Otoritas Saudi akan menerbitkan visa jemaah empat bulan sebelum masuk musim haji, yaitu 8 Februari 2026. Hal ini diungkap oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Dilansir dari Saudi Gazette, penerbitan visa lebih awal ini jadi bagian percepatan jadwal yang dirancang demi meningkatkan kesiapan layanan sekaligus memastikan kenyamanan jemaah sekitar empat bulan sebelum musim haji dimulai. Upaya ini sejalan dengan Visi Kerajaan 2030.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenhaj Saudi juga menyatakan kontrak yang mencakup 100 persen layanan di tempat-tempat suci bagi jemaah haji dari luar Saudi sudah diselesaikan bersamaan dengan seluruh kontrak akomodasi di Makkah lewat platform Nusuk. Hingga kini tercatat 750.000 jemaah telah mendaftar dengan paket yang dipesan untuk 30.000 jemaah dari negara masing-masing.
Selain itu, sekitar 485 kamp sudah dialokasikan untuk jemaah dari luar Saudi di tempat-tempat suci, dan 73 kantor urusan haji telah merampungkan pengaturan kontrak dasar mereka. Koordinasi terus berlangsung dengan kantor urusan haji dan penyedia layanan baik di dalam maupun luar Saudi.
Perlu dipahami, penerbitan visa pada tahap awal ini dinilai mencerminkan pendekatan perencanaan proaktif untuk musim haji serta berkontribusi pada pengalaman yang lebih terorganisir sekaligus meningkatkan efisiensi layanan yang diberikan kepada jutaan jemaah dari seluruh negara di dunia.
Inisiatif tersebut jadi bagian dari serangkaian langkah organisasi serta teknis yang komprehensif, termasuk penyelesaian kontrak layanan di tempat-tempat suci, persetujuan perjanjian akomodasi dan transportasi, serta persiapan dan alokasi perkemahan demi memastikan kelancaran operasional sekaligus mencegah tantangan selama musim haji.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud