Dalam pandangan Islam, bukanlah penyebab langsung kematian seorang ojol (ojek online), melainkan kematian adalah takdir Allah SWT. yang pasti dan tidak bisa dihindari, seperti yang ditegaskan dalam Al-Qur'an. Kematian itu tidak maju maupun mundur dan kematian itu wewenang-Nya.
Kematian adalah kepastian yang akan datang kepada siapa pun, di mana pun berada, tidak peduli seberapa aman tempatnya.Itulah takdir.
Sebagaimana firman-Nya dalam surah ali-Imran ayat 185 yang terjemahannya," Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ole karena itu, selama kita hidup di dunia saatnya mempersiapkan bekal. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini adalah kesenangan yang memperdaya. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang menjadi pasien penegak hukum.
Kematian bukan akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal dari kehidupan akhirat. Manusia akan mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia di hadapan Allah SWT. Adapun waktu dan cara kematian adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan dan bagaimana ia akan meninggal.Hal ini sesuai dengan surah Luqman ayat 32 yang terjemahannya,"Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."
Suatu kejadian biasanya diikuti dengan penyesalan. Kejadian adalah takdir Allah SWT, pandangan Islam, penyesalan yang sebenarnya adalah penyesalan yang mendorong seseorang untuk bertaubat dan memperbaiki diri, bukan penyesalan yang membuat terpuruk dalam penyesalan diri yang berlebihan. Penyesalan adalah tanda bahwa hati masih hidup dan mencari ampunan Allah SWT. Seorang Muslim harus menyesali kelalaian dan perbuatan salahnya, memohon ampunan kepada Allah SWT.dan belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang.
Menghadapi Penyesalan
Segera Bertaubat:Berhentilah menyesali masa lalu secara berlebihan, lalu segera memohon ampunan kepada Allah SWT. dengan melakukan iistighfar. Tidak mengulangi kejadian tersebut. istighfar (meminta ampun kepada Allah) adalah tindakan mulia yang sangat dianjurkan, di mana seorang hamba mengakui dosa-dosanya, menyesalinya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya agar memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT.
Perbanyak Kebaikan:Lakukan amalan saleh sebanyak mungkin, karena kebaikan adalah bekalan penting bagi kehidupan di akhirat.Dalam Al-Qur'an surah al-Zalzalah ayat7-8 yang terjemahannya," Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."
Maknanya adalah : Dalam ayat-ayat diatas, Allah SWT. merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.
Hindari Penundaan:Jangan menunda untuk bertaubat atau melakukan kebaikan, karena penyesalan di kemudian hari seringkali sudah tidak berarti lagi. Jangan sekali-kali berandai-andai dan langsung mendatangi keluarga korban.
Dekatkan Diri pada Allah SWT.Dengan melakukan perbuatan baik, mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan mencari kesalahan diri sendiri, seseorang bisa terhindar dari penyesalan abadi.Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. salah satu surat yang sangat relevan adalah Surah Al-Maidah ayat 35, yang memerintahkan untuk mencari "wasilah" atau jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui amal ketaatan dan menjauhi larangan-Nya.
Selain itu, Surat Ar-Ra'd ayat 28 juga menyebutkan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah, dan Surat Adz-Dzariyat ayat 56menyatakan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.
Demikianlah penyesalan menjadi negatif jika berlebihan, yang tepat adalah bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua selalu mengingat mati sehingga persiapan bekal ( dalam amal ibadah ) menjadi optimal.
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban
Negara Mayoritas 98% Muslim Ini Larang Hijab, Janggut, hingga Perayaan Lebaran
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?