Alasan Rasulullah Larang Anak-anak Keluar saat Maghrib

Alasan Rasulullah Larang Anak-anak Keluar saat Maghrib

Kristina - detikHikmah
Senin, 09 Jan 2023 17:30 WIB
Alasan Rasulullah Larang Anak-anak Keluar saat Maghrib
Ilustrasi waktu maghrib. Foto: Saeed Khan/AFP/Getty Images
Jakarta -

Rasulullah SAW melarang anak-anak keluar pada waktu maghrib. Beliau juga menganjurkan untuk menutup pintu-pintu rumah pada waktu tersebut.

Disebutkan dalam Kitab Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, waktu maghrib dimulai sejak terbenamnya matahari dan berakhir ketika warna kemerah-merahan pada langit hilang. Dalam istilah lain waktu ini disebut dengan senja.

Riwayat yang menerangkan larangan Rasulullah SAW agar tidak keluar pada waktu maghrib dan agar menutup pintu ini berasal dari Jabir bin Abdullah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ØĨŲØ°ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŦŲŲ†Ų’Ø­Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ØŖŲŽŲˆŲ’ ØŖŲŽŲ…Ų’ØŗŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲƒŲŲŲ‘ŲŲˆØ§ ØĩŲØ¨Ų’ŲŠŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØ´ŲØąŲ Ø­ŲŲŠŲ†ŲŽØĻŲØ°Ų ŲŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ Ø°ŲŽŲ‡ŲŽØ¨ŲŽ ØŗŲŽØ§ØšŲŽØŠŲŒ ؅ؐ؆ؒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲŲŽØŽŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŖŲŽØēŲ’Ų„ŲŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų Ø¨ŲŽØ§Ø¨Ų‹Ø§ Ų…ŲØēŲ’Ų„ŲŽŲ‚Ų‹Ø§

Artinya: "Jika telah tiba gelap malam dan kamu berada di waktu senja, maka tahanlah putri-putrimu di dalam rumah, sebab setan sedang tersebar dan bila telah berjalan satu jam (yakni sesudah isya) terserah padamu untuk melepas mereka, dan tutuplah pintu-pintu sambil menyebut nama Allah, sebab setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup." (HR Bukhari)

ADVERTISEMENT

Imam Bukhari mengeluarkan riwayat tersebut pada Kitab ke-59, Kitab Awal Mula Penciptaan bab ke-15, bab sebaik-baiknya harta seorang muslim adalah kambing yang dibawa ke puncak gunung.

Menurut riwayat yang termuat dalam Kitab Shahih Muslim, alasan Rasulullah SAW melarang anak-anak keluar pada waktu maghrib karena setan berpencar pada waktu tersebut. Dari Jabir RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam."

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØąŲ’ØŗŲŲ„ŲŲˆØ§ ŲŲŽŲˆŲŽØ§Ø´ŲŲŠŲŽŲƒŲŲ…Ų’ - ØŖŲŠ ŲƒŲ„ Ų…Ø§ ŲŠŲ†ØĒØ´Øą Ų…Ų† Ų…Ø§Ø´ŲŠØŠ ؈ØēŲŠØąŲ‡Ø§ - ŲˆŲŽØĩŲØ¨Ų’ŲŠŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØēŲŽØ§Ø¨ŲŽØĒŲ’ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĒŲŽØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¨ŲŽ ŲŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ´ŲŽØ§ØĄŲ ، ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲŽØ§ØˇŲŲŠŲ†ŲŽ ØĒŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØšŲØĢŲ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØēŲŽØ§Ø¨ŲŽØĒŲ’ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĒŲŽØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¨ŲŽ ŲŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ´ŲŽØ§ØĄŲ

Artinya: "Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya." (HR Muslim)

Dijelaskan dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam an-Nawawi, anak-anak diminta berdiam diri di rumah setelah matahari terbenam karena dikhawatirkan mereka akan diganggu oleh setan yang banyak berkeliaran pada waktu tersebut.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk menutup pintu rumah dengan diiringi zikir pada waktu keluarnya setan tersebut. Salah satu surah yang bisa dibaca untuk memohon perlindungan adalah surah Al Falaq. Surah ini juga kerap dijadikan bacaan zikir.

Achmad Chodjim dalam bukunya yang berjudul Al Falaq mengatakan, surah Al Falaq dan surat An Nas disebut dengan Mu'awwadzatain, yakni surah perlindungan. Dalam Tafsir Al Misbah karya M Quraish Shihab disebutkan, al-Mu'awwidzatain diambil dari kata A'udzu dalam kedua surah tersebut yang artinya, 'aku berlindung'.

Bacaan Surah Al Falaq untuk Mohon Perlindungan

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛ™ ŲĄ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛ™ Ųĸ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų ØēŲŽØ§ØŗŲŲ‚Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽÛ™ ŲŖ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ‘Ų°ØĢŲ°ØĒؐ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ¯ŲÛ™ Ų¤ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø­ŲŽØ§ØŗŲØ¯Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽØ¯ŲŽ āŖ– ŲĨ

qul a'áģĨÅŧu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri gāsiqin iÅŧā waqab, wa min syarrin-naffāᚥāti fil-'uqad, wa min syarri á¸Ĩāsidin iÅŧā á¸Ĩasad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Selain Al Falaq, ayat kursi juga kerap dijadikan bacaan zikir pada waktu pagi dan petang. Disebutkan dalam sebuah hadits, ayat kursi dapat menghindarkan diri dari godaan setan.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Bila engkau akan beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari." (HR Bukhari)

Bacaan Ayat Kursi agar Terhindar dari Godaan Setan

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽÛš Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲˆŲ’Ų…Ų ەۚ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØ°ŲŲ‡Ų— ØŗŲŲ†ŲŽØŠŲŒ ŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒÛ— Ų„ŲŽŲ‡Ų— Ų…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲÛ— Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲŲŽØšŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų—Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§ŲØ°Ų’Ų†ŲŲ‡Ų–Û— ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Ûš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲŲŠŲ’ØˇŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø¨ŲØ´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ؅ؐؑ؆ؒ ØšŲŲ„Ų’Ų…ŲŲ‡Ų–Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ Ø´ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽÛš ŲˆŲŽØŗŲØšŲŽ ŲƒŲØąŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽÛš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ€Ų”ŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲ‡Ų— Ø­ŲŲŲ’Ø¸ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§Ûš ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų

allāhu lā ilāha illā huw, al-á¸Ĩayyul-qayyáģĨm, lā ta`khuÅŧuháģĨ sinatuw wa lā na`áģĨm, laháģĨ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man ÅŧallaÅŧÄĢ yasyfa'u 'indahÅĢ illā bi`iÅŧnih, ya'lamu mā baina aidÄĢhim wa mā khalfahum, wa lā yuá¸ĨÄĢáš­áģĨna bisyai`im min 'ilmihÄĢ illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`áģĨduháģĨ á¸Ĩifáē“uhumā, wa huwal-'aliyyul-'aáē“ÄĢm

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."




(kri/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads