranya dengan baik, ya!
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi
Profil Raja Charles III yang Disebut Seorang Muslim