Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang tidak selalu mudah untuk diputuskan. Ada kalanya seseorang merasa ragu, bimbang, bahkan takut salah langkah ketika harus menentukan keputusan, terutama dalam perkara penting yang berdampak besar bagi masa depan.
Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya mengandalkan logika dan perhitungan pribadi, tetapi juga melibatkan Allah SWT dalam setiap pertimbangan melalui doa dan ibadah.
Salah satu bentuk ikhtiar spiritual tersebut adalah dengan melaksanakan sholat istikharah, sebagai cara memohon petunjuk dan pilihan terbaik dari-Nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata Cara Sholat Istikharah
Dikutip dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah oleh Tim Redaksi Qultum Media, berikut tata cara sholat istikharah yang dapat dilakukan oleh muslim.
1. Membaca niat sholat istikharah.
أصَلَّى سُنَّةَ الْإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Ushollii sunnatal istikhooroti rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat sholat Istikharah dua rakaat menghadap qiblat karena Allah ta'ala"
2. Takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap Allahu Akbar.
3. Kedua tangan berada di atas dada sambil membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah.
4. Membaca surah pendek, diutamakan surah Al Kafirun pada rakaat pertama.
Surah Al Kafirun
قُلْ يَأَيُّهَا الْكَفِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَلِيَ دِينِ
(1) qul yā ayyuhal-kāfirun (2) lā a'budu mā ta'budun (3) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (4) wa lā ana 'ābidum mā 'abattum (5) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (6) lakum dīnukum wa liya dīn.
Artinya: "Katakanlah: Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
5. Rukuk.
6. Iktidal.
7. Sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua
11. Membaca surah Al Fatihah dan dilanjutkan surah pendek, diutamakan surah pendek Al Ikhlas.
12. Rukuk.
13. Iktidal.
14. Sujud pertama.
15. Duduk di antara dua sujud.
16. Sujud kedua.
17. Duduk tahiyat akhir.
18. Salam.
Doa Setelah Sholat Istikharah
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُوَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدِرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدِرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Alloohumma sholli 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin wal hamdu lillaahi robbil 'aalamiin. Alloohumma innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, as-aluka min fadlikal 'adziimi fa-innaka taqdiru wa laa aqdir, wa ta'lamu walaa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Alloohumma inkunta ta'lamu anna haadzal amro -sebutkan hal yang diistikharahi-khoirul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi, wa inkunta ta'lamu anna haadzal amro -sebutkan hal yang diistikharahi- syarrul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdir liiyal khoiro haitsu kaana tsumma ardhinii bihi. Sub-haana robbika robbil 'izzati 'ammaa yashifuun wa salaamun 'alal mursaliin walhamdulillahi robbil 'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjungan kami Nabi Muhammad. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Mahaagung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan hal yang diistikharahi) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku takdirkanlah untuk-ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini (sebutkan hal yang diistikharahi) lebih berbahaya bagiku dalam agama, kehidupan dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untuk-ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku."
(inf/inf)
