Perbedaan SBMPTN dan SNBT 2023, Bagaimana Mekanismenya?

Perbedaan SBMPTN dan SNBT 2023, Bagaimana Mekanismenya?

dvs - detikEdu
Senin, 26 Sep 2022 12:15 WIB
UTBK di UGM 2022
SBMPTN 2022 di UGM. Apa perbedaan SBMPTN dan SNBT 2023? Foto: Dok. UGM
Jakarta -

Adanya aturan baru terkait skema seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) membuat beberapa sistem seleksi yang lama mengalami perubahan. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) memiliki perbedaan mekanisme dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Apa perbedaan SBMPTN dan SNBT?

Tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022, SNBT menjadi proses seleksi masuk PTN yang meliputi tes terstandar berbasis komputer yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris.

Seleksi masuk PTN 2023 ini nantinya sudah tidak lagi dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). SNBT dan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru PTN ke depan berada di bawah Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP).

Perbedaan SBMPTN dengan SNBT

Mekanisme SBMPTN

1. Calon mahasiswa yang mengikuti SBMPTN wajib menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA), Tes Potensi Skolastik (TPS), dan Tes Bahasa Inggris.

2. Peserta SBMPTN 2022 dibagi ke dalam 3 kelompok ujian sesuai program studi yang dipilih, yaitu:

- Sains dan Teknologi (Saintek), dengan materi berupa TKA Saintek (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi), ujian TPS, dan Bahasa Inggris.

- Sosial dan Humaniora (Soshum), materinya berupa TKA Soshum (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi), ujian TPS, dan Bahasa Inggris.

- Campuran, materinya berupa TKA Soshum, TKA Saintek, ujian TPS, dan Bahasa Inggris.

3. Materi dalam SBMPTN 2022 cenderung berfokus pada hafalan, bukan penalaran.

Mekanisme SNBT

1. Pada SNBT, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dihapuskan sehingga peserta tidak lagi berfokus pada mata pelajaran sesuai dengan kelompok-kelompok ujian (Soshum, Saintek dan Campuran) pada seleksi masuk PTN.

2. Materi tes SNBT berfokus pada tes skolastik untuk mengukur kemampuan siswa dalam beberapa hal, yaitu:

- Potensi kognitif

- Penalaran matematika

- Literasi dalam bahasa Indonesia

- Literasi dalam bahasa Inggris

3. SNBP lebih menekankan penalaran ketimbang hafalan.

Jumlah Kuota SNBT

Jumlah kuota antara PTN dan PTN Badan Hukum (PTN-BH) dibedakan pada seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) PTN.

Daya tampung SNBT tercantum dalam pasal 15 ayat 3 Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022.

Bagi SNBT di kampus PTN, daya tampung minimalnya 40 persen. Sementara itu, daya tampung SNBT di kampus PTN-BH yaitu minimal 30 persen.

Peraturan Baru dalam SNBT

Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 juga menjelaskan aturan terbaru mengenai skema SNBT. Berikut aturannya:

1. Calon mahasiswa dapat mengikuti tes SNBT sebanyak 2 kali.

Ketentuan yang tercantum pada pasal 6 ayat 3 menjelaskan bahwa SNBT dapat dilaksanakan beberapa kali dalam tahun berjalan dan setiap calon mahasiswa dapat mengambil kesempatan paling banyak 2 kali tes.

2. PTN dapat menambahkan persyaratan tambahan portofolio untuk Prodi Seni dan Olahraga

PTN dapat menambahkan persyaratan SNBT mengenai portofolio untuk prodi yang membutuhkan keterampilan fisik, seperti Profi Seni dan Olahraga. Namun, pihak PTN tetap harus mengajukan penambahan persyaratan kepada Kementerian. Aturan ini tersemat dalam pasal 7 ayat 2.



Simak Video "Nadiem Makarim Rombak SBMPTN: Tidak Ada Lagi Tes Mata Pelajaran"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia