Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) luncurkan program IKAN untuk anak sekolah. Apa itu?
Buka hewan, program IKAN merupakan akronim dari Integrasi Kurikulum Anti Narkoba. IKAN menjadi upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda dari narkoba lewat penguatan karakter di lingkungan sekolah.
"Program ini merupakan langkah nyata dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan BNN untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba," tutur Mendikdasmen Abdul Mu'ti dikutip dari rilis resmi, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang Program IKAN
Secara singkat, program IKAN memasukan materi anti narkoba ke dalam kurikulum pendidikan dari jenjang TK/PAUD hingga SMA/SMK/sederajat. Materi anti narkoba ini akan hadir di mata pelajaran (mapel) tertentu.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, membocorkan mapel apa saja yang akan memuat materi anti narkoba. Dua di antaranya adalah bilogi dan matematika.
"Kegiatan atau kurikulum integrasi antinarkoba ini akan diakselerasi ke seluruh sekolah di Indonesia. Mata pelajarannya masuk ke subjek yang sudah ada, seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak mengganggu atau menambah beban anak-anak kita," ungkapnya.
IKAN diketahui menjadi upaya BNN untuk menciptakan "Indonesia Bersinar" (Bersih Narkoba). Hadirnya materi anti narkoba di mapel sekolah diharapkan agar murid mendapat pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba.
"Melalui pemahaman sejak dini, para murid sebagai calon pemimpin bangsa tidak terjerumus ke dunia narkoba yang mengancam kecerdasan dan kesehatan mereka," sambung Suyudi.
Untuk pelaksanaannya, BNN juga sudah menyusun Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di Satuan Pendidikan. Buku ini akan menjadi panduan bagi sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama.
BNN juga akan menyiapkan pendampingan dari penyuluh di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam implementasinya.
Lakukan Pelatihan Guru-Libatkan OSIS
Menteri Mu'ti menyebut, program IKAN sejalan dengan kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden untuk membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah). Penggabungan seluruh kebijakan ini diharapkan bisa menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, serta terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, hingga spiritual murid.
Untuk memperkuat program IKAN, Kemendikdasmen akan melakukan pelatihan guru. Selain itu, murid juga akan dilibatkan perannya melalui organisasi siswa (OSIS) dan kegiatan ekstrakurikuler.
Hal ini disebutkan Mu'ti, usai mendengar praktik baik dari Kepala SD Negeri 3 Pagar Alam, Sumatra Selatan. Sekolah tersebut diketahui rutin mengundang penyuluh BNN ke sekolah.
Berangkat dari hal itu, Menteri Mu'ti menilai pentingnya keterlibatan aktif dari dalam ekosistem sekolah. Tujuan akhirnya tentu untuk menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman.
"Saya kira perlu dilibatkan secara aktif para murid melalui OSIS atau UKS dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah yang aman dan nyaman adalah sekolah yang bebas dari segala perilaku yang merusak fisik, mental, dan spiritual anak-anak kita," jelasnya.
Usai program IKAN diluncurkan, Kemendikdasmen dan BNN berkomitmen mempercepat penyuluhan serta pelatihan bagi guru. Dengan begitu, sekolah benar-benar menjadi benteng pertahanan bagi generasi masa depan yang kuat, hebat, dan bermartabat.
"Kami ingin mengintegrasikan pemahaman dan sikap agar murid kita berhati-hati terhadap bahaya narkotika, serta membangun budaya hidup positif agar menjadi generasi yang kuat secara jasmani dan memiliki spiritualitas yang kokoh," urai Menteri Mu'ti.
Penerapan Program IKAN di Unesa
Di kesempatan yang sama, BNN memberikan apresiasi kepada Ketua Yayasan Dharma Wanita Unesa dan Ketua Lembaga Labschool Unesa. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Labschool Unesa mengintegrasikan kurikulum antinarkoba di seluruh jenjang pendidikan mereka.
Rektor UNESA, Nurhasan, menyatakan pihaknya sudah mulai mengintegrasikan materi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke dalam ekosistem Labschool Unesa. Selain itu, pihaknya juga melakukan tes urin rutin bagi pimpinan serta mahasiswa di Unesa.
(det/nwk)











































