Doa Sholat Isyroq Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa Sholat Isyroq Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 24 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi berdoa (Foto: Murad Khan/Pexels)
Jakarta -

Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menghidupkan waktu antara subuh hingga terbitnya matahari dengan berbagai amal kebaikan. Salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah sholat isyroq.

Ibadah yang dikerjakan di awal pagi ini menyimpan ganjaran yang sangat besar dan dapat disempurnakan dengan membaca doa setelah sholat isyroq.

Mengutip buku Super Lengkap Shalat Sunah karya Ubaidurrahim El-Hamdy, istilah isyroq atau syuruq memiliki makna terbit. Nama isyroq ini berkaitan erat dengan waktu pelaksanaannya, yaitu pada saat matahari terbit atau kala fajar mulai memancarkan sinarnya yang hangat di ufuk timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kata lain, sholat isyroq adalah sholat sunnah dua rakaat yang biasa dikerjakan usai melaksanakan sholat Subuh. Tepatnya, sholat ini tidak langsung dikerjakan begitu saja, melainkan diselingi dengan berdiam diri untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, atau mendengarkan majelis ilmu di masjid selama beberapa waktu hingga matahari terbit.

ADVERTISEMENT

Keutamaan Sholat Isyroq Menurut Hadits

Keutamaan ibadah sunnah ini sangat istimewa. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ganjaran bagi kaum muslimin yang konsisten menegakkan sholat dua rakaat ini di awal fajar adalah mendapatkan pahala yang setara dengan pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara sempurna.

Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya:

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Artinya: "Siapa yang sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali)." (HR Tirmidzi)

Untuk meraih keutamaan besar tersebut, alangkah baiknya bila sholat isyroq ini dapat dikerjakan dengan tata cara yang tepat dan diakhiri dengan lantunan doa yang khusyuk.

Doa Setelah Sholat Isyroq

Cara sholat isyroq sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Kemudian setelah sholat, agar ibadah pagi hari kian berkah dan mendatangkan ketenangan batin, dianjurkan untuk menutup ibadah ini dengan doa. Mengutip dari buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, berikut adalah bacaan doa setelah sholat isyroq:

أَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَالشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا.اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّيْ شَرَّهُ. اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ اْلأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzi ja'alal yauma 'afiyataw waja-'asy syamsu min mathla'iha. Allahummar-zuqni khaira hadzal yaumi wadfa' 'annii syarrah. Allahumma nawwir qalbi binuri hidayatika kama nawwartal ardla binuri syamsika abada. Birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, beri lah aku kebaikan hari ini dan jauhkan lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus-menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi."

Perbedaan Sholat Isyroq dan Sholat Dhuha

Dalam khazanah fikih Islam, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai status sholat isyroq. Ada sejumlah ulama yang menyamakan sholat isyroq dengan sholat dhuha (karena menganggapnya sebagai bagian dari awal waktu dhuha). Namun, ada pula ulama yang justru membedakan kedua sholat sunnah tersebut.

Salah satunya adalah Imam Al-Ghazali. Beliau berpendapat bahwa sholat isyroq berbeda dengan sholat dhuha karena memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda meskipun masanya saling berdekatan. Menurut Imam Al-Ghazali, waktu sholat isyroq adalah sejak matahari terbit, yaitu tepat sejak terlewatnya waktu yang dilarang untuk sholat (ketika matahari baru muncul di ufuk).

Definisi praktis dan senada juga dipaparkan oleh Syaikh Muhammad Shalid Al Munajid yang diterjemahkan oleh Ubaidurrahim El-Hamdy dalam buku Super Lengkap Shalat Sunah.

"Sholat isyroq adalah sholat setelah matahari terbit dan meninggi, bagi yang sholat Subuh secara berjemaah di masjid kemudian duduk di tempat sholatnya untuk berzikir kepada Allah SWT hingga sholat dua rakaat."

Wallahu a'lam.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads