Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban.
Oleh karena itu, pemerintah menempatkan pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai kebijakan strategis dalam mendukung implementasi program Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna mendorong mutu pendidikan nasional.
"Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban," ujar Mu'ti dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (2/5/2026).
Ia mengungkapkan untuk memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa Rp 3 juta tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1).
Para guru dapat mengikuti program rekognisi pembelajaran lampau di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,
"Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru. " kata Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.
Selain itu, menurut Mu'ti guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, dan Bahasa Inggris.
Di sisi kesejahteraan, pemerintah terus memperkuat skema sertifikasi guru dengan peningkatan nilai tunjangan yang kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer pun mendapatkan insentif rutin bulanan. "Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik," kata Mu'ti.
Lebih jauh, Mu'ti memaparkan sejumlah kebijakan strategis lain, termasuk program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan dukungan sarana yang memadai.
"Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar," katanya.
Pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.
Implementasi Pembelajaran Mendalam juga diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman secara fisik, sosial, dan spiritual.
Menurut Mu'ti, hal ini sejalan dengan arahan Presiden tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), guna menjadikan sekolah sebagai "rumah kedua" bagi peserta didik. "Kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid," ujarnya.
Ia juga menekankan, sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati. Karena itu, diperlukan usaha bersama agar sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
"Termasuk program penguatan karakter adalah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan, dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning dan hidden curriculum," ujarnya.
Ia melanjutkan,"Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian."
(pal/pal)