Sambut Hari Disabilitas Internasional 2025, Ini Pesan Khusus Kemendikdasmen!

ADVERTISEMENT

Sambut Hari Disabilitas Internasional 2025, Ini Pesan Khusus Kemendikdasmen!

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 29 Nov 2025 06:00 WIB
Sejumlah anak penyandang disabilitas tampil pada acara Sahabat Istimewa in Action 2025 di Jakarta, Minggu (23/11/2025). Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas International, Belantara Budaya Indonesia menyelenggarakan Sahabat Istimewa in Action yang menampilkan pertunjukan bakat bagi anak-anak difabel sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan pencapaian penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 jatuh pada Rabu 3 Desember. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) punya pesan khusus nih!

Peringatan Hari Disabilitas Internasional jatuh pada Rabu (3/12/2025), mengusung tema "Membina masyarakat yang inklusif disabilitas untuk memajukan kemajuan sosial." sebagaimana dilansir ECOSOC PBB.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi, Pendidikan Khusus dan PLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, Kemendikdasmen mendukung penuh Asta Cita keempat Presiden Prabowo subianto, terutama tentang memperkuat sumber daya manusia (SDM) penyandang disabilitas. Perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung ekosistem pendidikan inklusif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasakan betul ketika anak-anak saya dititipkan di pendidikan sekolah yang inklusif dan di setiap kelas ada 2-3 anak yang berkebutuhan khusus. Itu mereka (murid nondisabilitas) bergantian dalam hari itu untuk mendampingi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi, Pendidikan Khusus dan PLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Tatang dalam acara Morning Coffee di Sunyi Coffee Barito, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

"Saya melihatnya hal yang paling penting itu adalah meningkatkan kepedulian para siswa," imbuhnya.

Tatang menyarankan berbagai hal yang baik terjadi di sekolah inklusif perlu dipromosikan dengan video bila perlu. Menurutnya, hal-hal positif yang terjadi di sekolah inklusif perlu dipromosikan, misalnya melalui video.

Ia menambahkan bawa kehadiran penyandang disabilitas di sekolah tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga menanamkan empati yang tinggi bagi seluruh siswa. Tatang menegaskan hidup beriringan dengan penyandang disabilitas memiliki keberkahan tersendiri, bukan materi tapi dalam hal empati yang tinggi.

Pengalaman ini juga membantu pengembangan soft skill anak-anak, karena mereka belajar berinteraksi dan peduli satu sama lain.

"Dan ini akan sangat baik untuk soft skill anak-anak kita. Jadi ini juga perlu ditekankan," sambungnya.

Selain itu, Tatang juga berpesan agar orang tua dari penyandang disabilitas untuk tidak malu dan semakin terbuka. Hal ini akan memudahkan proses intervensi Kemendikdasmen dalam pembinaan anak-anak disabilitas.

Tekad dan Ketekunan Kunci Kesuksesan

Fajri, penyandang disabilitas tunanetra yang kini menjadi Tenaga Ahli Staf Khusus Mendikdasmen, membagikan pesan penuh semangat bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

"Untuk teman-teman seperjuangan di seluruh Indonesia, memang menjadi disabilitas bukan keinginan kita, tetapi satu hal. Saya bisa mengutip Profesor Jason Arday," kata Fajri.

Profesor Jason Arday, lanjutnya, adalah akademisi Cambridge yang merupakan penyandang disabilitas autisme.

"Beliau di usia 11 tahun itu memiliki autisme, tetapi dengan tekadnya terus belajar dan terus belajar, maka yakin insya Allah dengan ketekunan, dengan disiplin, maka ada orang yang betul-betul akan memberikan kesempatan seluas-seluas mungkin bagi teman-teman di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengenal diri dan lingkungan.

"Yang kemudian, kenali diri teman-teman semua, berdamailah terhadap diri teman-teman masing-masing, kemudian kenali lingkungan, dan ketiga teman-teman bisa mengambil peran," katanya.

"Selamat Hari Disabilitas Internasional, menjadi disabilitas bukanlah hambatan, tetapi mampu untuk menjauhkan tangan" tutup Fajri optimis.




(det/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads