Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya penguatan sekolah menjadi salah satu ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Ia mengatakan, kekerasan dapat memengaruhi anak sekalipun yang berprestasi secara akademik.
"Mengapa aman dan nyaman itu sangat penting? Tidak ada gunanya kita mendidik anak-anak kita menjadi anak yang pintar kalau dia tidak sehat, baik sehat secara fisik maupun sehat secara mental, sehat secara sosial, dan sehat secara spiritual. Matematika bisa dapat 10, tetapi kalau dia sehat fisik maupun mental, artinya apa? Artinya nilai 10 itu kali 0. Berapa nilai akhirnya? 0 juga. Mengapa? Karena dampak kekerasan itu luar biasa bagi masa depan anak," ucapnya.
Hal tersebut disampaikan Pratikno pada peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA): Wujudkan MPLS Ramah 2026 di Malang, Jawa Timur, diakses dari kanal YouTube Kemendikdasmen, Senin (13/7/2026).
Pratikno mengatakan, anak pernah mengalami kekerasan berisiko mengalami ketakutan, rasa cemas, mental tidak stabil, agresif, hingga marah. Di sisi lain, anak juga berisiko menjadi diam dan menjauh dari kawan-kawannya.
Sementara itu, di sekolah, anak yang mengalami kekerasan juga berisiko mengalami gangguan belajar, rendah diri, merasa tidak berharga, dan sulit percaya orang lain.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, percuma Bapak-Ibu guru, orang tua, mendidik anak dengan pengetahuan yang tinggi, tetapi tidak menjamin anak tumbuh menjadi generasi hebat kalau mengalami permasalah mental. Bapak-Ibu yang saya hormati, permasalahan mental menjadi masalah yang semakin serius di seluruh dunia, termasuk di kita," ucapnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan terkait hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025-2026, indikasi masalah kesehatan jiwa ditemukan pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Dari sekitar 7 juta anak yang sudah skrining,sekitar 338 ribu anak (4,4 persen) menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sedangkan sekitar 363 ribu anak (4,8 persen) menunjukkan gejala depresi (depression disorder).
4 Ruang Aman dan Nyaman Anak
Untuk itu, Pratikno mengatakan, semua pihak harus menjamin ruang aman dan nyaman untuk anak. Terdapat empat ruang yang diupayakan dalam Gernas RANA, yakni:
- Keluarga: Ruang pertama anak memperoleh kasih sayang.
- Satuan pendidikan: Baik di sekolah, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan lain
- Ruang publik: Memastikan anak punya ruang bermain, menuju dan pulang sekolah, dan beraktivitas di ruang umum dengan aman dan nyaman
- Ruang digital: Memastikan anak aman dan nyaman berselancar di ranah digital menggunakan perangkatnya.
Simak Video "Video: Sifat Keras Kepala Ternyata Efek Pola Asuh Masa Kecil?"
(twu/nwk)