Doa Meminta Hujan dalam Islam, Amalan yang Bisa Dibaca saat Kemarau Panjang

Doa Meminta Hujan dalam Islam, Amalan yang Bisa Dibaca saat Kemarau Panjang

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Kamis, 30 Jul 2026 08:45 WIB
Ilustrasi muslim berdoa di malam tahun baru Islam 1 Muharram.
Foto: Gemini AI
Jakarta -

Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang Allah SWT yang diturunkan kepada seluruh makhluk di bumi. Dalam Islam, hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga menjadi tanda keberkahan yang membawa banyak manfaat bagi kehidupan.

Melalui hujan, tanah yang semula kering dan tandus menjadi basah dan subur sehingga dapat kembali ditanami. Air hujan juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dengan membersihkan udara dari berbagai partikel dan polusi. Racun yang terdapat di udara dapat larut bersama air hujan dan terbawa ke permukaan tanah sehingga kualitas udara menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, hujan juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air di bumi. Sumur, mata air, sungai, kolam, hingga danau memperoleh pasokan air yang sangat dibutuhkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan. Air yang melimpah menjadi sumber kehidupan yang patut disyukuri sebagai nikmat dari Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika musim kemarau berkepanjangan atau hujan tak kunjung turun, Islam mengajarkan umatnya untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Salah satunya dengan melaksanakan salat istisqa secara berjamaah. Namun, seorang muslim juga dapat memanjatkan doa meminta hujan secara pribadi kapan pun dan di mana pun.

Doa Meminta Hujan yang Dibaca Rasulullah SAW

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, suatu ketika seorang laki-laki masuk ke masjid pada hari Jumat saat Rasulullah SAW sedang menyampaikan khutbah. Ia mengadukan bahwa harta benda telah rusak dan jalan-jalan terputus akibat kekeringan. Laki-laki itu pun meminta Rasulullah SAW untuk berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan.

ADVERTISEMENT

Mendengar permintaan tersebut, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, hujanilah kami." (HR Bukhari dan Muslim).

Selain doa yang diajarkan Rasulullah SAW di atas, terdapat doa meminta hujan lainnya yang dapat diamalkan umat Islam.

Doa Meminta Hujan agar Segera Turun

Mengutip buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd Rohim, berikut bacaan doa meminta hujan yang dapat diamalkan kaum muslimin:

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

Arab latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii'an naafi'an ghoiro dhoorrin, 'aajilan ghoiro aajilin.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketenteraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat."

Kapan Doa Meminta Hujan Dibaca?

Dalam buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat, Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf menjelaskan bahwa doa meminta hujan dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya setelah melaksanakan salat istisqa, yakni salat sunnah yang dikerjakan untuk memohon turunnya hujan.

Selain itu, doa ini juga dapat dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti setelah salat fardu atau pada sepertiga malam terakhir.

Doa Ketika Hujan Telah Turun

Ketika Allah SWT mengabulkan doa dan menurunkan hujan, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk bersyukur kepada-Nya. Salah satunya dengan meyakini bahwa hujan turun semata-mata karena karunia dan rahmat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Artinya: "Barangsiapa yang mengatakan, 'Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah,' maka ia beriman kepada-Ku dan tidak beriman kepada bintang-bintang. Sebaliknya, orang yang mengatakan, 'Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu,' maka ia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." (HR Muslim).

Dengan demikian, hujan tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi makhluk di bumi, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk senantiasa bersyukur dan menggantungkan harapannya kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.



(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads