Malaikat Maut Memantau Manusia 70 Kali Sehari?

Malaikat Maut Memantau Manusia 70 Kali Sehari?

Kristina - detikHikmah
Selasa, 12 Mei 2026 06:30 WIB
Angel of death with soul in hands in the dark
Ilustrasi Malaikat Maut. Foto: Getty Images/iStockphoto/sqback
Jakarta -

Kematian adalah hal yang pasti terjadi. Namun, tidak ada yang tahu kapan Malaikat Maut menjalankan tugasnya mencabut nyawa seseorang. Ada sebuah khabar, manusia tak luput dari pantauan Malaikat Maut setiap harinya.

Abu Nu'aim Al Hafizh mengatakan dari Tsabit Al-Bunani, "Malam dan siang ada 24 jam. Tidak satu jam pun yang dialami setiap makhluk bernyawa, kecuali Malaikat Maut berdiri memperhatikan nyawanya. Apabila dia disuruh mencabutnya, maka dia dicabut. Dan kalau tidak, maka dia pergi. Ini berlaku umum pada semua makhluk yang bernyawa."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kitab At-Tadzkirah terjemahan Anshori Umar Sitanggal, Imam Qurthubi menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Hadbah Ibrahim bin Hadbah, dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW yang mengatakan Malaikat Maut memandang wajah-wajah manusia sebanyak 70 kali sehari.

"Sesungguhnya Malaikat Maut benar-benar memperhatikan wajah-wajah manusia setiap hari 70 kali. Apabila orang yang didatangi itu tertawa, maka Malaikat Maut itu berkata, 'Heran, aku diutus untuk mencabut nyawanya, kenapa dia tertawa'."

ADVERTISEMENT

Namun, riwayat tersebut dinilai maudhu atau palsu. Abu Hatim mengatakan Abu Hadbah adalah seorang pendusta.

Ada hadits lain yang diriwayatkan secara marfu' pada khabar masyhur dalam kitab Al-Arba'in tentang aktivitas Malaikat Maut saat menunggu perintah Allah SWT. Dikatakan, Malaikat Maut akan berdiri di pintu-pintu rumah lima kali sehari. Jika ajal orang dalam rumah itu tiba, Malaikat Maut akan menyampaikan sakaratul maut.

Malaikat Maut juga memperhatikan gusarnya keluarga dalam kondisi itu. Malaikat pun heran dengan perilaku manusia padahal sudah jelas bahwa setiap dari mereka akan menemui ajalnya.

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu pun rumah, melainkan Malaikat Maut berdiri di pintunya lima kali sehari. Apabila dia menemukan seseorang sudah habis jatah makannya dan berakhir ajalnya, maka dia menimpakan sakaratul maut kepadanya, sehingga orang itu diliputi kesusahan-kesusahan maut dan dihimpit tekanan-tekanannya.

Lalu, di antara keluarganya ada yang mengurai rambutnya, memukul-mukul mukanya, menangis saking sedihnya, dan berteriak menyesali kecelakaannya. Maka berkatalah Malaikat Maut Alaihissalam, 'Celaka kalian, kenapa kalian kaget, kenapa kalian gusar? Aku tidak menghilangkan rezeki seorang pun dari kamu sekalian, aku tidak memperpendek ajalnya, aku tidak akan datang kepadanya kecuali diperintah, dan aku tidak akan mencabut nyawanya kecuali setelah aku baca daftarnya. Tapi, aku pasti akan datang lagi kepada kalian, kemudian akan datang lagi, sampai tidak ada seorang pun dari kalian yang aku biarkan hidup'."

Tidak ada yang tahu kapan Malaikat Maut datang. Namun, satu hal yang pasti, Allah SWT telah menetapkan ajal setiap makhluk-Nya. Dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 35, Allah SWT berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan."

Allah SWT juga berfirman,

قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ ٤٩

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku tidak kuasa (menolak) mudarat dan tidak pula (mendatangkan) manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki." Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak (pula) dapat meminta percepatan." (QS Yunus: 49)

Meskipun ada riwayat yang menyebut Malaikat Maut menanti di pintu-pintu rumah, tetapi tidak ada yang tahu di mana seseorang akan menjumpai ajalnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ ٣٤

Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti." (QS Luqman: 34)

Wallahu a'lam.




(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads