Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 31 Des 2024 17:00 WIB
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi berdoa akhir dan awal tahun Foto: H9images/Freepik
Jakarta -

Ada doa yang dapat dibaca saat momen pergantian tahun. Mengamalkan doa ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT di tahun kemarin sekaligus permohonan agar dilindungi di tahun berikutnya.

Doa adalah perintah dari Allah SWT yang ditegaskan dalam surat Al-Mu'min ayat 60. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ…Ų ŲąØ¯Ų’ØšŲŲˆŲ†ŲŲ‰Ų“ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲØ¨Ų’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØĒؐ؉ ØŗŲŽŲŠŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¯ŲŽØ§ØŽŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

ADVERTISEMENT

Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan, barang siapa membaca doa akhir tahun, maka ia akan terhindar dari godaan dan tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

Doa akhir tahun dibaca setelah salat Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib. Doa akhir dan awal tahun ini biasanya dilafalkan ketika pergantian tahun Hijriyah.

Bacaan Doa Akhir Tahun

Melansir laman NU Online yang merujuk kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, berikut bacaan doa akhir tahun,

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ؁ؐ؊ Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØŠŲ Ų…ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲŽØĒŲØ¨Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ„ŲŲ…Ų’ØĒŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ Ø¨ŲŲŲŽØļŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ų‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŲ‚ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ¯ŲŽØšŲŽŲˆŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ØŦŲŽØąŲŽØ§ØĄŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØšŲ’ØĩŲŲŠŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲŽØąŲ’ØĒŲŲƒŲŽ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„Ų’ØĒŲ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲŽØ¯Ų’ØĒŲ‘ŲŽŲ†ŲŲŠ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø§Ų„ØĢŲ‘ŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĻŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØˇŲŽØšŲ’ ØąŲŽØŦŲŽØ§ØĻŲŲŠŲ’ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų

Arab Latin: AllÃĸhumma mÃĸ 'amiltu min 'amalin fÃŽ hÃĸdzihi sanati mÃĸ nahaitanÃŽ 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fÃŽhÃĸ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alÃĸ 'uqÃģbatÃŽ, wa da'autanÃŽ ilat taubati min ba'di jarÃĸ'atÃŽ 'alÃĸ ma'shiyatik. Fa innÃŽ astaghfiruka, faghfirlÃŽ wa mÃĸ 'amiltu fÃŽhÃĸ mimmÃĸ tardhÃĸ, wa wa'attanÃŽ 'alaihits tsawÃĸba, fa'as'aluka an tataqabbala minnÃŽ wa lÃĸ taqtha' rajÃĸ'ÃŽ minka yÃĸ karÃŽm.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Bacaan Doa Awal Tahun

Selain doa akhir tahun, terdapat juga doa awal Tahun Baru Hijriah. Berikut bacaannya,

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØŖŲŽØ¨ŲŽØ¯ŲŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ…Ų Ø§Ų„ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲŲŽØļŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ØŦŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØšŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲØŒ ŲˆŲŽŲ‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ØšŲŽØ§Ų…ŲŒ ØŦŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØŒ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØšŲØĩŲ’Ų…ŲŽØŠŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲŽØ§ØĻŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØšŲŽŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų‡Ų°Ø°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ’ØŗŲ Ø§Ų„ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ Ø¨ŲØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲˆŲ’ØĄŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø§ŲØ´Ų’ØĒؐØēŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ‚ŲŽØąŲ‘ŲØ¨ŲŲ†ŲŲŠŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø˛ŲŲ„Ų’ŲŲŽŲ‰ ŲŠŲŽØ§ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„ØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲŲƒŲ’ØąŲŽØ§Ų…Ų

Arab Latin: AllÃĸhumma antal abadiyyul qadÃŽmul awwal. Wa 'alÃĸ fadhlikal 'azhÃŽmi wa karÃŽmi jÃģdikal mu'awwal. HÃĸdzÃĸ 'Ãĸmun jadÃŽdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fÃŽhi minas syaithÃĸni wa auliyÃĸ'ih, wal 'auna 'alÃĸ hÃĸdzihin nafsil ammÃĸrati bis sÃģ'I, wal isytighÃĸla bimÃĸ yuqarribunÃŽ ilaika zulfÃĸ, yÃĸ dzal jalÃĸli wal ikrÃĸm.

Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Hukum Membaca Doa Akhir Tahun

Dalam buku Fiqih Do'a dan Dzikir Jilid 1 karya Syaikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa doa adalah ibadah, sedangkan ibadah dibangun di atas taufiq (wahyu) dan ittiba (mengikuti Rasul). Bukan di atas hawa nafsu dan ibtida (mengada-ada).

Tidak diperkenankan bagi muslim untuk berpegang dengan doa-doa rutin atau yang khusus dilafalkan pada waktu-waktu tertentu atau sifat-sifat tertentu, selain yang diriwayatkan tentang hal itu dalam sunnah Rasulullah SAW.

Adapun doa yang sifatnya spontanitas, yaitu yang terjadi pada seorang muslim karena perkara-perkara tertentu, maka boleh baginya meminta pada Allah SWT pada kondisi itu semaunya, selama tidak bertentangan dengan syariat.

Secara syariat, tidak ada dalil yang menjelaskan secara khusus tentang doa akhir dan awal tahun masehi. Doa ini disebutkan dalam kitab yang berisi kumpulan doa, sebagaimana dicantumkan pula doa akhir dan awal tahun dalam kitab Maslakul Akhyar oleh Habib Utsman bin Yahya dan kitab Majmu' Syarif karya Ibnu Watiniyah.

Adapun hukum membaca doa akhir dan awal tahun saat pergantian tahun Hijriah dan Masehi dibolehkan, asal tidak meyakininya sebagai sunnah yang bersumber dari Rasulullah SAW pada momen tersebut. Melainkan mempercayainya sebagai permohonan doa secara umum di waktu kapan saja.

Waallahu a'lam.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads