×
Ad

Wamendikdasmen: Korps Kadet Tak Ajarkan Siswa Kemiliteran, Tapi Ini

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 23 Sep 2026 14:02 WIB
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat. Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Jakarta -

Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) sebagai ekstrakurikuler di SMA/sederajat resmi diluncurkan pada hari ini, Rabu (23/9/2026). Hadir dalam peresmian tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan esensi dari ekstrakurikuler ini.

Ia menegaskan bahwa KKRI dihadirkan untuk siswa sebagai wadah belajar bela negara. Walaupun siswa akan dilatih langsung oleh perwira, tetapi mereka tidak akan dilatih secara militer.

"Dan ingin saya tekankan kembali mengulangi apa yang disampaikan oleh Pak Letjen Gabriel tadi, bahwa KKRI ini sama sekali dan tidak benar ada semacam kesan, semacam militerisme di sekolah," kata Atip dalam Grand Launching KKRI 2026 di SMKN 26 Jakarta, Jakarta Timur pada Rabu (23/9/2026).

KKRI Ajarkan Siswa Bela Negara

Atip mengatakan, lebih tepatnya KKRI akan mengajarkan siswa pemahaman bela negara. Selain itu, siswa juga akan diajarkan wawasan kebangsaan hingga kepemimpinan.

"Akan tetapi justru yang ditekankan di sini adalah bela negaranya," katanya.

Perwira yang hadir ke sekolah menurut Atip hanya akan berbagi ilmu. Ia menambahkan, pelatihan secara militer tidak dilakukan kepada anggota ekstrakurikuler Korps Kadet.

"Walaupun hadir para perwira di sekolah, itu adalah sharing, bagian dari pengalaman, sharing ilmu pengetahuan. Karena para perwira adalah mereka yang berdiri di garis depan di dalam membela negara ini, sehingga sesuatu yang merupakan keniscayaan apabila sharing pengalaman dan sharing pengetahuan itu diberikan untuk para siswa KKRI ini," jelas Atip.

Bentuk Karakter-Didik Disiplin Siswa

Ditambahkan oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas), Letjen Gabriel Lema, KKRI akan menanamkan pembelajaran karakter hingga mendidik kedisiplinan siswa. Setidaknya, siswa anggota KKRI memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai warga di masyarakat.

"Melalui KKRI, para peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman yang membentuk kedisiplinan, kepemimpinan juga ada di situ, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam menjalankan peran di tengah masyarakat," tuturnya.

Dengan adanya KKRI ini, pelatihan wawasan kebangsaan tersebut direncanakan untuk membuka banyak peluang sekaligus menuntut kemampuan berpikir kritis, bersikap bijak, dan bertanggung jawab.

"Oleh karena itu, pendidikan karakter tidak cukup hanya diperoleh di ruang kelas saja, tetapi perlu dibentuk melalui pengalaman dan kebiasaan, tentunya pengalaman dan kebiasaan itu mulai dari kehidupan hari-lepan-hari atau dalam keseharian," kata Gabriel.



Simak Video "Video Soal Kurikulum Bela Negara, Dirjen Kemendikti: Banyak Sisi Positif"

(cyu/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork