Setelah rangkaian haji selesai dan jemaah kembali ke tanah air, ada banyak doa yang dipanjatkan dengan harapan agar ibadah yang dijalani diterima oleh Allah. Salah satu harapan terbesar adalah memperoleh haji mabrur, yaitu haji yang diterima dan membawa kebaikan bagi kehidupan setelahnya.
Merujuk buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, terdapat hadits dari Abu Hurairah:
"Umrah hingga umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan di antara keduanya, dan ganjaran bagi haji yang mabrur tidak lain adalah surga."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadits ini menjadi dorongan bagi jemaah untuk menjaga ibadah sejak awal persiapan hingga kembali ke tanah air. Haji mabrur dipahami sebagai haji yang diterima oleh Allah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampur dosa selama rangkaian ibadah, baik dari niat, ucapan, maupun tindakan.
Doa Pulang Haji Mabrur
Setelah kembali dari ibadah haji, terdapat beberapa doa yang dianjurkan untuk diamalkan sebagai harapan agar ibadah diterima dan tetap berada di jalan kebaikan.
1. Doa pertama
Merujuk buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat karya Ali Manshur, doa yang dianjurkan sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Latin: Allaahummaj'alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ibadah ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni."
2. Doa kedua
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin: Zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta.
Artinya: "Semoga Allah membekali ketakwaan, mengampuni dosa, serta memudahkan jalan kebaikan di mana pun berada."
3. Doa ketiga
Merujuk buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, bacaan berikut dianjurkan:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلرَّحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا
Latin: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allahummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, penolakan bagi setan dan keridaan bagi Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikan haji ini haji mabrur dan sa'i yang diterima."
Cara Meraih Haji Mabrur
Dilansir dari laman MUI, haji mabrur mencakup proses sejak sebelum berangkat, saat berada di tanah suci, sampai setelah kembali. Berikut kiat meraih haji mabrur.
- Niat ikhlas karena Allah.
- Menjauh dari riya, sum'ah, dan mubahah.
- Menggunakan biaya dari sumber halal.
- Menjaga takwa dalam setiap keadaan.
- Sabar, tawakal, syukur, serta memperbanyak zikir dan doa.
- Menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat.
- Menjauhi rafas, fusuq, dan jidal.
- Menghindari larangan ihram dengan sungguh-sungguh.
Setelah kembali, tanda haji mabrur terlihat dari ucapan yang lebih baik, sikap damai di lingkungan, kebiasaan membantu sesama, dan menjauhi maksiat.
(inf/lus)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban