Tragedi ledakan SMAN 72 Jakarta menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Pelaku disebut merasa kesepian dan tidak memiliki teman untuk bercerita.Menanggapi hal itu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melatih lagi guru bimbingan dan konseling (BK). Ada juga program teman sebaya supaya sekolah menjadi rumah aman bagi siswa untuk belajar.
"Jadi ini satu, apa namanya,sebenarnya alarm keras untuk kita gitu ya, kita bersama tentu saja bagaimana mewujudkan sekolah ini jadi tempat yang aman. Nah terkait ada indikasi anak ini tidak memiliki teman untuk curhat gitu ya,nah ini juga menjadi concern kami. Saat ini sebenarnya ada beberapa program yang sudah dilakukan oleh Kemendikdasmen untuk menjawab penguatan karakter dan juga isu kekerasan," ujar Kepala Pusat Pengembangan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami, SE, MA saat ditanya wartawan soal kasus pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang tidak punya teman curhat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Rusprita di sela-sela forum Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), di Hotel Shangri-La, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).
"Salah satunya adalah program pelatihan guru BK, jadi kita ingin menghidupkan peran guru BK.Tidak ingin mematahkan juga stereotip guru BK itu adalah guruyang sifatnya menghukum anak nakal, tapi justru ingin menjadi sahabat bagi anak-anak.Tempat anak-anak bisa curhat dengan nyaman, mendengarkan apa kendala yang mereka alami,termasuk kendala akademik apa yang dihadapi," imbuh Rusprita.
Sehingga, imbuhnya, guru BK bisamemberikan bantuan untuk merekomendasikan langkah akademik yang bisa mereka tentukan nanti untuk jenjang berikutnya. Peran BK nanti juga akan diperluas, tak cuma spesifik guru BK tapi juga guru-guru wali kelas hingga mata pelajaran (mapel) akan dibekali ilmu bimbingan dan konseling.
"Begitu juga ada program ke-BK-an, jadi program ke-BK-an ini adalah untuk guru-guru kelas, guru-guru mapel, untuk juga memiliki kapasitas kompetensi terkait konseling.Dan ini juga harapannya bisa satu guru bisa menjadi guru wali bagi beberapa anak, dan itu sifatnya selama tiga tahun. Jadi mereka benar-benar yang menjadi sahabat anak juga, tidak hanya membimbing, tapi juga benar-benar melihat bagaimana perkembangan psikologis kesejahteraan anak, jadi benar-benar bisa melihat apakah mungkin ada potensi masalah yang dihadapi oleh anak, baik akademis maupun non-akademis," urai Rusprita.
Program Teman Sebaya
Rusprita menambahkan yang saat ini sedang dikembangkan Kemendikdasmen adalah program Teman Sebaya atau Sahabat Sebaya.
"Insya Allah akan kitamulai di akhir tahun ini adalahpendekatan rekan sebaya atau sahabatsebaya, di mana kitatidak ingin anak hanya ditempatkan sebagai subjek,tapi justru darianak-anak, jadi peer-to-peer pendekatannya," jelas dia.
Harapannya,ada siswa-siswa di sekolah yang akan dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psikologis kepada teman mereka di sekolah yang bermasalah.
"Ini nanti,anak-anak yang akan kita latih, baik itu dari unsur OSIS, ataupun ekstrakurikuler lainnya,ini bisa menjadi duta, di mana mereka bisa memberikan dukungan psikologis awal bagi teman-temannya. Kami lihat juga saat ini, mungkin jika anak memiliki masalah, justru lebih nyaman untuk cerita ke temannya,dibandingkan ke orang tuanya. Jadi memang, kita ingin anak-anak ini bisa memiliki kemampuan komunikasi yang asertif, menjadi pendengar yang baik, setidaknya mengetahui bagaimana kondisi teman-temannya, dan mereka sekaligus jadi jembatan psikologis emosional antara murid dan lingkungan sekolah," demikian Rusprita memaparkan rencana Kemendikdasmen.
Ditambahkan Staf Khusus Mendikdasmen Arif Jamali Muis, MPd, pelaksanaan program teman sebaya ini nantinya akan dibentuk sebagai duta. Para siswa calon duta nantinya akan dilatih dengan bekerjasama dengan berbagai organisasi, misalnya dengan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). Para calon duta nantinya akan mendapatkan pelatihan dari sekolah masing-masing. Regulasi soal program Teman Sebaya ini masih digodok Kemendikdasmen.
(nwk/nwk)











































