Doa Sujud Sahwi: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Tata Caranya

Doa Sujud Sahwi: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Tata Caranya

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Kamis, 23 Jul 2026 12:30 WIB
asian muslim kid is salah (doa) in home
Ilustrasi sujud sahwi. Foto: Getty Images/iStockphoto/rudi_suardi
Jakarta -

Lupa membaca tasyahud awal atau ragu terhadap jumlah rakaat merupakan keadaan yang dapat terjadi saat salat. Untuk menyempurnakan salat dalam kondisi tersebut, Islam mengajarkan sujud sahwi.

Lalu, apakah ada doa sujud sahwi yang dibaca saat melakukan sujud tersebut?

Doa Sujud Sahwi

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya DR KH M Hamdan Rasyid MA dan Saiful El-Sutha dijelaskan bahwa para ulama fikih sepakat tidak ada bacaan khusus yang secara tegas diwajibkan saat sujud sahwi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca agar sujud tetap khusyuk, yaitu:

سُبْحَانَ مَنْ لَأَيَنَامُ وَلَا يَسْهُو

ADVERTISEMENT

Arab latin: Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu.

Artinya: "Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa."

Kapan Sujud Sahwi Dilakukan?

Sujud sahwi dilakukan ketika terjadi kekurangan, kelebihan, atau keraguan dalam salat.

Contohnya, seseorang tidak yakin apakah sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat. Dalam keadaan seperti ini, ia dianjurkan memilih jumlah rakaat yang paling diyakini, kemudian melakukan dua kali sujud sahwi.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang dari kalian bimbang dalam salat dan tidak tahu apakah sudah salat tiga atau empat rakaat, maka buanglah keraguan tersebut dan ambillah yang diyakini. Kemudian, pada akhir salat, lakukan dua sujud sahwi sebelum salam. Jika ternyata salatnya lima rakaat, sujud sahwi itu akan melengkapi salatnya. Namun, jika salatnya sudah empat rakaat, sujud sahwi tersebut membuat setan marah." (HR Muslim & Ahmad)

Tata Cara Sujud Sahwi

Dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq yang dirangkum oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dijelaskan bahwa sujud sahwi dapat dilakukan sebelum salam maupun setelah salam. Waktunya bergantung pada penyebab seseorang melakukan sujud sahwi.

1. Sujud Sahwi Sebelum Salam

Sujud sahwi sebelum salam dilakukan apabila ada bagian salat yang tertinggal, misalnya lupa membaca tasyahud awal.

Hal ini didasarkan pada hadits Abdullah bin Buhainah RA:

"Setelah Nabi menyelesaikan salatnya, beliau sujud dua kali. Setiap kali akan sujud, beliau bertakbir dalam keadaan duduk, lalu salam setelah selesai." (HR Bukhari)

2. Sujud Sahwi Setelah Salam

Sujud sahwi setelah salam dilakukan apabila terjadi kelebihan rakaat atau muncul keraguan mengenai jumlah rakaat salat.

Abu Hurairah RA meriwayatkan:

"Beliau menyempurnakan rakaat yang tertinggal, lalu salam. Setelah itu beliau bertakbir, sujud sekali, bangkit, lalu sujud lagi, kemudian salam." (HR Bukhari)

Riwayat lain dari Imran bin Hushain RA menyebutkan:

"Beliau menambah satu rakaat, lalu salam. Setelah itu sujud sahwi dua kali, kemudian salam lagi." (HR Muslim)

Dari kedua hadits tersebut dapat dipahami bahwa waktu sujud sahwi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi dalam salat. Jika ada bagian salat yang tertinggal, sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sementara itu, jika terjadi kelebihan atau keraguan jumlah rakaat, sujud sahwi dilakukan setelah salam.



(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads