Buntut Kasus Pemaksaan Hijab, SMAN 1 Banguntapan Bakal Kena Sanksi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 17:00 WIB
SMAN 1 Banguntapan Bantul.
Foto: dok. Kemdikbud.go.id/Buntut Kasus Pemaksaan Hijab, SMAN 1 Banguntapan Bakal Kena Sanksi
Jakarta -

Kasus dugaan pemaksaan hijab kepada siswi di SMAN 1 Banguntapan berakhir damai. Pihak sekolah dan orang tua murid telah bertemu di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menjelaskan bahwa kedua belah pihak, yakni pihak sekolah dan orang tua murid telah bertemu.

"Dengan disaksikan oleh Dinas Dikpora DIY, DP3AP2 DIY, Balai Dikmen Kabupaten Bantul, KPAI Kota Yogyakarta, Polda DIY, dan Polresta Yogyakarta, kedua belah pihak (sekolah dan orang tua murid), telah sepakat saling bermaafan," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi DIY.

Didik mengatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan agar permasalahan yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan.

"Mereka saling bertemu dan sepakat bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Keduanya sudah menganggap itu selesai," ujarnya.

Sekolah akan Mendapatkan Sanksi

Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, Didik menegaskan bahwa pihak sekolah akan tetap mendapatkan hukuman disiplin.

Pihak Dinas Dikpora mengaku telah mendapatkan data dan fakta, serta menemukan dugaan pelanggaran disiplin.

"(Data dan fakta) Akan dikirim ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memohon rekomendasi hukuman disiplin yang akan diberikan," ungkap Didik.

Adapun terkait dengan hukuman disiplin apa yang akan diberikan, Didik menjelaskan bahwa hal itu masih menunggu hasil rekomendasi dari Satgas Pembinaan Disiplin Aparatur (ASN) di BKD.

"Sanksinya sesuai dengan PP 94 tahun 2021, kami sampaikan yang paling ringan mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, kemudian pernyataan tidak puas secara tertulis. Jika itu kategori sedang bisa juga penundaan gaji berkala satu tahun atau bisa juga penundaan kenaikan pangkat satu tahun," terang Didik.

Membentuk Satgas Lintas Sektor

Didik juga menuturkan bahwa agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, Dinas Dikpora DIY akan membentuk semacam Satuan Tugas Lintas Sektor sesuai dengan amanah di dalam peraturan Menteri No. 82 tahun 2015 tentang penanggulangan kekerasan di tingkat satuan pendidikan.

Untuk ke depan, Didik berharap semua pihak bisa menjaga diri dan memaklumi agar proses kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri Banguntapan dapat kembali kondusif dan menjaga Yogyakarta aman dan nyaman.

Sementara itu, berkaitan dengan status siswa terkait kasus tersebut, ia telah diberikan pilihan apakah akan tetap bersekolah di SMAN 1 Banguntapan atau memutuskan untuk pindah.

Namun, saran dari KPAI maupun keinginan orang tua, siswa tersebut bisa sekolah di tempat lain.

"Saat ini kondisi anak sudah lebih baik namun memang perlu waktu, mudah-mudahan bisa beraktivitas kembali," tutur Didik.



Simak Video "Akhir Damai Kasus Jilbab di SMAN 1 Banguntapan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia