Penilaian TKA Pakai Metode IRT, Soal Sulit Otomatis Nilai Lebih Tinggi?

ADVERTISEMENT

Penilaian TKA Pakai Metode IRT, Soal Sulit Otomatis Nilai Lebih Tinggi?

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 15 Okt 2026 07:30 WIB
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia
TKA SMA hingga SLB di seluruh Indonesia. Foto: (Dokumentasi Kemendikdasmen)
Jakarta -

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dinilai menggunakan metode Item Response Theory Two-parameter Logistic Model (IRT 2PL). Dengan penilaian berbasis IRT 2PL, setiap butir soal dinilai sesuai bobot tantangan supaya tidak ada peserta yang dirugikan oleh variasi paket soal.

Dengan metode penilaian ini, dua orang siswa dapat memiliki jumlah butir jawaban benar, tetapi skor bisa berbeda. Sebagai contoh pada siswa A, ia memiliki jawaban benar 20 butir soal. Soal yang ia kerjakan didominasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi, maka dapat diestimasi ia memiliki kemampuan lebih tinggi.

Di sisi lain, pada siswa B, ia juga memiliki jawaban benar 20 soal. Namun, soal yang dikerjakan didominasi soal-soal dasar, sehingga dapat diestimasi kemampuannya berada pada tingkat rata-rata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika demikian, apakah artinya jika mendapat soal sulit, maka otomatis memperoleh nilai lebih besar?

ADVERTISEMENT

Cara yang Benar Menafsirkan Nilai TKA

Menurut penjelasan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin yang diunggah dalam akun resmi Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, penilaian IRT mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik setiap soal. Ini berarti, penilaian tidak cuma bergantung secara mentah pada jawaban benar, tetapi juga kualitas penyelesaian soal.

Jumlah jawaban benar dua orang siswa bisa sama, tetapi salah satu paket berpotensi sedikit lebih mudah. Sehingga, hanya dengan menghitung jawaban benar, belum tentu menunjukkan kemampuan yang sebanding.

Akan tetapi, bukan berarti untuk setiap soal sulit otomatis akan diberikan bonus nilai lebih besar. Sebab, kemampuan siswa ditakar melalui pengolahan seluruh jawaban dan karakteristik soal yang sudah dianalisis.

Untuk memperkirakan kemampuan akademik siswa, penilaian IRT memperhatikan seberapa sulit soal sekaligus seberapa baik soal dalam membantu membedakan tingkat penguasaan peserta terkait materi yang dihadapi.

Pada skor TKA SMA yang berskala 200-800, misalnya dengan skor 600, bukan berarti siswa menjawab benar 60 persen soal. Angka ini memperlihatkan hasil pada skala pelaporan TKA.

Oleh sebab itu, saat membaca skor TKA, secara bersamaan juga perlu membaca penjelasan capaiannya. Skor TKA perlu dibaca dengan pedoman interpretasi yang sesuai.



(nah/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads