Apa Beda Ekskul Korps Kadet dengan Pramuka-Paskibraka?

ADVERTISEMENT

Apa Beda Ekskul Korps Kadet dengan Pramuka-Paskibraka?

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 23 Sep 2026 16:30 WIB
Para siswa antusias ikut Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI)
Para siswa antusias ikut Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Mulai tahun ini, siswa jenjang SMA/MA/SMK dapat mengikuti ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan nilai-nilai bela negara, kedisiplinan, hingga kepemimpinan.

Kehadiran KKRI kemudian memunculkan pertanyaan apa bedanya KKRI dengan ekstrakurikuler Pramuka atau Paskibraka? Pasalnya dua ekstrakurikuler tersebut juga berhubungan dengan pendidikan karakter dan kepemimpinan.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Letjen Gabriel Lema mengatakan ketiga kegiatan tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Karena itu, menurutnya, masyarakat tidak perlu melihat ketiganya sebagai kegiatan yang harus dipertentangkan atau dibandingkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua kita tidak, jangan cari perbedaan. Semua dalam konteks hadir itu untuk saling mengisi, saling memperkuat, dan saling menyempurnakan. Semua bertujuan baik, ya. Jadi jangan pernah melihat dari perbedaan," kata Gabriel usai acara Grand Launching KKRI 2026 di SMKN 26 Jakarta, Jakarta Timur pada Rabu (23/9/2026).

ADVERTISEMENT

Sama-sama Membentuk Karakter Siswa

Selain pendidikan karakter, ketiga kegiatan tersebut juga memiliki kesamaan dalam menanamkan pemahaman mengenai jati diri bangsa. Gabriel menilai keberadaan KKRI, Pramuka, dan Paskibraka justru dapat saling melengkapi dalam membentuk karakter generasi muda.

"Dia boleh belajar seakan-akan ada perbedaan, tapi di situ itu jati diri bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, ya. Secara budaya, tetapi secara peningkatan kualitas, semua boleh mengisi di situ sebagainya," tuturnya.

Sementara itu, melalui ekstrakurikuler KKRI, siswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai disiplin, karakter Pancasila, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan.

Pelaksanaan KKRI menggunakan metode pembelajaran bauran dan dirancang sebagai program yang edukatif, inklusif, serta non-militeristik.

Kegiatan Apa Saja yang Diajarkan di KKRI?

Tidak semua kegiatan KKRI dilakukan secara tatap muka. Pada minggu ke-1 hingga ke-3 pembelajaran dilakukan secara daring.

Siswa akan diberikan modul interaktif, jurnal refleksi, dan kuis. Kemudian pada minggu ke-4 baru dilakukan lokakarya tatap muka.

"Aktivitas pembelajaran, pembelajaran melalui apa, media, dia akan masuk lewat platform itu, dia akan mendaftarkan semua dan sebagainya, ya. Setelah itu, dia ada semua. Ada konten-kontennya," kata Gabriel.

Adapun tema pembelajaran di KKRI ini mencakup problem solving, negosiasi, komunikasi empatik, wawasan kebangsaan, pengabdian masyarakat, dan kepemimpinan.

Anggota Korps Kadet bisa mengakses materi pembelajaran secara daring di https://www.kkri.id. Di sana tersedia berbagai macam kelas dalam bentuk video.

"Aplikasi itu percepatan untuk mereka menemukan itu. Di situ ada delapan kelas yang disiapkan, pembelajaran terkait karakter, kepemimpinan, dia cepat menemukan psikologi dia, ya, IQ dia berapa, dia sudah tahu. Dari situ dia sudah menentukan pilihan," tutu Gabriel.



(cyu/cyu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads