Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pastikan bila proses belajar mengajar di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana banjir bandang sudah berjalan. Proses belajar mengajarnya dipastikan sudah capai 100%.
"Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen," katanya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI yang disiarkan secara daring melalui YouTube TVR Parlemen Rabu (18/2/2026).
Meski sudah mencapai 100 persen, Mu'ti tidak bisa memungkiri bila proses pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Ia menyebut masih ada siswa yang belajar di tenda atau kelas darurat dan menumpang di sekolah lain lantaran sekolah mereka tersapu banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal," ucap Mu'ti lagi.
Jumlah Sekolah Terdampak Banjir Bandang Aceh-Sumut-Sumbar
Pada kesempatan tersebut, Menteri Mu'ti juga membeberkan data sekolah yang sudah melangsungkan proses belajar mengajar. Saat ini, 3.001 sekolah di Aceh, 626 di Sumbar, dan 1.104 di Sumut sudah melaksanakan proses belajar-mengajar di sekolah asal.
Namun, masih ada siswa yang masih belajar di tenda darurat. Jumlahnya yakni 52 sekolah di Aceh, 21 di Sumbar, dan 26 di Sumut.
Selanjutnya, ada juga siswa yang dialihkan ke sekolah lain lantaran sekolah asalnya hanyut, dengan jumlah 20 sekolah di Aceh dan 2 sekolah di Sumbar.
"Kami sampaikan, pimpinan, bahwa belajar di tenda darurat saat ini tersisa 99 (sekolah), sebagian sudah kembali ke sekolah asal karena proses pembersihan sudah selesai, sisanya merupakan sekolah yang kondisi ruang kelasnya sudah tidak bisa digunakan," paparnya.
Proses pembelajaran dinilai Mu'ti belum sepenuhnya ideal karena tiga faktor. Ketiganya adalah sekolah menggunakan shift pagi atau siang, belum tersedia meja dan kursi secara keseluruhan, serta sebagian siswa masih belajar di lantai.
Minta Tambahan Dana Rp 2,4 Triliun
Kemendikdasmen terus melakukan program revitalisasi satuan pendidikan untuk mengatasi hal ini. Saat ini, sudah ada 746 sekolah yang melaksanakan perjanjian kerja sama (PKS) untuk proses revitalisasi sekolah.
Untuk merevitalisasi 746 sekolah, dana yang dibutuhkan Kemendikdasmen sebesar Rp 866 miliar. Dari jumlah tersebut, Kemendikdasmen baru mencairkan dana sebesar Rp 231,7 miliar untuk merevitalisasi 259 sekolah.
Pada minggu ketiga dan keempat Februari 2026, Kemendikdasmen akan melakukan lanjutan penandatanganan PKS revitalisasi bagi sebanyak 1.204 sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Agar mempercepat koordinasi, Menteri Mu'ti mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp 2,4 triliun.
(det/twu)











































