Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya

Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya

Jihan Najla Qatrunnada - detikHikmah
Kamis, 23 Nov 2023 05:45 WIB
Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya
Ilustrasi doa sholat dhuha. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mkitina4)
Jakarta -

Ketika selesai mengerjakan sholat, seorang muslim diperintahkan untuk memanjatkan doa dan permintaan kepada Allah SWT, termasuk ketika selesai sholat Dhuha. Bagaimanakah doa sholat Dhuha lengkap? Berikut ulasannya.

Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu mulai dari nampaknya matahari kurang lebih antara jam tujuh pagi, sampai bergesernya matahari (masuk waktu Zuhur).

Pengertian sholat Dhuha ini sebagaimana dijelaskan di buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap oleh Cepi Burhanudin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholat Dhuha bisa dilakukan sebanyak dua rakaat, utamanya delapan rakaat, sampai dengan dua belas rakaat. Cara mengerjakannya adalah dengan salam setiap dua rakaat.

Disebutkan dalam buku tersebut, sholat Dhuha memiliki wasilah sebagai penambah rezeki dan menghilangkan kefakiran dari diri seorang muslim.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa yang dibaca pada saat sholat Dhuha?

Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya

Bacaan Sholat Dhuha Lengkap dengan surat pendek yang bisa dipanjatkan ketika sholat.

1. Rakaat Pertama

- Surah Al Fatihah ayat 1-7, yang berbunyi:

(1) Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(2) Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan) semesta alam

(3) Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų°Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲÛ™

Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

(4) Ų…Ų°Ų„ŲŲƒŲ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲÛ—

Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

(5) Ø§ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ Ų†ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ Ų†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲÛ—

Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

(6) Ø§ŲŲ‡Ų’Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲØąŲŽØ§ØˇŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽÛ™

Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

(7) ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ەۙ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØēŲ’ØļŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø§Ų„ØļŲ‘ŲŽØ§Û¤Ų„Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

- Surah Asy-Syams ayat 1-15 yang berbunyi,

(1) ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ŲˆŲŽØļŲØ­Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

(2) ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ…ŲŽØąŲ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ„Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: demi bulan saat mengiringinya,

(3) ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØąŲ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ØŦŲŽŲ„Ų‘Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: demi siang saat menampakkannya,

(4) ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲŠŲŽØēŲ’Ø´Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: demi malam saat menutupinya (gelap gulita),

(5) ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Û¤ØĄŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ†Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: demi langit serta pembuatannya,

(6) ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØˇŲŽØ­Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: demi bumi serta penghamparannya,

(7) ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲ ŲˆŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŗŲŽŲˆŲ‘Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,

(8) ŲŲŽØ§ŲŽŲ„Ų’Ų‡ŲŽŲ…ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲØŦŲŲˆŲ’ØąŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲ°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

(9) Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŽŲŲ’Ų„ŲŽØ­ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø˛ŲŽŲƒŲ‘Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)

(10) ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŽŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŽØŗŲ‘Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û—

Artinya: dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

(11) ŲƒŲŽØ°Ų‘ŲŽØ¨ŲŽØĒŲ’ ØĢŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø¯Ų Ø¨ŲØˇŲŽØēŲ’ŲˆŲ°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Ų“ ۖ

Artinya: (Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas

(12) Ø§ŲØ°Ų Ø§Ų†Ų’ÛĸØ¨ŲŽØšŲŽØĢŲŽ Ø§ŲŽØ´Ų’Ų‚Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).

(13) ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų†ŲŽØ§Ų‚ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŲ‚Ų’ŲŠŲ°Ų‡ŲŽØ§Û—

Artinya: Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya."

(14) ŲŲŽŲƒŲŽØ°Ų‘ŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ų‡Ų ŲŲŽØšŲŽŲ‚ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽØ§Û– ŲŲŽØ¯ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŽŲ…ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ°ŲŽŲ†Ų’ÛĸØ¨ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽØŗŲŽŲˆŲ‘Ų°Ų‰Ų‡ŲŽØ§Û–

Artinya: Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).

(15) ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŽŲŽØ§ŲŲ ØšŲŲ‚Ų’Ø¨Ų°Ų‡ŲŽØ§ āŖ–

Artinya: Dia tidak takut terhadap akibatnya.

2. Rakaat Kedua

Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Ad-Dhuha ayat 1-11, yang berbunyi

(1) ŲˆŲŽØ§Ų„ØļŲ‘ŲØ­Ų°Ų‰Û™

Artinya: Demi waktu duha

(2) ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ØŗŲŽØŦŲ°Ų‰Û™

Artinya: dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

(3) Ų…ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ¯Ų‘ŲŽØšŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽŲ„Ų°Ų‰Û—

Artinya: Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

(4) ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽØŠŲ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲˆŲ’Ų„Ų°Ų‰Û—

Artinya: Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

(5) ŲˆŲŽŲ„ŲŽØŗŲŽŲˆŲ’ŲŲŽ ŲŠŲØšŲ’ØˇŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ŲŲŽØĒŲŽØąŲ’ØļŲ°Ų‰Û—

Artinya: Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.

(6) Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŦŲØ¯Ų’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØĒŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ ŲŲŽØ§Ų°ŲˆŲ°Ų‰Û–

Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);

(7) ŲˆŲŽŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŽŲƒŲŽ ØļŲŽØ§Û¤Ų„Ų‘Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ‡ŲŽØ¯Ų°Ų‰Û–

Artinya: mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);

(8) ŲˆŲŽŲˆŲŽØŦŲŽØ¯ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲ„Ų‹Ø§ ŲŲŽØ§ŲŽØēŲ’Ų†Ų°Ų‰Û—

Artinya: dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?

(9) ŲŲŽØ§ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽØĒŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’Ų‡ŲŽØąŲ’Û—

Artinya: Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

(10) ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲ„ŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽØąŲ’

Artinya: Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

(11) ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØŠŲ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ŲŲŽØ­ŲŽØ¯Ų‘ŲØĢŲ’ āŖ–

Artinya: Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

3. Rakaat Ketiga

Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas ayat 1-4, yang berbunyi,

(1) Ų‚ŲŲ„Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒÛš

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa.

(2) Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ¯ŲÛš

Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

(3) Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ„ŲØ¯Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŲˆŲ’Ų„ŲŽØ¯Ų’Û™

Artinya: Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

(4) ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų— ŲƒŲŲŲŲˆŲ‹Ø§ Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ āŖ–

Artinya: serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

4. Rakaat Keempat

Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun ayat 1-6, yang berbunyi,

(1) Ų‚ŲŲ„Ų’ ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲ°ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai orang-orang kafir,

(2) Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Artinya: aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

(3) ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØšŲ°Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲÛš

Artinya: Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

(4ŲˆŲŽ0 Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†ŲŽØ§Û  ØšŲŽØ§Ø¨ŲØ¯ŲŒ Ų…Ų‘ŲŽØ§ ØšŲŽØ¨ŲŽØ¯Ų’ØĒŲ‘ŲŲ…Ų’Û™

Artinya: Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

(5) ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØšŲ°Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲÛ—

Artinya: Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

(6) Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų āŖ–

Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku."

Meski demikian, apabila seorang muslim hendak mengucapkan surah lain yang ada pada Al-Qur'an juga tetap diperbolehkan. Sebab semua surah yang ada di Al-Qur'an sama baiknya dengan surah-surah yang sudah disebutkan di atas.

Doa Sholat Dhuha Lengkap

Doa sholat Dhuha lengkap dianjurkan untuk dibaca setelah melakukan sholat tersebut. Menukil dari buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah: Prayer & Zikir Complete Sunnah. Doa tersebut berbunyi:

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„ØļŲŲ‘Ø­ŲŽØĸØĄŲŽ ØļŲØ­ŲŽØ§ØĄŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø¨ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØĄŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØŠŲŽ Ų‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØĒŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØŠŲŽ Ų‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲØĩŲ’Ų…ŲŽØŠŲŽ ØšŲØĩŲ’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲØ˛Ų’Ų‚ŲŲ‰ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØĸØĄŲ ŲŲŽØŖŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų’Ų„Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲŲŽØŖŲŽØŽŲ’ØąŲØŦŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲØšŲŽØŗŲŽŲ‘ØąŲ‹Ø§ ŲŲŽŲŠŲŽØŗŲŲ‘ØąŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ ŲŲŽØˇŲŽŲ‡ŲŲ‘ØąŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲŲŠŲ’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØąŲŲ‘Ø¨Ų’Ų‡Ų Ø¨ŲØ­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ØļŲØ­ŲŽØ§ØĄŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲ‡ŲŽØ§ØĄŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØĒŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ‚ŲØ¯Ų’ØąŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØĸØĒؐ؆ؐ؉ؒ Ų…ŲŽØĸØ§ŲŽØĒŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Arab-latin: Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rezeki masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh,"

Selain mengucapkan doa ini, seorang muslim diperbolehkan untuk mengucapkan doa apa saja sesuai yang ia kehendaki. Allah SWT pasti akan mendengar permintaan dan permohonan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya.




(rah/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads