2.940 Data Anomali Peserta UTBK SNBT 2026 Ditemukan, Ada Pidana Bagi yang Curang

ADVERTISEMENT

Round Up

2.940 Data Anomali Peserta UTBK SNBT 2026 Ditemukan, Ada Pidana Bagi yang Curang

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 22 Apr 2026 06:00 WIB
Suasana ruang ujian UTBK-SNBT di Kampus ISBI Bandung
Ilustrasi penyelenggaraan UTBK SNBT 2026 Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Jakarta -

Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau UTBK SNBT 2026 telah digelar 21 April 2026 kemarin. Pihak panitia berhasil membongkar sejumlah aksi kecurangan dengan berbagai modus saat sesi pertama.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru atau SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan Tim Monitoring dan Evaluasi Panitia Pusat SNPMB sudah memetakan ribuan data yang mencurigakan.

Dari 871.496 peserta UTBK tahun ini, tercatat ada 2.940 data anomali di seluruh Pusat UTBK yang sudah masuk radar panitia bahkan sebelum ujian berlangsung. Data ini dijadikan dasar untuk pengawas melakukan pemeriksaan lebih ketat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, sekali lagi, kami sampaikan bahwasanya terdapat jauh lebih baik bagi yang berniat untuk curang dan sebagainya sebaiknya diurungkan," ujar Eduart di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kedokteran Jadi Fokus Pengawasan

Bukan tanpa alasan panitia memperketat pengawasan sejak hari pertama. Berkaca dari UTBK 2025, hampir seluruh kecurangan yang ditemukan atau sekitar 99% berasal dari peserta yang mendaftar ke program studi kedokteran dan kedokteran gigi.

Maka tahun ini, seluruh pendaftar kedokteran dan kedokteran gigi sengaja dijadwalkan untuk ujian pada hari pertama dan kedua.

"Kecurangan tahun lalu itu 99% pada pilihan prodi kedokteran dan kedokteran gigi. Makanya kenapa untuk peserta pilihan prodi kedokteran dan kedokteran gigi itu kita fokuskan di hari pertama dan hari kedua," kata Eduart

4 Modus Kecurangan yang Ditemukan

Berikut ragam modus kecurangan yang berhasil diungkap pada sesi pertama UTBK 2026:

1. Joki dengan dua identitas berbeda

Ditemukan di Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Malang. Satu orang yang sama ikut UTBK pada 2025 dan 2026 dengan nama peserta yang berbeda. Terdeteksi lewat sistem pelacakan data anomali yang sudah disiapkan jauh sebelumnya.

2. Foto pendaftaran dimodifikasi

Ditemukan di UPN Veteran Jawa Timur. Joki mengubah posisi jilbab pada foto yang diunggah saat pendaftaran. Namun, teknologi face recognition panitia tetap berhasil mengenali wajah yang sama.

3. Alat elektronik ditanam di dalam telinga

Ditemukan di Universitas Diponegoro, Semarang. Peserta menyembunyikan alat bantu dengar di dalam liang telinganya. Pelaku harus dibawa ke dokter THT untuk mengeluarkan alat tersebut.

4. Indikasi sindikat kecurangan terorganisir

Indikasi ini ditemukan panitia lokal di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Panitia setempat mengidentifikasi adanya kelompok yang aktif membujuk peserta untuk terlibat dalam kecurangan. Pertanda praktik ini bukan lagi sekadar aksi perorangan.

Sanksi Tegas: dari Blacklist hingga Pidana

Eduart menegaskan pelaku kecurangan dalam UTBK-SNBT tidak hanya dikenai sanksi masuk dalam daftar hitam, tetapi juga berpotensi dijerat pidana. Ia mengungkapkan sejumlah kasus serupa pada pelaksanaan tahun sebelumnya telah berujung pada proses hukum.

Bahkan, panitia menemukan adanya upaya dari pelaku untuk mengajak oknum internal di pusat UTBK bekerja sama dalam praktik kecurangan.

Tak hanya peserta, tindakan tegas juga diberlakukan bagi panitia internal yang terbukti terlibat. Panitia memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan seleksi nasional tersebut.

"Bagi yang melakukan kejadian seperti tahun lalu itu sudah ada yang diproses jalur hukum, bahkan termasuk dengan berusaha mengajak teman-teman panitia di pusat UTBK untuk bekerja sama dan kita menemukan itu sudah ada yang dipecat dan juga dilaporkan ke ranah hukum," katanya.




(pal/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads