Siswa Perlu Hati-hati, Ini 3 Risiko Lolos SNMPTN tapi Tidak Diambil

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 26 Jan 2022 15:30 WIB
Ilustrasi SNMPTN 2022
Foto: Tim Infografis
Jakarta -

Jelang pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 14-28 Februari 2022, siswa perlu memperhatikan beberapa hal. Mulai dari persyaratan pemilihan program studi (prodi) hingga tahapan setelah dinyatakan diterima.

Misalnya saat pemilihan program studi, setiap siswa bisa memilih dua prodi di satu PTN atau dua PTN. Apabila memilih dua prodi, maka salah satunya harus ada di PTN pada dua provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asal. Apabila memilih satu prodi saja, maka bisa memilih PTN yang ada di provinsi manapun.

Kemudian, siswa juga disarankan tidak memilih lintas minat (bergantung pada ketentuan PTN yang dituju.

Selain itu, bagi siswa yang dinyatakan lolos nantinya juga wajib diambil. Karena jika tidak diambil ada beberapa risiko yang ditanggung. Di antaranya adalah sebagai berikut.


1. Tidak Bisa Daftar UTBK-SBMPTN

Dalam "Sosialisasi SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Jalur Masuk UI 2022", Kamis (6/1/2022) lalu, Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto, mengatakan siswa yang diterima di jalur SNMPTN sudah tidak bisa lagi mendaftar SBMPTN.

"Adik-adik yang sudah diterima di jalur SNMPTN yang akan diumumkan pada tanggal 29 Maret 2022 sudah tidak diizinkan lagi mendaftar UTBK SBMPTN," ucapnya dikutip dari akun YouTube Universitas Indonesia (UI).

2. Tidak Bisa Mendaftar ke Sekolah Kedinasan

Selain itu, risiko lolos SNMPTN 2022 yang tidak diambil juga dijelaskan Ketua Umum LTMPT Mochamad Ashari terkait peluang mendaftarkan diri di sekolah kedinasan.

Ashari mengatakan, siswa yang lolos SNMPTN 2022 tidak dapat lolos seleksi perguruan tinggi kedinasan yang menggunakan nilai UTBK. Sebab, siswa yang lolos SNMPTN tidak dapat mengikuti ujian UTBK yang digelar di SBMPTN.

"Siswa yang telah lulus SNMPTN, secara sistem di-setting tidak dapat mengikuti tes UTBK sehingga siswa tersebut tidak akan lulus di SBMPTN yang seleksinya berdasarkan hasil nilai UTBK. Beberapa PT (perguruan tinggi) Kedinasan bekerjasama dengan LTMPT untuk menggunakan nilai UTBK sebagai seleksi mahasiswa baru sehingga siswa tersebut tidak memiliki nilai UTBK, yang artinya tidak akan lulus masuk seleksi," terang Ashari pada detikEdu, Jumat (21/1/2022) lalu.

Dengan risiko ini, diharapkan siswa berpikir matang sebelum ikut SNMPTN 2022. Jika tidak akan diambil maka sebaiknya jangan ikut SNMPTN.

3. Sekolah Bisa Terkena Blacklist

Risiko lainnya adalah sekolah bisa masuk daftar hitam atau blacklist PTN jika peserta didik yang lolos SNMPTN 2022 tidak melakukan daftar ulang.

Ashari menyampaikan bahwa calon mahasiswa yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN namun tidak segera melakukan daftar ulang, maka dampak buruk kepada sekolah.

Salah satu kemungkinan yang sering terjadi yakni PTN melakukan blacklist pada sekolah tersebut.

"Kalau sudah masuk tapi tidak melakukan daftar ulang, sehingga berikutnya ada perguruan tinggi yang melakukan blacklist. Tapi tidak semua PTN melakukan itu," kata Ashari mengutip CNN Indonesia.



Simak Video "Bebas Biaya Pendidikan, Ini Referensi Sekolah Kedinasan Jakarta-Jabar"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia