Hari Pertama UTBK 2026 Panitia Temukan 2 Modus Kecurangan: Joki dan Alat Bantu

ADVERTISEMENT

Hari Pertama UTBK 2026 Panitia Temukan 2 Modus Kecurangan: Joki dan Alat Bantu

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 21 Apr 2026 08:41 WIB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok di lokasi Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).
Mendikti bersama Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 di lokasi Pusat UTBK UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026). Foto: Cicin Yulianti/deti
Jakarta -

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT mengatakan pihaknya sementara ini berhasil menemukan dua modus kecurangan peserta Ujian Tulis Berdasarkan Tes (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

"Ini sementara sementara kita kumpulkan informasi, cuma kalau saat ini kecurangan yang sudah ditemukan ada dua," kata Edward kepada wartawan di lokasi Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).

Kecurangan tersebut berupa joki dan usaha penggunaan alat bantu. Adapun alat bantu tersebut disebut terhubung secara digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang satu joki yaitu berusaha untuk mengganti kepesertaan dan yang kedua berusaha menggunakan alat bantu. Alat bantu yang terhubung digital, itu sudah kita deteksi," katanya.

ADVERTISEMENT

Kecurangan di Sulawesi Barat

Kecurangan tersebut berasal dari peserta UTBK di Sulawesi Barat. Pihak SNPMB sudah langsung memberikan tindakan tegas, dengan cara menggugurkan secara langsung pelaku tersebut.

"Antisipasi sesuai arahan Pak Menteri setelah kita mendapatkan berbagai macam," tegasnya.

Edward berkaca pada tahun lalu, kecurangan UTBK paling banyak ditemukan dari pendaftar prodi kedokteran dan kedokteran gigi.

"Dan kecurangan tahun lalu itu 99% pada pilihan prodi kedokteran dan kedokteran gigi," katanya.

Edward menegaskan pihak panitia akan tetap melakukan pengawasan, termasuk sejak pendaftaran hingga sebelum peserta masuk ruang ujian.

"Akan tetap dan upaya-upaya kita ya termasuk melakukan deteksi sejak proses pendaftaran. Makanya kenapa tadi yang berusaha untuk mengganti foto dan sebagainya sudah langsung bisa kita temukan," katanya.

Setiap ruang UTBK juga diperketat, termasuk dengan metal detektor dan sebagainya, sehingga penggunaan alat bantu juga bisa ditemukan.

Panitia SNPMB juga sudah langsung menindak berbagai bentuk anomali peserta yang ditemukan selama proses pendaftaran. Panitia menyampaikannya langsung kepada pihak kampus.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads