Berdoa pada malam Lailatul Qadar merupakan anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya. Lalu, kapan waktu mustajab berdoa di malam Lailatul Qadar menurut hadits?
Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang istimewa di bulan Ramadan. Syekh Syihabuddin al-Qalyubi dalam Kitab An Nawadir mengatakan malam tersebut termasuk waktu mustajab untuk berdoa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sejumlah hadits, Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan dan memiliki kemuliaan lebih baik daripada seribu bulan. Lalu, kapan waktu mustajab berdoa di malam Lailatul Qadar? Simak penjelasannya berikut ini.
Waktu Mustajab Berdoa di Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits
Salah satu waktu terbaik untuk berdoa adalah sepertiga malam terakhir. Dijelaskan dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, waktu ini adalah bagian akhir malam yang mendekati waktu subuh atau sahur.
Banyak orang merasa sulit bangun pada waktu tersebut. Namun, saat itulah waktu yang sangat baik untuk beribadah kepada Allah SWT, seperti berdoa, berzikir, dan memohon ampunan.
Pada waktu ini juga diyakini sebagai saat pintu rahmat Allah SWT dibuka dan doa lebih mudah dikabulkan bagi orang yang bangun dan beribadah kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni'." (HR Bukhari dan Muslim)
Secara umum, sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang salat Subuh.
Selain sepertiga malam terakhir, malam Lailatul Qadar sendiri juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Semua amalan pada waktu ini bernilai lebih baik dari amalan serupa yang dilakukan selama seribu bulan. Hal ini mengutip buku 444 Doa Rasulullah SAW susunan Samir Mahmud Al-Hushni.
Doa yang Dianjurkan Saat Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak membaca doa berikut ketika malam Lailatul Qadar.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah & Ahmad, dari Aisyah)
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA dan tercatat dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa'i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ini berstatus hasan shahih.
Malam Lailatul Qadar Terjadi pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Menurut penjelasan dalam Latha'iful Ma'arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, berdasarkan riwayat Muslim, dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir. Jika memang salah seorang dari kalian lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai dia kalah di tujuh malam terakhir."
Rasulullah SAW juga mencontohkan kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar. Pada awalnya, beliau beriktikaf pada sepuluh malam pertama Ramadan, kemudian melanjutkannya pada sepuluh malam kedua. Hal itu dilakukan lebih dari sekali. Hingga akhirnya, beliau menetapkan untuk beriktikaf pada sepuluh malam terakhir dan memerintahkan umatnya agar mencari Lailatul Qadar pada waktu tersebut.
Walaupun waktu pastinya tidak disebutkan secara jelas, sejumlah hadits menunjukkan Lailatul Qadar dianjurkan untuk dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Tata Cara Berdoa di Malam Lailatul Qadar
Agar doa dikabulkan Allah SWT, ada adab yang perlu diperhatikan saat berdoa. Dalam buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, dijelaskan bahwa Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin menyebutkan setidaknya ada 10 adab atau tata cara berdoa. Berikut beberapa di antaranya:
- Dilakukan di waktu-waktu mulia.
- Dilakukan dalam keadaan khusyuk dan khidmat, seperti saat sujud, sebelum dan setelah salat wajib.
- Menghadap ke kiblat, selain itu juga mengangkat kedua tangan dan mengusapnya ke wajah setelah selesai berdoa.
- Mulai dengan memuji Allah SWT dan membaca sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
- Membaca syahadat untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala doa yang sudah diperbuat.
- Berdoa dengan merendahkan diri penuh harap dan menggunakan bahasa yang sederhana serta suara yang lemah lembut.
- Berdoa secara terus menerus, tidak mudah bosan maupun putus asa.
- Berdoa untuk diri sendiri, lalu berdoa untuk orang lain juga.
- Berdoa dengan bertawassul atau menggunakan nama-nama Allah SWT yang mulia dan sifat-Nya yang Mahatinggi atau dengan amal saleh.
- Berdoa dalam keadaan suci, memakai pakaian bersih, serta memakan makanan dan minuman yang halal.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan