Mendoakan orang yang meninggal dunia termasuk sunnah Rasulullah SAW. Doa ini biasa dibaca dalam salat jenazah.
Menukil kitab Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, menurut kesepakatan ahli fiqih, mendoakan jenazah di dalam salat jenazah termasuk rukun salat. Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Apabila kalian menyalati jenazah, maka bersungguh-sungguhlah ketika mendoakannya."
Doa untuk Orang Meninggal Perempuan
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa untuk orang yang telah meninggal, termasuk bagi perempuan. Berikut kumpulan doa untuk orang meninggal perempuan beserta artinya yang bisa dipanjatkan.
Doa untuk Orang Meninggal Perempuan Versi Panjang
Merujuk pada buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, berikut doa untuk jenazah perempuan yang dibaca saat takbir ketiga dalam salat jenazah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allahummaghfirlaha warhamha wa'aafiha wa'fu 'anha wa akrim nuzulaha wawassi' mudkhalaha waghsilha bil maa-i wats tsalji wal barad. Wa naqqiha minal khathayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadhu minad danas. Wa abdilha daaran khairan min daariha wa ahlan khairan min ahliha wa zaujan khairan min zaujiha wa adkhilhal jannata wa a'idzha min 'adzaabin qabri au min 'adzaabin naar.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka."
Doa untuk Orang Meninggal Perempuan Versi Pendek
Dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kemenag, ada doa untuk orang meninggal perempuan versi pendek. Doa ini dibaca pada takbir ketiga salat jenazah.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَثْوَاهَا
Allāhumma ighfir lahā, warhamhā, wa 'āfihā, wa'fu 'anhā, wa akrim nuzulahā, wa wassi' madkhalahā, waj'alil-jannata matswāhā.
Artinya: "Ya Allah ampunilah ia, rahmatilah ia, selamatkanlah ia, maafkanlah ia, muliakanlah ia, lapangkanlah tempatnya, dan jadikan surga sebagai tempat kembalinya."
Doa untuk Jenazah Perempuan Takbir Keempat
Mengacu sumber sebelumnya, pada takbir keempat salat jenazah perempuan, dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرُهَا وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa, wa laa taftinnaa ba'dahaa, waghfir lanaa walahaa
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk memperoleh pahalanya, janganlah kami memperoleh fitnah sepeninggalannya, serta ampunilah kami dan ia."
Tata Cara Salat untuk Orang Meninggal Perempuan
Salat jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah. Artinya jika sebagian umat telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban bagi yang lain. Tata cara salat untuk orang meninggal perempuan perlu dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah ini sah. Berikut adalah tata caranya mengacu sumber sebelumnya:
1. Berniat dalam hati untuk salat jenazah. Adapun niatnya adalah:
أَصَلِّي على هَذِهِ المَيْتَةِ أَرْبَعَ تَكبِيرَاتٍ فَرضَ كِفَايَةِ إِمَامًا مَأْمُوماً رَكْعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushalli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
2. Takbiratul ihram (takbir pertama), setelah itu membaca surah Al-Fatihah.
3. Lakukan takbir kedua, lanjutkan membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW (usahakan membaca sholawat yang lengkap seperti bacaan salat tahiyat akhir).
4. Takbir lagi yang ketiga, lalu berdoa kepada jenazah seperti yang sudah dijelaskan di atas.
5. Lanjutkan takbir keempat dan membaca doa untuk jenazah.
6. Diakhiri dengan membaca salam.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026