Presiden Prabowo meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti untuk membentuk tim evaluasi buku-buku ajar di sekolah. Instruksi tersebut diberikan saat rapat terbatas selama dua jam di Istana Merdeka di Jakarta pada Kamis (11/6/2026) malam.
"Beliau (Mendikdasmen) diberi tugas (oleh Presiden) untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita, yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi. Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar," jelas Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga mengikuti rapat semalam, dalam jumpa pers di pelataran Istana Merdeka usai rapat.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir dua jam lebih, betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan, baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan (kesejahteraan dan kualitas) gurunya," lanjutnya, dikutip dari Antara.
Dalam jumpa pers tersebut, Mendikdasmen turut memaparkan sejumlah poin yang dibahas, di antaranya terkait revitalisasi sekolah, pembangunan sekolah nasional terintegrasi, kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga perkembangan pemanfaatan interactive flat panel (IFP).
Khususnya terkait peningkatan kualitas guru, Mendikdasmen mengatakan pihaknya telah mengalokasikan 12.500 beasiswa pada 2025 untuk guru yang belum memiliki D4 atau S1. Program ini berjalan dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
"Kemudian untuk guru, juga kami sampaikan bahwa tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua dan insya Allah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini," kata Mu'ti, dikutip dari siaran ulang YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menyebut pihaknya sudah meminta Prabowo untuk mewisuda 12.500 guru tersebut ketika nanti kelulusan. Sementara, tahun ini program yang sama juga akan dialokasikan untuk 150 ribu guru.
"Nah, tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, 3 juta per semester, dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," urai Mendikdasmen.
Simak Video "Video Ada 150.000 Kuota Beasiswa Buat Guru Lanjut D4/S1, Udah Bisa Daftar!"
(nah/faz)