10 Cara Belajar SBMPTN Ala Helmi, Peraih Dua Nilai UTBK Sempurna

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 20 Jul 2021 20:15 WIB
Helmi Abdillah Faza di kampus ITB (dok. pri)
Helmi Abdillah Faza lolos SBMPTN di ITB Bandung (dok. pri)
Jakarta - Apakah kamu masuk golongan ambis belajar SBMPTN sejak kelas 10? Atau kamu malah tipe pelajar sistem ngebut yang termotivasi belajar SBMPTN sejak kelas 12 kalau udah mepet jadwal ujian?

Nah, kisah Helmi berikut bisa jadi inspirasi buat dua jenis tipe ini. Gimana ceritanya?

Helmi Abdillah Faza meraih nilai UTBK SBMPTN sempurna untuk mata pelajaran kimia dan nilai pengetahuan kuantitatif di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021.

Dengan nilai Matematika 917,2, Fisika 450,29, Kimia 1000, dan Biologi 599,15, anak pasangan Bambang Sudiyanto dan Nurjanah Marlani ini diterima di Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung atau SAPPK ITB.

"Aku enggak nyangka sempurna. Aku kuatin belajar di Matematika IPA, tapi belum (dapat nilai) 1000, hehe," kata Helmi, ditulis Selasa (20/7/2021).

Alumnus MAN Insan Cendekia Serpong ini menuturkan, ia sempat gagal SNMPTN untuk fakultas yang sama di ITB. Helmi menuturkan, ia lalu mulai fokus belajar UTBK SBMPTN sejak Maret 2021. Sementara itu, pelaksanaan UTBK Gelombang I berlangsung pada 12-18 April 2021. Pelaksanaan UTBK Gelombang II dilaksanakan pada 26 April-2 Mei 2021.

Bagaimana cara memulai belajar SBMPTN di waktu singkat begitu? Lalu, bagaimana jika kamu mau ambis dari kelas 10? Berikut cara belajar UTBK SBMPTN ala Helmi.

1. Belajar, olimpiade, dan ajari teman

Meskipun Helmi mulai serius belajar UTBK SBMPTN dalam satu bulan lebih, bukan berarti ia santai dan tidak belajar sejak kelas 10. Ia menuturkan, dirinya senang belajar dan main game dengan teman. Karena suka dengan mata pelajaran kimia, ia juga mencoba ikut olimpiade kimia agar makin termotivasi belajar.

Ia menambahkan, pemahamannya dengan materi makin baik karena menjelaskan jawaban soal ke teman-temannya.

"Nyicil belajar UTBK SBMPTN juga dari situ jadinya. Walau enggak di (olimpiade tingkat) nasional, bisa buat bahan lolos di UTBK. Karena aku bisa kerjain soal kimia, banyak teman nanya soal. Aku mantap (pemahaman materinya) karena sambil ngajarin teman," kata Helmi.

2. Ikut tes minat dan bakat

Kelahiran Maret 2003 ini menuturkan, ia semula ingin masuk prodi Teknik Kimia ITB. Kendati demikian, ia ragu dengan kemampuannya masuk prodi di fakultas favorit ITB tersebut. Ia menuturkan, keraguannya jadi lebih teryakinkan ketika mengikuti tes psikotes di sekolah.

"Hasil psikotesnya, salah satu pilihan jurusannya (buatku) itu arsitektur, teknik sipil, teknik kimia. Aku pilih arsitektur karena aku suka gambar juga. Sesuai minat bakat, karena enggak enak kalau kuliah terpaksa, nanti jelek nilainya, malah enggak lulus," kata Helmi.

Jika sekolah kamu tidak mengadakan psikotes, kamu bisa mengambil tes ini di Puskesmas yang menyediakan layana psikolog, biro psikologi di kampus di kotamu, atau biro psikologi independen.

3. Belajar sesuai waktu efektif

Helmi menuturkan, ia belajar UTBK SBMPTN mengikuti waktu efektif belajarnya, yaitu malam hari. Menurutnya, cara belajar ini sekaligus menjaga mental health. "Jangan dipaksain belajarnya," katanya.

Ia bercerita, dirinya belajar malam hari hingga pukul 1-2 dini hari. Jika sedang bersemangat, ia belajar hingga waktu subuh tiba. Setelah itu, ia kembali tidur hingga jam masuk sekolah dimulai.

Helmi mengatakan, ia juga membagi energi dengan memilih kelas yang penting diikuti. Ia menjelaskan, sekolahnya menyediakan opsi bimbel SBMPTN hingga pukul 3 sore. Sementara itu, riset kecil-kecilannya menemukan bahwa pembobotan matematika IPA cukup tinggi untuk prodi incarannya.

Untuk itu, ia berstrategi dengan ikut kelas fisika dan matematika saja di bimbel sekolah. Jadwal kelas lain dipergunakannya untuk tidur siang, istirahat, bimbel online, dan me time sebelum belajar lagi di malam hari. Ia menjelaskan, malam hari diisi dengan latihan soal dua tahun terakhir.

"Aku enggak suka pakai dua buku soal dan pembahasan yang suka dipakai itu, karena banyak pembahasan yang salah," kata Helmi.

4. Belajar UTBK tanpa bimbel atau wajib bimbel?

Helmi menuturkan, ia menggunakan salah satu platform bimbel online yang menurutnya cukup ekonomis. Platform tersebut menggunakan format kelas Zoom untuk belajar.

"Enak karena tatap muka online. Jadi kalau enggak ngerti, bisa langsung ditanya ke gurunya. Bisa mulai dari jam 3 sore sampai 9 malam, pas isya istirahat. Dari aku enggak suka matematika IPA jadi suka, dan paham," kata Helmi.


5. Atur suasana belajar kondusif

Alumnus sekolah berasrama ini menuturkan, dirinya lebih suka belajar di rumah karena punya akses sumber belajar lebih banyak, seperti internet, smartphone, dan laptop. Nah, kamu juga bisa atur ruangan belajar dan sumber belajar yang mengakomodasi cukup sumber belajar, tapi pastikan enggak mendistraksi, ya.

6. Pilih materi yang banyak keluar

Helmi menuturkan, ia memaksimalkan waktu belajar UTBK SBMPTN dengan fokus pada materi yang banyak keluar di ujian sebelumnya. Ia menjelaskan, platform bimbel online yang digunakannya memberi tahu materi apa yang banyak keluar di UTBK SBMPTN. Menurutnya, daftar materi ini amat membantu siswa yang belajar UTBK di waktu mepet.

"Belajar materi sama soalnya, malamnya latihan soal. Belajar materi yang penting, sisanya aku tinggalin," kata Helmi.

Di sisi lain, Helmi mengatakan, belajar fokus sejak awal sekolah turut membantu strategi persiapan UTBK mepet seperti di atas. "Karena aku belajar kimia pas ikut olimpiade, aku engga belajar lagi kimia sama fisika," terangnya.

Helmi mengatakan, jika tidak ikut bimbel online, kamu juga bisa mencari kisi-kisi materi yang banyak keluar di SBMPTN di Twitter.

Selanjutnya diskusi dengan teman



Simak Video "Peserta UTBK Bersuhu 37,5 Derajat Lebih Harus Tes PCR Mandiri"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia