Sri Mulyani bertolak ke Oxford University setelah 14 tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia. Selama hampir satu tahun mengajar, Sri Mulyani membagikan pengalamannya di universitas top dunia.
Seperti diketahui, Oxford University merupakan universitas yang konsisten berada di peringkat teratas dalam universitas terbaik dunia. Sri Mulyani ditugaskan untuk mengajar di Blavatnik School, kampus Oxford untuk kebijakan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para mahasiswa Blavatnik School pun bukan mahasiswa biasa. Mereka adalah para perumus kebijakan publik yang akan menerapkan ilmunya di negara mereka masing-masing.
Dalam unggahan Instagram @blavatnikschool, Sri Mulyani menceritakan apa yang ia pelajari saat membagikan ilmunya di kampus tersebut. Ia melihat jika ada perbedaan geopolitik yang menciptakan banyak pilihan, tetapi juga semakin menyulitkan para pembuat kebijakan.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga melihat adanya tren artificial intelligence (AI) yang memengaruhi cara siswa belajar. Sebagai pengamat, AI juga mengubah bagaimana seseorang memberikan umpan balik pada kebijakan publik dengan singkat dan cepat.
"Ini akan menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh semua pembuat kebijakan, terutama generasi muda,"ungkapnya dalamInstagram @blavatnikschool dikutip Rabu (15/7/2026).
Lulusan University of Illnois Urbana Champaign itu melihat setiap kebijakan akan efektif jika terdapat hasil dan kepercayaan. Namun, hal ini akan sulit dicapai saat kondisi sedang sulit baik di tingkat nasional maupun global.
"Sebenarnya setiap kebijakan di tingkat publik akan efektif jika ada hasil dan kepercayaan, dan itu menjadi sangat sulit untuk diperoleh selama masa yang sangat fluktuatif dan terpecah-pecah ini, baik dalam masyarakat dan politik, maupun di tingkat nasional dan global," tuturnya.
Pulang ke Indonesia Untuk Uji Tesis
Di tengah kesibukannya di Oxford, Sri Mulyani sempat pulang ke Indonesia untuk menguji tesis Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) di Universitas Indonesia pada awal Juli kemarin.
Mahasiswa yang berkesempatan 'disidang' oleh eks menkeu itu adalahZelaniNurfalah. Sri mengatakan bahwa mahasiswa yang diujinya adalah lulusan terbaik denganIPK sempurna.
"Minggu lalu saya diundang kembali oleh @mpkp.febui - Salemba. Kali ini sebagai penguji tesis sdr Zelani Nurfalah Mahasiswa MPKP angkatan 48B 2024 lulusan terbaik suma cum laude dengan IPK 4 - Zelani bekerja BPS RI," kata Sri dalam unggahan Instagram pribadinya dikutip Rabu (15/7/2026).
Zelani mengajukan tesis berjudul "Trade Liberalization and Informality: Evidence from Tariff-Based Regional Exposure in Indonesia". Ia dibimbing oleh Rus'an Nasrudin PhD (Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB-UI) dan diuji juga oleh Muhammad Hanri PhD (Ketua Program Studi MPKP FEB-UI).
Selain IPK sempurna, Sri juga memuji cara Zelani menyampaikan presentasi selama sidang. Menurutnya, Zelani sangat percaya diri dan mampu menyampaikan dengan artikulasi cerdas.
"Zelani mempresentasikan tesis dengan sangat baik, penuh percaya diri, artikulasi yang kuat cerdas dan logis. Menguasai data dan teori dan konteks. Saya turut bangga dengan hasil ujian tesis dan capaian belajar Zelani," kata Sri.
(nir/nah)











































