Studi Enuma: Nilai Literasi dan Numerasi Nasional Naik, tapi...

ADVERTISEMENT

Studi Enuma: Nilai Literasi dan Numerasi Nasional Naik, tapi...

Kalila Untsa - detikEdu
Rabu, 04 Nov 2026 08:30 WIB
ilustrasi riset
Ilustrasi riset Foto: thinkstock
Jakarta -

Kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar (SD) di Indonesia masih menghadapi tantangan. Meski rata-rata nasional kedua indikator tersebut meningkat pada 2025, sebagian besar daerah yang diteliti justru mencatat penurunan capaian dibandingkan tahun sebelumnya.

Temuan ini terungkap dalam studi yang dilakukan Enuma bersama Telaah Institute bertajuk Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital yang Berkelanjutan: Pelajaran dari Sembilan Daerah. Hasil penelitian tersebut dipaparkan pada Selasa (3/11/2026). Studi tersebut didanai Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui program Inclusive Business Solution (IBS).

Penelitian menemukan delapan dari sembilan daerah yang menjadi objek studi mengalami penurunan nilai literasi dan numerasi pada 2025. Hanya DKI Jakarta yang mencatat kenaikan pada kedua indikator tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi ini melibatkan 26 responden dari sembilan wilayah, yakni Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bogor, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Tangerang, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, dan DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

Penelitian berlangsung selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data sekunder, antara lain Rapor Pendidikan Daerah, data APBD Pendidikan, dan Neraca Pendidikan. Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam secara daring dengan pemangku kepentingan di dinas pendidikan dan instansi terkait.

"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program pembelajaran digital yang berkelanjutan pada jenjang sekolah dasar," ujar peneliti Telaah Institute, Akbar Dzidan.


Nilai Literasi dan Numerasi di 6 Kabupaten di Bawah Nasional

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata nasional kemampuan literasi pada 2025 mencapai 60,2. Angka tersebut meningkat 2,8 poin dibandingkan 2024 yang berada di level 57,4.

Peningkatan juga terjadi pada kemampuan numerasi. Rata-rata nasional naik dari 47,1 pada 2024 menjadi 53,3 pada 2025, atau bertambah 6,2 poin.
Namun, kenaikan rata-rata nasional itu tidak diikuti oleh sebagian besar daerah yang menjadi objek penelitian. Enam kabupaten studi, yakni Aceh Utara, Manggarai, Tangerang, PALI, Pelalawan, dan Bogor, mencatat nilai literasi maupun numerasi di bawah rata-rata nasional.

Akbar mengatakan, daerah dengan capaian di bawah rata-rata nasional tersebut umumnya merupakan kabupaten dengan karakteristik wilayah yang didominasi kawasan pedesaan.

"Daerah dengan capaian di bawah rata-rata nasional adalah daerah kabupaten dengan mayoritas pedesaan," ujar Akbar.

Jika dibandingkan dengan hasil pada 2024, delapan dari sembilan daerah studi mengalami penurunan nilai literasi. Kondisi serupa terjadi pada kemampuan numerasi.

DKI Jakarta menjadi satu-satunya daerah yang mencatat peningkatan pada kedua indikator. Nilai literasi di Jakarta naik tipis dari 71,3 pada 2024 menjadi 71,5 pada 2025. Sementara itu, nilai numerasinya meningkat dari 52,8 menjadi 59,3.

Berikut perbandingan nilai literasi dan numerasi di sembilan daerah studi pada 2024 dan 2025.

1. Nilai Literasi

Rata-rata nasional literasi pada 2025 mencapai 60,2. Berikut nilai literasi masing-masing daerah studi:
1. Kabupaten Aceh Utara: 45,8, turun 1,8 poin dari 47,6 pada 2024.
2. Kabupaten Manggarai: 53,0, turun 1,3 poin dari 54,3.
3. Kabupaten Tangerang: 53,4, turun 2,8 poin dari 56,2.
4. Kabupaten PALI: 53,7, turun 2,3 poin dari 56,0.
5. Kabupaten Pelalawan: 55,6, turun 3,4 poin dari 59,0.
6. Kabupaten Bogor: 57,2, turun 3,9 poin dari 61,1.
7. Kota Balikpapan: 64,9, turun 3,6 poin dari 68,5.
8. Kota Denpasar: 66,4, turun 2,8 poin dari 69,2.
9. DKI Jakarta: 71,5, naik 0,2 poin dari 71,3.
Dari data tersebut, Kabupaten Aceh Utara mencatat nilai literasi terendah di antara sembilan daerah yang diteliti. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Bogor, yakni 3,9 poin.

2. Nilai Numerasi

Pada kemampuan numerasi, rata-rata nasional 2025 tercatat sebesar 53,3, meningkat 6,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut perolehan nilai numerasi di sembilan daerah studi:
1. Kabupaten Aceh Utara: 42,0, turun 3,8 poin dari 45,8 pada 2024.
2. Kabupaten Tangerang: 46,8, turun 4,1 poin dari 50,9.
3. Kabupaten Pelalawan: 47,9, turun 3,3 poin dari 51,2.
4. Kabupaten Manggarai: 48,2, turun 2,1 poin dari 50,3.
5. Kabupaten PALI: 49,1, turun 3,4 poin dari 52,5.
6. Kabupaten Bogor: 49,7, turun 4,4 poin dari 54,1.
7. Kota Balikpapan: 51,8, turun 3,6 poin dari 55,4.
8. Kota Denpasar: 53,6, turun 3,8 poin dari 57,4.
9. DKI Jakarta: 59,3, naik 6,5 poin dari 52,8.
Kabupaten Aceh Utara kembali menjadi daerah dengan nilai terendah, yakni 42,0. Adapun penurunan numerasi terbesar tercatat di Kabupaten Bogor, yaitu 4,4 poin.

Banyak SD di Kabupaten Masih Berkategori Kurang

Selain membandingkan nilai literasi dan numerasi, penelitian ini juga memetakan %tase satuan pendidikan berdasarkan capaian kompetensi minimum siswa.

Tim peneliti membagi capaian sekolah ke dalam tiga kategori, yaitu baik, sedang, dan kurang. Kategori baik diberikan apabila lebih dari 75 peserta didik telah mencapai kompetensi minimum.

Kategori sedang berlaku jika 40-75 % peserta didik mencapai kompetensi minimum. Sementara itu, kategori kurang menunjukkan kurang dari 40 % peserta didik telah mencapai kompetensi minimum.

Pada aspek literasi, persentase SD yang masuk kategori baik paling tinggi terdapat di DKI Jakarta sebesar 80,6 %, disusul Denpasar 79,3 % dan Balikpapan 73 %.

Sebaliknya, tiga kabupaten dalam penelitian masih memiliki proporsi SD kategori kurang yang cukup besar. Aceh Utara menjadi daerah dengan proporsi SD kategori kurang tertinggi, yakni 46 %. Berikutnya, Manggarai sebesar 27,3 % dan Tangerang 24,9 %.

Gambaran serupa terlihat pada kemampuan numerasi. Proporsi SD kategori kurang di Aceh Utara kembali mencatat persentase tertinggi, yakni 50,7 %. Setelah itu, Tangerang mencapai 34,7 % dan Manggarai 30,9 %.

Adapun proporsi SD kategori baik pada aspek numerasi paling tinggi tercatat di DKI Jakarta sebesar 56,9 % dan Denpasar 51,9 %. Di Aceh Utara, proporsi sekolah dalam kategori tersebut hanya 11,8 %.

"Setengah dari SD di Kabupaten Aceh Utara itu punya proporsi nilai yang sebenarnya masih kurang baik untuk capaian numerasi," kata Akbar.

Temuan tersebut memperlihatkan kebutuhan intervensi pendidikan di setiap daerah tidak bisa disamaratakan. Kabupaten dengan proporsi sekolah kategori kurang yang tinggi masih membutuhkan penguatan kemampuan dasar literasi dan numerasi.

"Intervensi dasar literasi dan numerasi masih sangat dibutuhkan di daerah dengan proporsi sekolah berkategori 'kurang' yang besar. Sementara itu, daerah seperti Jakarta, Denpasar, dan Balikpapan membutuhkan intervensi yang lebih kompleks daripada intervensi dasar," tutur Akbar saat memaparkan hasil studi.

Halaman 2 dari 2
(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads