Mengapa Tes Akademik pada SNBT 2023 Dihilangkan? Ini Alasannya

Mengapa Tes Akademik pada SNBT 2023 Dihilangkan? Ini Alasannya

Devi Setya - detikEdu
Senin, 24 Okt 2022 11:00 WIB
Tes Akademik pada SNBT 2023 Dihilangkan
Foto: BP3 Kemdikbudristek
Jakarta -

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) telah resmi menggantikan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebagai proses penerimaan mahasiswa baru. Nantinya pada SNBT 2023, para calon mahasiswa baru diharuskan mengikuti rangkaian tes dengan skema terbaru.

Dikabarkan melalui akun Instagram @bp3_kemdikbud (24/10/2022) di tahun 2023 nanti, calon mahasiswa yang mengikuti SNBT tidak lagi menjalani ujian tes akademik.

Sebagai gantinya akan ada tes potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan literasi dalam bahasa Inggris atau dikenal dengan sebutan tes Skolastik.

"Untuk meningkatkan kemampuan penalaran serta berpikir kritis calon mahasiswa, mulai tahun 2023 seleksi nasional berdasarkan tes tidak lagi mengujikan tes akademik, melainkan diganti dengan tes potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan literasi dalam bahasa Inggris," tulis keterangan pada akun milik Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) Kemdikbudristek ini.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa rangkaian skema tes terbaru ini ditujukan agar calon mahasiswa dapat berfokus pada logika berpikir dan cara siswa menganalisis suatu problem yang kontekstual.

Dengan lebih menekankan pada proses penalaran, diharapkan proses ini jauh lebih inklusif dan lebih
mengakomodasi keragaman peserta didik, sehingga dapat menghasilkan mahasiswa yang kompeten.

Calon Mahasiswa Dituntut Lebih Kompeten

Dikutip dari laman resmi Kemdikbudristek, Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam, menyampaikan adanya aturan baru terkait proses tes SNBT 2023 ini sebagai pengembangan kebijakan Merdeka Belajar.

"Tujuan dari kebijakan ini utamanya adalah menyambungkan transformasi, perubahan-perubahan, dinamika-dinamika yang sudah dikembangkan melalui kebijakan Merdeka Belajar dari pendidikan dasar hingga menengah dengan transformasi yang dilakukan di pendidikan tinggi dengan Kampus Merdeka," jelas Nizam.

Dengan proses penerimaan mahasiswa baru ini para calon peserta seleksi diharapkan bisa lebih fokus pada pembelajaran, penguasaan materi, kemampuan bernalar, kemampuan literasi dan numerasi yang lebih mendalam.

Selain itu juga mengasah kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan di dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara lintas keilmuan.

Dengan skema baru ini, Kemendikbudristek memberikan kesempatan yang luas bagi calon mahasiswa untuk dapat menempuh pendidikan tinggi sesuai minat dan bakatnya. Calon mahasiswa lebih bebas dalam menentukan program studi pilihannya tanpa merasa dibatasi.

Skema masuk PTN berkorelasi kuat dengan kualitas lulusan perguruan tinggi yang mampu bersaing dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Calon mahasiswa sudah dituntut lebih kritis agar menghasilkan lulusan yang kompeten.

Mengenal Tes Skolastik

Pada SNBT 2023, diterapkan tes Skolastik. Tes ini berisi materi yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa lnggris.

Transformasi dalam seleksi masuk PTN ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikburistek) Nomor 48 Tahun 2022.

Dirangkum dari data DetikEdu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Asriyanti menuturkan, keempat komponen pengukuran dalam tes skolastik mengukur penalaran berbeda yang perlu untuk menguasai bidang ilmu.

"Untuk apa tes ini digunakan? Karena untuk menguasai bidang ilmu, keempat ini sangat penting. Seseorang yang punya kemampuan penalaran tinggi akan mudah belajar sebagian bidang ilmu. Misalnya untuk teknik butuh kompetensi penalaran matematika, potensi kognitif, dan juga literasi baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris juga penting," terangnya.

"Karena kalau tidak ingin ketinggalan perkembangan teknologi, tidak hanya butuh kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan membaca secara kritis, berpikir kritis. (Bidang ilmu) ekonomi, kimia, semuanya perlu ini," tutup Asriyanti.



Simak Video "Nadiem Sentil Tes Mandiri PTN, Sebut Tak Ada Standar Transparansi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia