Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA kini ditentukan dengan rentang 200-800. Selain itu, terdapat titik acuan skor 500. Apa maksudnya?
Titik acuan TKA adalah patokan tengah instrumen tes dan sifatnya tetap. Dalam sistem penilaian Item Response Theory (IRT) yang digunakan dalam TKA, titik acuan berakar dari nilai logit 0, yaitu kondisi imbang ketika peserta dengan kemampuan sedang memiliki peluang 50:50 menjawab benar soal berbobot sedang.
Diterangkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen) melalui akun resmi, dalam skala skor TKA 200-800, posisi logit tersebut dipetakan tepat pada angka 500. Sehingga, angka 500 menjadi titik jangkar instrumen, bukan nilai kosong atau rata-rata kebetulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan titik acuan 500 tersebut, siswa bisa mengetahui di mana letak kemampuan masing-masing. Simak cara membacanya!
Cara Membaca Skor TKA Berdasarkan Acuan 500
- 500-800: Kemampuan siswa berada di atas titik acuan instrumen.
- 200-499: Kemampuan berada di bawah titik acuan instrumen.
Lalu, apa bedanya dengan rata-rata nasional?
Perbedaan Titik Acuan TKA dengan Rata-rata Nasional
Titik acuan 500 pada TKA SMA bersifat tetap. Sebaliknya, rata-rata nilai nasional sifatnya dinamis.
Rata-rata nasional bisa berada di atas atau di bawah 500, tergantung pada performa para peserta TKA pada tahun tersebut. Sebagai contoh, skor 501 sudah pasti berada di atas titik acuan, tetapi belum tentu di atas rata-rata nasional TKA pada tahun tersebut.
Skala dengan rentang tertentu (bukan 0-100) juga digunakan dalam berbagai tes terstandar internasional. Misalnya, pada TOEFL ITP/PBT menggunakan skala terstandar rentang 310-677, bukan 0-100. Kemudian pada SAT, rentang yang digunakan untuk mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa adalah 200-800.
