Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Lengkap Sesuai Sunnah

Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Lengkap Sesuai Sunnah

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 02 Jan 2026 17:00 WIB
Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Lengkap Sesuai Sunnah
ilustrasi buka puasa Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Puasa ini dilakukan pada pertengahan bulan hijriah dan memiliki banyak keutamaan, termasuk pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Mengutip buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, M.Pd, secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih, yaitu hari-hari ketika cahaya bulan purnama bersinar terang di malam hari. Dalam kalender hijriah, Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunnah yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW. Dalil yang melandasinya berasal dari sabda Rasulullah SAW.

Dalam riwayat, Abu Dzar RA berkata,

ADVERTISEMENT

"Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas." (HR. Tirmidzi dan An-Nasa'i)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.

Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh

Pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang berbeda antara buka puasa Ayyamul Bidh dengan puasa sunnah lainnya. Dalam riwayat shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, ia berkata bahwa doa yang diucapkan Rasulullah SAW ketika berbuka puasa yaitu sebagai berikut,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allahu Ta'alaa.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa'i)

Doa ini diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan menjadi doa yang paling utama dibaca saat berbuka puasa.

Doa Buka Puasa Versi Lain

Selain doa di atas, terdapat pula doa buka puasa yang umum dibaca oleh kaum muslimin. Merujuk buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, doa ini dapat diamalkan ketika berbuka puasa.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Arab latin: Allahumma laka shumtu wabika amantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang".

Kemudian berbuka puasa bisa juga dengan melafalkan doa berikut,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab latin: Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa 'ala rizqika afthartu dzahabazh-zhama'u wabtallatil-'urûqu wa tsabatal-ajru insya allah.

Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan hanya kepada-Mu aku beriman dan atas rezeki-Mu aku berbuka, hilanglah dahaga dan pulihkanlah kembali semua otot serta tetaplah pahala, jika Allah menghendaki."

Merujuk buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH Sulaeman Bin Muhammad Bahri, berikut doa yang juga bisa dibaca saat berbuka puasa,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ

Arab latin: Afthara 'indakumush shaaimuuna wa akala tha'aamakumul abraaru washallat 'alaikumul malaaikatu.

Artinya: "Berbukalah orang-orang yang berpuasa di tempat saudara ini dan makanlah makanan yang disuguhkan oleh orang-orang yang berbakti, dan para malaikat mendoakan saudara agar mendapat rahmat."

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Doa buka puasa dibaca saat waktu Maghrib telah masuk, tepat sebelum atau sesaat setelah membatalkan puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa, sebagaimana sabdanya,

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan keistimewaan puasa Ayyamul Bidh, mulai dari nilai pahalanya hingga kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidup.

Berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh berdasarkan hadits shahih yang dirangkum dari buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy-Syafrowi:

1. Pahalanya Seperti Puasa Setahun

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang paling utama adalah pahalanya yang diibaratkan seperti puasa selama satu tahun penuh. Hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Milhan al-Qoisy dari ayahnya. Ia berkata,

"Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriah)." Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Dawud dan An -Nasa'i)

Keutamaan ini diperkuat oleh riwayat lain dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash. Dalam hadits tersebut Rasulullah SAW bersabda,

"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki nilai pahala yang sangat besar meskipun dilaksanakan hanya tiga hari dalam sebulan.

2. Termasuk Wasiat Rasulullah SAW

Puasa Ayyamul Bidh juga memiliki kedudukan istimewa karena termasuk amalan yang diwasiatkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu,

"Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya selama aku hidup; berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan tidak tidur sampai aku shalat witir." (HR Bukhari dari Abu Darda)

3. Menjadi Kebiasaan Rasulullah SAW

Selain bernilai pahala besar, puasa Ayyamul Bidh juga merupakan amalan yang biasa dilakukan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat An-Nasa'i,

"Rasulullah SAW tidak pernah berbuka (selalu berpuasa) pada Ayyamul Bidh, baik beliau berada di rumah maupun sedang bepergian." (HR An-Nasa'i)

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh merupakan sunnah yang sangat ditekankan, karena tetap dilakukan Rasulullah SAW dalam berbagai kondisi, baik saat mukim maupun safar.




(dvs/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads