Sederet Alasan Siswa Ikut Korps Kadet: Ingin Tembus PTN-Akmil

ADVERTISEMENT

Sederet Alasan Siswa Ikut Korps Kadet: Ingin Tembus PTN-Akmil

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 23 Sep 2026 17:00 WIB
Anggota Korps Kadet dari berbagai sekolah di Jakarta
Anggota Korps Kadet dari berbagai sekolah di Jakarta. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Peluncuran Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) menuai perhatian siswa di seluruh Indonesia. Terlebih bagi siswa yang bercita-cita masuk Akademi Militer (Akmil).

Antusiasme tersebut juga dirasakan oleh salah satu siswa asal SMAN 54 Jakarta, Yabes Devantino Pardamean. Besar harapannya, usai bergabung dengan KKRI ia bisa lebih mudah masuk Akmil.

Selain itu, ia juga berharap sertifikat anggota KKRI bisa menambah portfolionya masuk perguruan tinggi negeri (PTN), jika tidak jadi memilih Akmil setelah lulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, aku ngincer tadinya awalnya PTN, tapi disuruh mama itu dulu, coba dulu Akmil," katanya saat ditemui dalam acara Grand Launching KKRI 2026 di SMKN 26 Jakarta, Jakarta Timur pada Rabu (23/9/2026).

ADVERTISEMENT

Harapan Tembus PTN

Belum lama ini, Yabes bergabung KKRI setelah mendapat ajakan dari gurunya di sekolah. Ia melihat prospek yang baik dari kegiatan di KKRI.

"Kata Pak Budi itu kan yang ngajak saya juga itu katanya kan bisa dapat sertifikat, mungkin juga bisa dipakai buat nanti SNBP, nah. Itu doang yang aku tahu sih. Mungkin bisa dipakai buat SNBP, terus nanti mungkin juga gara-gara aku ikut ini bisa ngebantu aku dapat nilai tambahan waktu lagi tes," tambahnya.

Selaras dengan Yabes, siswa asal sekolah sama yakni Muhammad Yasin juga punya harapan yang sama. Cita-citanya ingin jadi jurnalis.

Meski tidak ada kaitan langsung dengan impiannya, tetapi Yasin yakin lewat KKRI ia bisa memiliki mental tangguh. Menurutnya, seorang jurnalis harus kuat karena banyak bekerja di lapangan.

"Harapan aku sebenarnya ya pertama, disiplin sih. Disiplin, tahu waktu, tahu aturan gitu, biar aku nggak bisa semena-mena gitu," ungkap Yasin.

Ingin Jadi Lebih Disiplin

Berbeda dengan Yabes dan Yasin, Syavina Maharani memilih ikut KKRI bukan dengan harapan tembus PTN atau Akmil. Ia hanya berharap dapat menjadi lebih disiplin.

"Kalau cita-cita aku ke depan sih emm enggak (berhubungan) ya, tapi dari diri aku sendiri selagi itu berdampak baik juga buat apa ya? Buat nasionalisme aku, kedisiplinan aku, itu nggak apa-apa," tuturnya.

Ia mengaku baru bergabung dengan KKRI sehingga belum mendapatkan pembelajaran di sekolah. Namun, ia yakin setelah ikut KKRI ia bisa jadi sosok yang lebih disiplin.

"Karena kan ini masih grand launching dan kita baru diundang untuk ikut ke grand launching ini. Tapi yang paling sering kita dengar itu isinya tentang bela negara. Iya, jadi ee lebih dididik juga siswa-siswinya tuh buat disiplin gitu lho," tuturnya.

Ditegaskan oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas), Letjen Gabriel Lema siswa yang ikut KKRI tidak berarti ketika lulus harus masuk Akmil atau sejenisnya.

"Saya ingin menegaskan bahwa menjadi anggota Ksatria Korps Kadet, saya tekankan lagi ulangi lagi bagi adik-adik, bahwa menjadi anggota Korps Kadet ini bukan harus menjadi seorang prajurit, no!" katanya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat juga menambahkan bahwa KKRI tidak mengajarkan kemiliteran, melainkan hanya bela negara dan kepemimpinan.

"Dan ingin saya tekankan kembali mengulangi apa yang disampaikan oleh Pak Letjen Gabriel tadi, bahwa KKRI ini sama sekali dan tidak benar ada semacam kesan, semacam militerisme di sekolah," tuturnya.



(cyu/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads