Proses rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M terus bergulir. Setelah melewati rangkaian seleksi, para calon petugas kini bersiap memasuki tahapan krusial, yakni Bimbingan Teknis (Bimtek) yang akan digelar lebih intensif dari tahun-tahun sebelumnya.
Tahapan Bimtek ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas yang lolos seleksi memiliki kesiapan mental dan fisik yang matang sebelum melayani jemaah haji di Tanah Suci.
"Bimtek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis petugas, tetapi juga menyiapkan mental dan karakter pelayanan agar petugas mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan empati kepada jemaah," ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, dalam keterangan persnya, Minggu (28/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon Petugas Haji Digembleng 4 Minggu
Ada yang berbeda pada pelaksanaan Bimtek tahun ini. Jika sebelumnya durasi pelatihan cenderung singkat, kali ini para calon petugas akan "digembleng" selama satu bulan penuh atau empat minggu. Penambahan durasi ini dilakukan karena adanya penyesuaian materi yang lebih komprehensif.
Bimtek dijadwalkan akan dimulai pada 10 Januari 2026. Penekanan utama dalam pelatihan ini meliputi:
- Kompetensi Teknis: Pengetahuan mendalam sesuai bidang tugas masing-masing.
- Fikih Haji: Pembekalan dasar ibadah untuk membantu jemaah.
- Kemampuan Bahasa: Pembelajaran bahasa Arab untuk mendukung komunikasi di lapangan.
- Fisik dan Mental: Pembinaan ketahanan tubuh karena tugas haji menuntut mobilitas tinggi.
Selain soal teknis, Puji Raharjo menekankan pentingnya koordinasi dan soliditas antarpetugas. Mengingat medan tugas di Arab Saudi yang dinamis, sinergi antarsektor dan daerah kerja sangat diperlukan.
"Diharapkan terbentuk kerja tim yang solid, komunikasi yang efektif, serta sinergi yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika pelayanan jemaah haji," imbuhnya.
Melalui persiapan yang lebih panjang dan mendalam ini, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan mampu memberikan pelayanan prima bagi seluruh jemaah Indonesia.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru