Doa Keluar Masjid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Adabnya Lengkap

Doa Keluar Masjid: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Adabnya Lengkap

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 30 Mar 2026 10:15 WIB
Ilustrasi muslim di masjid
Ilustrasi Muslim di Masjid (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad. Di dalamnya, umat Muslim dapat menunaikan salat, menuntut ilmu, bermusyawarah, hingga mempererat ukhuwah.

Sebagai tempat ibadah, masjid selalu dijaga kesuciannya oleh umat Islam. Selain itu, masjid juga merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis.

أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Tempat yang paling dicintai Allâh adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allâh benci adalah pasar-pasarnya (HR Muslim)

Dalam sebuah riwayat, Imam Abu Nu'aim mengatakan:

ADVERTISEMENT

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {المَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ}

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Masjid adalah rumahnya setiap mukmin."

Karena kemuliaannya, setiap adab saat berada di masjid, termasuk ketika keluar, dianjurkan untuk dilakukan dengan membaca doa. Memanjatkan doa keluar masjid juga merupakan sunah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Doa Keluar Masjid

Mengacu pada buku Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya, berikut bacaan doa keluar masjid dalam versi pendek dan panjang yang dapat diamalkan.

Doa Keluar Masjid Pendek

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Bacaan Latin: Allaahumma innii as'aluka min fadhlika.

Artinya: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.

Doa Keluar Masjid Panjang

أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

Bacaan latin: A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kerajaan-Nya yang sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah selawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakanlah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.

Keluar Masjid Kaki Mana Dulu?

Pertanyaan tentang keluar masjid kaki mana dulu sering diajukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan adab saat berada di rumah ibadah. Hal ini sebaiknya kita pahami sebagai bagian dari meneladani ajaran Nabi Muhammad dalam menjaga adab ketika keluar dan masuk masjid.

Merujuk pada buku Pendidikan Agama Islam dalam Nilai Moral terbitan Cipta Media Nusantara, menjaga adab saat masuk masjid merupakan salah satu upaya untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT sekaligus memperoleh keberkahan di dalamnya.

Menjawab pertanyaan keluar masjid kaki yang mana dulu, para ulama menjelaskan bahwa ketika masuk masjid dianjurkan menggunakan kaki kanan, maka saat keluar masjid menggunakan kaki kiri. Hal ini merupakan bagian dari adab yang dicontohkan dalam ajaran Nabi Muhammad SAW.

Saat hendak keluar dari masjid, dianjurkan untuk melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu sambil membaca doa keluar masjid.

Doa tersebut dibaca sebagai bentuk harapan agar tetap memperoleh karunia dari Allah SWT meskipun telah meninggalkan masjid, sebagaimana bacaan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Masjid dipandang sebagai tempat yang paling suci dibandingkan tempat lainnya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Di dalamnya, berbagai ibadah dilakukan sehingga kesuciannya sangat dijaga.

Karena itu, saat keluar dari masjid seseorang dianggap berpindah dari tempat yang suci menuju tempat yang tingkat kesuciannya lebih rendah. Maka dari itu, dianjurkan melangkah dengan kaki kiri sebagai bentuk adab dan penghormatan terhadap kesucian masjid.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads