Doa Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Doa Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Annisa Dayana Salsabilla - detikHikmah
Selasa, 02 Apr 2024 07:15 WIB
Doa Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Rasulullah SAW
Ilustrasi membaca doa perjalanan jauh. Foto: iStock
Jakarta -

Berdoa ketika hendak beraktivitas, termasuk melakukan perjalanan jauh, adalah hal yang dianjurkan bagi umat Islam agar apa yang dilakukan mendapat berkah, rahmat, dan rida Allah SWT. Berikut doa perjalanan jauh yang dapat dipanjatkan.

Doa perjalanan jauh menjadi hal yang banyak dicari umat Islam menjelang berakhirnya bulan Ramadan. Pasalnya, banyak umat Islam berencana mudik ke tempat asal atau kampung halaman, yang tidak jarang mengharuskan perjalanan jauh. Doa perjalanan jauh dapat dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Selain itu, mengutip buku Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya karya Abdul Hamid, waktu dalam perjalanan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini dijelaskan dalam hadits.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Merangkum buku Taddabur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad dan buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan yang bersandar pada sejumlah hadits, berikut bacaan doa perjalanan jauh sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

ADVERTISEMENT

Doa Perjalanan Jauh

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ketika hendak melakukan perjalanan jauh Rasulullah SAW naik ke untanya, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa berikut,

Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ؁ؐ؊ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲØąŲŽŲ‘ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲŽŲ‘Ų‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ’ØļŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ų‡ŲŽŲˆŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØŗŲŽŲŲŽØąŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ØˇŲ’ŲˆŲ ØšŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲ†ØĒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲØ¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘ŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲŲŽØŠŲ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°ŲØ¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽØšŲ’ØĢŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘ŲŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ø¨ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽØ¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų

Allahumma inna nas-aluka fi safarinä hädal birra wat-taqwa, wa minal 'amali ma tarda, allahumma hawwin 'alaina safarana häda wațwi 'annă bu'dah, allahumma antaşşahibu fissafari wal halifatu fil ahli, allahumma inni a'ÅĢdu bika min wa'täis safari wa kaabatil manzari wa sÃŧil munqalabi fil mali wal ahli.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga." (HR Muslim)

Doa Pulang dari Bepergian

Rasulullah SAW membaca doa ini ketika kembali dari ekspedisi, haji, atau umrah.

Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ . Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų. Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠØąŲŒ. ØĸŲŠŲ’Ø¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØĒŲŽØ§ØĻŲØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ§Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų„ŲØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ø­ŲŽØ§Ų…ŲØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ. ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØĩŲŽØąŲŽ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ˛ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽØ§Ø¨ŲŽ
ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa Ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syay-in-qadiir. Aa-yibuna, taa-ibuuna, 'aa-biduna, li-rabbinaa haamiduuna. Shadaqallaahu wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa hazamal- ahzaaba wahdah.

Artinya: "Allah Mahabesar (tiga kali, di atas tempat yang tinggi). Tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad), dan mengalahkan musuh-Nya sendirian." (HR Bukhari)

Doa Naik Kendaraan

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠ ØŗŲŽØŽŲŽŲ‘ØąŲŽ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ‚Ų’ØąŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ
ŲˆŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲØ¨ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ. ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ Ø¸ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ØĒŲ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲŠ ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘Ų†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØŖŲŽŲ†ØĒŲŽ.

Bismillaahi wal hamdulillah Subhaanalladzii sakh-khara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamun-qalibuun. Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah. Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Subhaanakallaahumma innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Mahabesar (3x). Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads