Bolehkah Membaca Doa Setelah Dhuha dengan Bahasa Indonesia?

Bolehkah Membaca Doa Setelah Dhuha dengan Bahasa Indonesia?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 15 Apr 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi berdoa (Foto: Murad Khan/Pexels)
Jakarta -

Doa setelah salat dhuha sering dibaca untuk memohon rezeki. Sebagaimana diketahui, salat dhuha merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada pagi hari sebelum waktu Zuhur.

Menurut buku Keberkahan Sholat Dhuha: Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki tulisan Ustaz Arif Rahman, biasanya muslim melaksanakan salat dhuha mulai pukul 7 pagi. Terkait amalan sunnah ini juga disebutkan dalam hadits Nabi SAW dari Ali bin Abi Thalib RA.

Dia berkata, "Rasulullah SAW mengerjakan salat dhuha dengan enam rakaat pada dua waktu: (1) ketika matahari terbit kira-kira lima belas menit, Nabi SAW salat dua rakaat (salat ini disebut salat isyraq); (2) ketika matahari bersinar penuh menghiasi kira-kira seperempat langit dan masih berada pada sisi timur, Nabi SAW salat empat rakaat." (HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, doa setelah dhuha dibaca dengan bahasa Arab sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Lalu, bolehkah doa tersebut diamalkan dengan bahasa Indonesia?

ADVERTISEMENT

Hukum Membaca Doa Setelah Dhuha dengan Bahasa Indonesia

Dilansir dari buku Panduan Shalat Lengkap Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW oleh Ali Abdullah, secara umum membaca doa tidak harus menggunakan bahasa Arab. Sah-sah saja bagi muslim untuk berdoa dengan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia.

Hanya saja, muslim harus memperhatikan maksud dan arti doa yang dibacanya. Sebab, doa jadi wujud pujian kepada Allah SWT.

Senada dengan itu, Buya Yahya melalui ceramahnya menyatakan hal serupa. Berdoa di luar salat boleh menggunakan bahasa apapun.

"Bacalah doa-doa di dalam salat dengan bahasa Arab, adapun di luar salat, bebas, tapi ingat kaidahnya. Sebaik-baik doa adalah doa yang pernah dibaca oleh nabi," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV, detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Dengan demikian, diperbolehkan bagi muslim membaca doa setelah dhuha dengan bahasa Indonesia karena bacaan ini dipanjatkan di luar salat. Tetapi, sebaik-baiknya doa adalah yang pernah dibaca sang nabi yaitu menggunakan bahasa Arab.

Kemudian, cendekiawan muslim yaitu M Quraish Shihab melalui bukunya Shihab & Shihab menyatakan kebolehan berdoa dengan bahasa Indonesia.

Doa Setelah Dhuha: Arab, Latin dan Arti

Berikut bacaan doa setelah dhuha yang dinukil dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha karya Khalillurahman El Mahfani.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ‏:‏ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الضُّحَى ثُمَّ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، حَتَّى قَالَهَا مِئَةَ مَرَّةٍ

An Aisyatu radiyallahu'anha qaalat: Shala Rasulullah SAW dhuha tsumma qaala: Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohim, hatta qaala lahaa mi'ata marratin

Artinya: Aisyah berkata, "Rasulullah SAW melaksanakan salat dhuha, kemudian beliau mengucapkan:

Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohim (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun), hingga 100 kali." (HR Bukhari)

Selain dari hadits, ada juga doa setelah dhuha dengan bacaan lebih panjang. Doa ini sering diamalkan untuk memohon rezeki.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu".

"Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah, dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Adab Membaca Doa yang Perlu Dipahami

Merujuk pada sumber yang sama, berikut beberapa adab membaca doa yang harus diketahui muslim.

  1. Menghadap kiblat
  2. Berdoa dengan rendah hati
  3. Berdoa dengan rasa harap
  4. Yakin doa yang dipanjatkan akan terkabul
  5. Tidak tergesa-gesa atau terburu-buru
  6. Didahului Asmaul Husna




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads