10.444 Pendaftar Ikut Tes Jalur Mandiri Unair, 3.003 Peserta KIP-Kuliah

Esti Widiyana - detikEdu
Senin, 28 Jun 2021 15:01 WIB
Universitas Airlangga (Unair)
Seleksi jalur mandiri Universitas Airlangga diikuti lebih dari 10 ribu peseta (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Seleksi jalur mandiri lewat ujian offline mulai digelar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sejak Sabtu (26/6/2021). Sebanyak 10.444 pendaftar dan tersebar dalam 10 sesi ujian dalam lima hari pelaksanaan.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Ach Solihin mengatakan dari jumlah 10.444 pendaftar mandiri, 3.003 diantaranya merupakan pendaftar pemagang KIP-Kuliah. Unair memberikan kesempatam kepada peserta dari golongan tidak mampu.

"Peserta KIP-K ada 3.003. Adanya pendaftar KIP K ini karena Unair memberikan kesempatan kepada masyarakat dari keluarga atau golongan tidak mampu yaitu pemegang KIP-K untuk mengikuti ujian mandiri ini," kata Solihin kepada wartawan di Gedung ACC Kampus C, beberapa waktu lalu.

Solihin menjelaskan, jika Unair menyiapkan 1.400 kapasitas KIP-K untuk mahasiswa baru. Tetapi kapasitas ini sudah diambil di jalur SNMPTN dan SBMPTN.

"Sehingga tersisa sekitar 300 mahasiswa baru untuk jalur mandiri. Tetapi kuota tersebut tergantung hasil tes peserta apakah memenuhi atau tidak dengan sebaran nilai peserta sesuai prodi yang dipilih," jelasnya.

Sementara untuk daya tampung secara keseluruhan pada seleksi jalur mandiri yaitu 50 persen dari kapasitas. Karena Unair merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Namun Unair sudah menerima calon mahasiswa lebih di jalur SNMPTN dan SBMPTN. Sehingga daya tampung mandiri disediakan sekitar 2.800, jumlah tersebut menyesuaikan daftar ulang SBMPTN.

Sebelum melakukan ujian, terdapat syarat utama yang harus dipenuhi peserta. Yakni dalam kondisi sehat, dengan menunjukkan hasil rapid antigen negatif yang berlaku 3 hari sebelum ujian. Peserta juga harus mempersiapkan segala dokumen, mulai dari ijazah atau surat keterangan lulus dan kartu peserta.

"Di ujian hari pertama ini ada satu peserta yang di tolak karena tidak menunjukkan hasil swab antigen. Dan berarti gugur karena kami tidak menyiapkan ujian susulan," katanya.

Solihin menegaskan, jika pihaknya dengan ketat menerapkan protokol kesehatan saat tes ujian SBMPTN. Mulai dari cek suhu tubuh, cuci tangan, cek suhu tubuh sebelum masuk ruang ujian.

"Kami juga menyediakan tim satgas yang memantau proses jalannya ujian sesuai prokes. Serta bekerjasama dengan satgas covid di tingkat universitas untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat," urainya.

Salah satu peserta dari Makassar, Qur'annisa Ainnayah Achmar mengatakan, jika ia sudah mencari informasi tentang fasilitas yang dimiliki Unair sebagai kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran. Ia juga sudah menyiapkan diri sejak awal untuk mengikuti ujian secara offline pada seleksi jalur mandiri.

"Karena sudah ingin belajar mandiri, sejak awal saya sudah siap-siap untuk tes offline. Termasuk menyiapkan tes rapid antigen dan isolasi mandiri supaya tidak sakit," ujarnya.



Simak Video "Unik! Penampakan Gunung Semeru 'Bertopi' Awan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia