Khutbah Idul Fitri 1444 H: Meneguhkan Islam Rahmatan lil 'Alamin

Khutbah Idul Fitri 1444 H: Meneguhkan Islam Rahmatan lil 'Alamin

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Jumat, 21 Apr 2023 17:00 WIB
Khutbah Idul Fitri 1444 H: Meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 2023 atau Lebaran 2023 setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Idul Fitri 2023 jatuh pada tanggal Sabtu, 22 April 2023 dimana di hari itu, umat Islam dianjurkan untuk mendirikan sholat sunnah Idul Fitri.

Adapun dalil yang menjadi dasar anjuran pelaksanaan khutbah Idul Fitri adalah hadits Ibnu Abbas:

Ø´ŲŽŲ‡ŲØ¯Ų’ØĒŲ Ø§Ų„ØšŲŲŠØ¯ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨ŲŲŠ Ø¨ŲŽŲƒŲ’ØąŲ ŲˆŲŽØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØšŲØĢŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲŽØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ØŒ ŲŲŽŲƒŲŲ„Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆØ§ ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„ØŽŲØˇŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, "Saya melaksanakan sholat id bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar, dan Utsman ra. Semuanya melaksanakan sholat sebelum khutbah berlangsung." (Muttafaq 'alaih).

Dalam rangkaian sholat Idul Fitri terdapat khutbah yang hukumnya sunnah muakad. Berikut contoh naskah khutbah Idul Fitri dengan tema 'Meneguhkan Islam Rahmatan lil 'Alamin'. Naskah khutbah dari H. Basyir Fadlullah, Ketua LDNU Kabupaten Purbalingga Jateng:

ADVERTISEMENT

Naskah Khutbah Idul Fitri 1444 H

Khutbah I
Ø§Ų„ØŗŲ„Ø§Ų… ØšŲ„ŲŠŲƒŲ… ŲˆØąØ­Ų…ØŠ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆØ¨ØąŲƒØ§ØĒŲ‡
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (3×) Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (3×) Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲƒØ¨ŲŽØąŲ (3×)
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ Ų‡ŲŽŲ„ŲŽŲ‘ Ų‡ŲŲ„Ø§ŲŽŲ„ŲŒ ŲˆŲŽØŖØ¨Ų’Ø¯ŲŽØą
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…Ø§ŲŽ ØĩŲŽØ§Ų…ŲŽ ØĩŲŽØ§ØĻŲŲ…ŲŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲŲ’ØˇŲŽØą
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…Ø§ŲŽ ØĒŲŽØąŲŽØ§ŲƒŲŽŲ…ŲŽ ØŗŲŽØ­ŲŽØ§Ø¨ŲŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų’ØˇŲŽØą
ŲˆŲŽŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…Ø§ŲŽ Ų†ŲŽØ¨ŲŽØĒŲŽ Ų†ŲŽØ¨ŲŽØ§ØĒ، ŲˆŲŽØŖŲŽØ˛Ų’Ų‡ŲŽØą
ŲˆŲŽŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ Ø§ŲŽØˇŲ’ØšŲŽŲ…ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų†ŲØšŲ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØšŲ’ØĒŲŽØą.
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ų„Ø§ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽ ؄؄؇ؐ Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽ Ø§Ų’Ų„ŲŲØˇŲ’ØąŲ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØĩŲŲŠØ§ŲŽŲ…Ų ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲ’ŲŠØ¯ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽØļŲ’Ø­ŲŽŲ‰ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ØšŲŽØąŲŽŲŲŽØŠŲŽ.
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (3×) Ø§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯ŲŒ ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†Ø§ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ø§ŲŲØšŲ ؁ؐ؉ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØąŲ’ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŽŲ‘ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØēŲŽŲŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¯ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲŽØŽŲŽŲ‘ØąŲŽ. Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„ØąŲŲ‘ØŦŲ’ØŗŲŽ ŲˆŲŽØˇŲŽŲ‡ŲŽŲ‘Øą. Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ. Ø§ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų. ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§ŲØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆØ§Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆŲ’ØĒŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§ŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah.

Pada hari raya yang berbahagia ini mari kita merenung sejenak tentang kondisi bangsa kita akhir-akhir ini mulai mengarah pada kondisi terjadinya intoleransi. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya kecenderungan memaksakan kehendak dengan cara ekstrem, bahkan teror, demi mewujudkan apa yang mereka yakini sebagai yang paling benar. Hal ini bermula dari mudahnya seseorang menghukumi kafir orang lain, mudah menghukumi sesat orang lain, dan meyakini tidak ada kemungkinan kebenaran di pihak lain.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi tersebut bersumber dari kesalahpahaman tentang ajaran Islam, yang kemudian membuka peluang timbulnya paham keislaman yang melenceng dari semangat rahmatan lil 'alamin. Akibatnya, munculah intoleransi yang menjurus kepada tindakan radikal, ekstrem, dan teror.

Perselisihan dalam umat Islam akhirnya juga tak jarang dimanfaatkan pihak lain yang mengingikan umat Islam tidak bersatu dan tidak mengingikan Islam sebagai agama pembawa rahmat dan pembawa kesejahteraan bagi seluruh alam. Pihak lain ini mengusung agenda menjauhkan dari negara yang berdasarkan spiritualitas dalam menjalankan, kebernegaraan dengan terus dijejali oleh kehidupan serba matrialis (duniawi) dan liberal (bebas).

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah.

Karena itu, pemahaman awal yang perlu ditanamkan adalah bahwa Islam hadir sebagai agama kasih sayang yang dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh alam. Sebagaimana firman Allah:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Artinya: "Dan tidak saya utus Engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. al Anbiya: 107)

Misi Islam yang mulia ini tidak akan terwujud kecuali dengan landasan berpikir dan bertindak bijak, adil, dan proporsional . Allah telah berfirman:

ŲˆŲŽŲƒŲŽØ°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØˇŲ‹Ø§ ؄ؐØĒŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŲˆØ§ Ø´ŲŲ‡ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø´ŲŽŲ‡ŲŲŠŲ’Ø¯Ų‹Ø§

Artinya: "Dan demikian Kami telah menjadikan kamu umat yang adil agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu." (QS. al-Baqarah: 143)

Lantas bagaimana agar bisa berpikir dan bertindak bijak, adil dan proposional? Jawabannya adalah dengan mengikuti manhaj atau sistem yang telah disepakati oleh mayoritas para ulama dan ada jaminan ketersambungan sanad keilmuannya sampai kepada Rosululloh SAW. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan petikan teks hadits berbunyi "ma ana alaihi wa ashabi" yang kemudian masyhur di sebut dengan golongan Ahlussunnah wal Jamaah atau sering disingkat dengan aswaja.

Dalam kitab Syarhul 'Aqidati at Thahawiyyah Halaman 43 diterangkan bahwa Rasulullah SAW telah menjelaskan yang dimaksud dengan pengikut Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah kelompok Ahlussunnah wal Jamaah.

ŲŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŽ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų‡ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲŲˆŲ†ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§Ų†ŲØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ

Artinya: "Maka Nabi Muhammad SAW menjelaskan, sesungguhnya seluruh orang-orang yang berselisih itu binasa kecuali kelompok Ahlussunnah wal Jamaah."

Bagi warga NU sendiri, pola yang diambil dalam mengikuti manhaj Ahlussunnah wal Jamaah adalah dengan model bermadzhab. Bermadzhab yang berarti taklid atau mengikuti metode dan produk hukumnya para imam mujtahid. Sebagaimana telah menjadi kesepakatan para ulama tentang bermadzhab. Dalam kitab al-Kaukab as-Sathi' fi Jam'il Jawami' disebutkan:

Ø­ŲŲƒŲ’Ų…Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’Ų„ŲŲŠŲ’Ø¯Ų Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØŦŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲØ¯Ų ŲˆŲŽŲˆŲŽØ§ØŦŲØ¨ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ų…ŲØŦŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§ŲŽŲ„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆØˇŲŲŠ: ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ų…ŲØŦŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲØ¯ŲŒ ŲˆŲŽØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŲ‡Ų ŲŲŽØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŦŲ’ØĒŲŽŲ‡ŲØ¯Ų ŲŠŲŽŲ„Ų’Ø˛ŲŽŲ…ŲŲ‡Ų Ø§ŲŽŲ„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’Ų„ŲŲŠŲ’Ø¯Ų Ų…ŲØˇŲ’Ų„ŲŽŲ‚Ø§Ų‹ ØšŲŽØ§Ų…ŲŲŠŲ‹Ø§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØšŲŽØ§Ų„ŲŲ…Ų‹Ø§.

Artinya: "Hukum taklid adalah haram bagi seorang mujtahid dan wajib bagi bukan seorang mujtahid, sebagaimana as-Suyuthi telah berkata bahwa manusia itu ada yang mujtahid ada yang bukan, dan yang bukan mujtahid wajib baginya taklid secara mutlak baik orang umum maupun orang yang 'alim

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah,

Mengikuti paham Aswaja dengan pola bermadzhab mempunyai kelebihan; pertama akan meminimalisir ketersesatan. NU memahami betul bahwa kadar kemampuan umat Islam sebagai individu seorang muslim sangat beragam kemampuan, apalagi wilayah garapan NU adalah masyarakat awam yang berada di pelosok pedesaan, tentunya tanpa mengharamkan individu umat Islam menjadi seorang mujtahid. Disebutkan dalam kitab Miaznul Kubro yang teksnya berbunyi:

ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲŠŲ’Ø˛ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØšŲ’ØąŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲ‘Ų Ų…ŲŽØ§ Ų†ŲŽØĩŲ‘ŲŲ‡Ų: ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘ŲŒ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲˆŲŽØ§ØĩŲ‘Ų ØąŲŽØ­ŲŲ…ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØŗŲŽØŖŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¨Ų Ų…ŲØšŲŽŲŠŲ‘ŲŽŲ†Ų. Ų‡ŲŽŲ„Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŦŲØ¨ŲŒ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØŦŲØ¨Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¨Ų Ų…ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØ§Ų…ŲŽØĒŲ’ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØĩؐ؄ؒ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØąŲŲŠŲ’ØšŲŽØŠŲ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‰ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲ‹Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŲ‚ŲŲˆŲ’ØšŲ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„ØļŲ‘ŲŽŲ„Ø§ŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ

Artinya: Imam Al-Sya'roni dalam Kitab Mizanul Kubro menegaskan, Tuanku Ali al-Khawash ditanya tentang bermadzhab, apakah wajib atau tidak? Beliau menjawab, kamu wajib bermadzhab selagi belum mampu untuk memahami syari'ah secara sempurna, khawatir terjerumus ke dalam kesalahan dan kesesatan. Itulah yang diamalkan oleh manusia saat ini.

Kelebihan yang kedua, adalah bahwa Aswaja NU berkiblat kepada para Imam Mujtahid yang dalam menyusun methode dan produk hukum tersebut bersumber dari semua potensi yang ada. Potensi yang dimaksud adalah sumber dalil atau petunjuk yang didapati dari ad-dalail as-sam'iyyah berupa Al-Qur'an, al-Hadits dan perkataan ulama, ad-dalail al 'aqliyyah berupa; rasio dan panca indera, dan ad-dalail al 'irfaniyyah berupa;Kasyaf dan Ilham. Dengan memanfaatkan sumber dalil dari semua potensi yang ada menjadikan hati hati dan bijaksana dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Seperti di dalam kitab Ithaafu al-Saadati al-Muttaqiin juz 2, halaman 6, Imam Taajuddin al-Subki (semoga Allah merahmatinya) telah berkata:

Ø§ŲØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲØĒŲ‘ŲŽŲŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØšŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲØ¯Ų ŲˆŲŽØ§Ø­ŲØ¯Ų ŲŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŦŲØ¨Ų ŲˆŲŽŲŠŲŽØŦŲŲˆŲ’Ø˛Ų ŲˆŲŽŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų„ŲØŒ ŲˆŲŽØ§ŲŲ†Ų’ Ø§ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŽŲŲŲˆØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØˇŲ‘ŲØąŲŲ‚Ų Ø§ŲŽŲ„Ų’Ų…ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲØĻؐ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ų…ŲŲˆŲ’ØĩŲŲ„ŲŽØŠŲ Ų„ŲØ°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲˆŲ’ ؁ؐ؊ Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲŽŲ‘ØŠŲ Ų…ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ†ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’ØŦŲŲ…Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„ŲØ§ØŗŲ’ØĒŲŲ‚Ų’ØąŲŽØ§ØĄŲ ØĢŲŽŲ„ŲŽØ§ØĢŲ ØˇŲŽŲˆŲŽØ§ØĻŲŲŲØ§ŲŽŲ„ŲØŖŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‰: ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØĢؐ ŲˆŲŽŲ…ŲØšŲ’ØĒŲŽŲ…ŲØ¯Ų Ų…ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ¯ŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲ Ø§ŲŽŲ„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų’ØšŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ: ØŖŲŽØšŲ’Ų†ŲŲ‰ Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲƒŲØĒŲŽØ§Ø¨Ų ، Ø§ŲŽŲ„ØŗŲ‘ŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲØĨØŦŲ’Ų…ŲŽØ§ØšŲ. Ø§ŲŽŲ„ØĢŲ‘ŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲŽØŠŲ: ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¸Ų’ØąŲØ§ŲŽŲ„Ų’ØšŲŽŲ‚Ų’Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŲŲƒŲ’ØąŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ´Ų’ØšŲŽØąŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ†ŲŽŲŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ´ŲŽŲŠŲ’ØŽŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ´Ų’ØšŲŽØąŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¨ŲŲˆ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†Ų Ø§ŲŲ„Ų’ØŖŲŽØ´Ų’ØšŲŽØąŲŲŠØŒ ŲˆŲŽØ´ŲŽŲŠŲ’ØŽŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ†ŲŽŲŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ Ų…ŲŽŲ†Ų’ØĩŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ų…ŲŽØ§ØĒŲØąŲŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ‘Ų Ø§ŲŽŲ„ØĢŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲØĢŲŽØŠŲ: ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲØŦŲ’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ´Ų’ŲŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ„ØĩŲ‘ŲŲˆŲ’ŲŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ، ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲØĻŲ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¸Ų’ØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØĢؐ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲØ¯ŲŽØ§ŲŠŲŽØŠŲ ، ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ´Ų’ŲŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲŲ„Ų’Ų‡ŲŽØ§Ų…Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŲ‡ŲŽØ§ŲŠŲŽØŠŲ.

Artinya: "Ketahuilah bahwa Ahlussunnah wal Jamaah itu adalah mereka yang telah bersepakat terhadap akidah yang satu didalam apa yang wajib, jaiz dan mustahil. Jika mereka terdapat perselisihan itu hanya dalam metode atau didalam sebab dan illatnya.Secara umum dapat digolongkan menjadi tiga yaitu; pertama; ahlul hadits. Prinsip dasar mereka adalah penggunaan dalil-dalil wahyu (naqli) yaitu; al Qur'an, as Sunnah, dan Ijma'. Kedua: ahlun nadzri (kelompok yang menggunakan dalil akal) mereka adalah pengikut asy'ariy dan hanafiy. Guru besar pengikut asy;ariy adalah Abul Hasan al Asy'ariy dan guru besar pengikut Hanafi adalah Abu Manshur al Maaturidi. Ketiga: kelompok yang konsern mengolah rasa (wujdan) dan membuka tabir (kasyaf). Mereka adalah ahlut tasawuf .Pada awalnya mereka adalah seorang yang berkemampuan dasar-dasar ahlun nadzri dan ahlul hadits dan pada akhirnya menjadi seorang yang berkemampuan mukasyafah (membuka tabir) dan mendapatkan ilham (petunjuk)".

Kelebihan yang ketiga; adalah adanya ketersambungan sanad keilmuannya dari ulama NU sampai kepada Rosululloh SAW lewat para Mujtahid dan muridnya,

Hal ini disandarkan pula kepada instruksi pendiri NU/Rois 'Akbar K.H. Hasyim Asy'ari yang terdapat dalam pengantar Anggaran Dasar 1947 yang berbunyi:

ØŖŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØĒŲ’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ų…ŲŽØ°ŲŽØ§Ų‡ŲØ¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽØŽŲŽØ°Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØšŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ…Ų‘ŲŽŲ†Ų’ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲ‡Ų Ø¨ŲØ§ØĒؑؐØĩŲŽØ§Ų„Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØ¯Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ†Ų’Ø¸ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØ°ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØŽŲØ˛Ų’Ų†ŲŽØĒŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ¤Ų’ØĒŲŲˆØ§ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠŲŲˆŲ’ØĒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØĒØ§ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ ØŗŲŲ…ŲŲ‘ŲŠŲŽ ØŗŲŽØ§ØąŲŲ‚Ų‹Ø§.

Artinya: Wahai para ulama dan tuan-tuan yang takut kepada Allah dari golongan Ahlusunnah wal Jama'ah, golongan madzhab imam yang empat. Engkau sekalian telah menuntut ilmu dari orang-orang sebelum kalian dan begitu seterusnya secara tersambung sampai pada kalian. Dan engkau sekalian tidak gegabah memperhatikan dari siapa mempelajari agama. Maka karenanya kalianlah gudang bahkan pintu ilmu tersebut. Janganlah memasuki rumah melainkan melalui pintunya. Barangsiapa memasuki rumah tidak melalui pintunya maka disebut pencuri

Kelebihan yang keempat, adalah para imam mujtahid dengan para muridnya hingga para ulama NU pengikutnya telah memperlihatkan akhlak/etika yang baik hubungan antara guru dengan murid. Seorang guru tidak mempersoalkan bila diberi masukkan oleh muridnya namun seorang murid tetap menghormati gurunya. Perselisihan mereka tidak sampai pada saling sesat menyesatkan tidak juga saling mengkafirkan. Para mujtahid dan para muridnya sangat hati-hati untuk mengklaim dirinya paling benar, berani menyesatkan apalagi mengkafirkan. Perselisihan mereka memperkaya hasanah keilmuan karena dituangkan dalam karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyah. Mereka mampu saling menempatkan posisinya secara proposional sebagai guru dan murid sehingga berdampak pada tetap terjalinnya persaudaraan antar umat Islam.

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah.

Dengan demikian manhaj Aswaja NU akan terus menjadi pilihan mayoritas umat Islam dunia tidak hanya Indonesia. Umat di luar Islam pun akan lebih dapat merasa nyaman hidup berdampingan dalam menjalankan kehidupan beragamanya di samping pula memang adanya sikap toleransi atas pluralitas beragama dalam berdakwah serta bijak dalam menyikapi budaya setempat. Menjalani kehidupan keberagamaan yang saling memberi kenyamanan antar umat tentunya sangat mempengaruhi dalam menjalani kehidupan bernegara.

Keberadaan negara sendiri dalam pandangan Aswaja NU menjadi wajib karena negara berfungsi mewujudkan kesejahteraan bagi warganya sejalan dengan misi agama Islam itu sendiri yaitu sebagai agama kasih sayang yang dapat mensejahterakan seluruh alam. NU menemukan bentuk negara dan system kepemerintahannya yang diyakini sangat sesuai dengan watak ke-Indonesiaan yang beragam suku, ras, etnis, budaya dan agama. Mendapatkan keyakinannya itu dijalani dengan sabar dengan mengedepankan hal hal yang prioritas terlebih dahulu daripada mendapatkan kesemuannya namun mendatangkan kerusakan. Perubahan dilakukan secara evolutif (bertahap) bukan revolusif (seketika). Dan sampailah pada keyakinan bahwa NKRI sebagai bentuk negara dan demokrasi pancasila sebagai system kepemerintahannya sangat sesuai dengan Indonesia dan tidak keluar dari manhaj Aswaja NU.

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah.

Maka bersatu dengan menjadi anggota NU itu sangat penting karena menjadi anggota NU adalah sebuah kebutuhan. NU sendiri adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, wadahnya para pemegang tongkat estafet risalah Rasulullah SAW;

Ø§ŲŽŲ„Ų’ØšŲŲ„ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØąŲŽØĢŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲ

Artinya: "Ulama adalah pewaris para nabi."

NU adalah wadahnya hamba-hamba Allah SWT yang takut pada-Nya;

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŽŲ’Ø´ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲ‡Ų Ø§ŲŽŲ„Ų’ØšŲŲ„ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĄŲ

Artinya: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hambanya adalah ulama." (QS. Al-Fathir: 68)

Dan NU adalah wadahnya para ulama untuk membina umat pengikutnya agar tidak tersesat serta senantiasa bersama-sama dalam satu keyakinan.

ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ ؈ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲŲØąŲ’Ų‚ŲŽØŠŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§Ø­ŲØ¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨؐØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØŖŲŽØ¨Ų’ØšŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŖØąŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø¨ŲØ­Ų’Ø¨ŲŲˆŲ’Ø­ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲ„Ų’Ø˛ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲŽ

Artinya: "Tetaplah bersama al-Jama'ah dan jauhi perpecahan karena setan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (setan) dari dua orang akan lebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di surga hendaklah ia berpegang teguh pada (keyakinan) al-Jama'ah"(HR. al-Tirmidzi).

'Aidin 'aidaat yang dirahmati Allah.

Demikian khutbah Idul Fitri kali ini semoga bermanfaat.

Mari kita bersama-sama berdoa sembari mengangkat tangan, semoga Allah senantiasa memberikan tambahan nikmat, rahmat kasih sayang dan anugerah-Mu kepada kita semua. Semoga memberikan tambahan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua guna mewujudkan keadilan dan kemakmuran.

Ya Allah, semoga kita semua dijadikan umat yang hidup rukun, saling kasih, tetap teguh lahir batin untuk menanggulangi kezaliman dan kecurangan serta kebakhilan. Serta dijadikan termasuk golongan orang-orang shalih yang sanggup menyelesaikan tugas-tugas pembangunan lahir dan batin.

Ya Allah semoga Engkau mengampuni semua dosa dan kesalahan serta kekhilafan kami serta Engkau jaga, lindungi kami dari tipu daya iblis, setan dan sekutunya.

ŲŠŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲŠŲŽØ§ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ§ØĻŲØ˛ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØēŲ’ŲŲŲˆŲ’ØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø˛ŲŲ…Ų’ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲ’Ø˛ŲŲˆŲ’Ų‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲØ¯Ų’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§ŲŠŲØ¯Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲŽØ§ØˇŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ’ØŗŲ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ Ø¨ŲØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲˆŲ’ØĄŲ.
Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ų…Ų Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų. Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŽŲŲ’Ų„ŲŽØ­ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ˛ŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽ Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘Ų‡Ų ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰. Ø¨ŲŽŲ„Ų’ ØĒŲØ¤Ų’ØĢŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲŽØ§ØŠŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ ŲˆŲŽØ§ŲŽØ¨Ų’Ų‚ŲŽŲ‰. ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲˆŲ’Ø§ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų.

Khutbah II
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (3×) Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (4×) Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒØ¨ŲŠØąØ§ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽ ØŖŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų„Ø§Ų‹ Ų„Ø§ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų. Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´ŲŲ‘ŲƒŲ’ØąŲ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ ØĒŲŽŲˆŲ’ŲŲŲŠŲ’Ų‚ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ…Ų’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ų†ŲŲ‡Ų. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽØšŲ’Ø¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ų„ŲØ´ŲŽØŖŲ’Ų†ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘Ø§ØšŲŲ‰ Ø§ŲŲ„Ų‰ŲŽ ØąŲØļŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§. Ø§ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠØ§ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ Ø§ŲØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆØ§Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§ Ø§ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’ØĒŲŽŲ‡ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ˛ŲŽØŦŲŽØąŲŽ.ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų‘ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§ŲŽŲ…Ų’ØąŲ Ø¨ŲŽØ¯ŲŽØŖŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ø¨ŲŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĢŲŽŲ€Ų†ŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ…ŲŽŲ„Øĸ ØĻŲŲƒŲŽØĒؐ؇ؐ Ø¨ŲŲ‚ŲØ¯Ų’ØŗŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØĒŲŽØšØ§ŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ØĸØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲ‰ ؊Øĸ Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§. Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†Ø§ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲŠØĸØĻŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØąŲØŗŲŲ„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ØĸØĻŲŲƒŲŽØŠŲ Ø§Ų’Ų„Ų…ŲŲ‚ŲŽØąŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ.
Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ Ų‚ŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¨ŲŒ Ų…ŲØŦŲŲŠŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØšŲŽŲˆŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§Ø§ŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽØšŲØ˛ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØĨŲØŗŲ’Ų„Ø§ŲŽŲ…ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØ§ŲŽØšŲ’Ų„Ų ØŦŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØĩŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØ¯ŲŽŲ…ŲŲ‘ØąŲ’ Ø§ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲƒŲ’ŲŲŲ†ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲ‘ŲŽ Ø§Ų„Ø¸Ų‘ŲŽØ§Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØ§ŲƒŲ’ŲŲŲ†ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲ‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ŲŲŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§ŲŠŲØ¯Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲŽØ§ØˇŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ.
Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØĒŲØ¨Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų. ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ.

(H. Basyir Fadlullah, Ketua LDNU Kabupaten Purbalingga Jateng)

Itulah naskah khutbah Idul Fitri 1444 H yang bisa jadi referensi.




(lus/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads