Bacaan Sayyidul Istighfar untuk Memohon Ampunan Allah

Bacaan Sayyidul Istighfar untuk Memohon Ampunan Allah

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 11 Jun 2026 05:45 WIB
llustrasi Orang Berdzikir
Foto: Imad Alassiry/Unsplash
Jakarta -

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Karena itu, Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Salah satu doa istighfar yang memiliki keutamaan besar adalah Sayyidul Istighfar. Doa ini disebut sebagai penghulu segala istighfar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, dijelaskan doa sayyiul istighfar merupakan doa yang dipanjatkan untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membaca Sayyidul Istighfar pada pagi dan petang sebagai bentuk permohonan ampun dan perlindungan kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Pengertian Sayyidul Istighfar

H. Ahmad Zacky El-Syafa dalam bukunya yang berjudul Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga menjelaskan, secara bahasa, "sayyid" berarti pemimpin atau penghulu, sedangkan "istighfar" berarti memohon ampunan. Dengan demikian, Sayyidul Istighfar berarti penghulu atau doa istighfar yang paling utama.

Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits sahih. Di dalamnya terkandung makna tauhid, pengakuan nikmat Allah SWT, pengakuan dosa, serta permohonan ampun yang tulus dari seorang hamba.

Bacaan Sayyidul Istighfar

Berikut bacaan lengkap Sayyidul Istighfar dalam tulisan Arab, latin dan artinya,

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u bi dzanbi faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzubuuba illa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan, aku mengakui untuk-Mu nikmat-nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui untuk-Mu dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau."

Keutamaan Sayyidul Istighfar

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari yang berasal dari Syaddad bin Aus, Rasulullah SAW bersabda,

"Penghulu istighfar adalah seseorang mengucapkan: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta... (hingga akhir doa). Barang siapa membacanya pada siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa membacanya pada malam hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari)

Menurut Imam at-Thibi, doa di atas dijuluki Sayyidul Istighfar karena mencakup makna taubat secara keseluruhan. Ibnu Abi Jamrah berkata, "Di dalam doa ini terdapat, pengakuan uluhiyah (tauhid) kepada Allah semata, pengakuan bahwa Dia adalah al-Khaliq (pencipta), pengakuan perjanjian dan pengharapan janji, berlindung dari pelanggaran seorang hamba kepada dirinya, menyandarkan semua nikmat kepada pembuatnya dan menyandarkan dosa pada dirinya."

Muhammad bin Allan As-Siddiqy menambahkan bahwa istighfar bagaimanapun adalah doa yang akan dikabulkan jika terlebih dahulu telah terpenuhi tiga persyaratan, yaitu niat yang shahih, tawajjuh dan beradab. Jika persyaratan ini belum terpenuhi, maka doa tersebut belum bisa dikatakan sayyidul istighfar.

Waktu yang Dianjurkan Membaca Sayyidul Istighfar

Para ulama menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar sangat dianjurkan dibaca pada dua waktu utama:

Pagi Hari

Dibaca setelah salat Subuh atau saat memasuki waktu pagi sebagai bagian dari dzikir pagi.

Petang atau Malam Hari

Dibaca setelah salat Asar, Maghrib, atau sebelum tidur sebagai bagian dari dzikir petang.

Meski demikian, doa ini juga boleh dibaca kapan saja ketika seseorang ingin memohon ampunan kepada Allah SWT.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads