Kenapa Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah?

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 08 Agu 2022 06:00 WIB
Vector illustration of two Arab men riding camels in the desert, night landscape for Ramadan and Islamic theme
Ilustrasi. Kenapa Nabi Muhammad hijrah ke Madinah? (Getty Images/iStockphoto/rudall30)
Jakarta -

Hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya membuka lembaran baru dalam usaha dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Untuk itu, ada sejumlah alasan kenapa Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.

Tidak hanya atas kehendak Allah SWT yang memilih Madinah sebagai dar al hijrah atau tempat hijrah dan markaz ad da'wah atau puasat dakwah, penyebab lain dipilihnya Madinah adalah letak wilayahnya yang sangat strategis.

"Madinah memiliki benteng perlindungan militer secara alami, yang tidak dimiliki oleh kota yang dekat di Jazirah Arab," tulis Abul Hasan al-Ali Hasani an-Nadwi dalam Sirah Nabawiyah.

Madinah merupakan kota dengan jajaran pohon kurma dan tanaman tebal yang menjadi perlindungan militer secara alami. Sebab pasukan perang hanya bisa lewat melalui jalan sempit dan tidak cocok bagi strategi militer.

Selain itu, karakteristik kota Madinah juga sesuai dengan deskripsi Rasulullah SAW saat diilhami Allah SWT tentang kota yang hendak dipillih sebagai tempat hijrah. Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya, aku telah melihat negeri tempat kalian hijrah, yang mempunyai pohon-pohon kurma dan terletak di antara dua kampung," (HR Ahmad).

Alasan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah juga ditengarai oleh latar belakang lainnya. Berikut penjelasan selengkapnya.

Kenapa Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah?

1. Siksaan dan Gangguan dari Kaum Quraisy

Tidak sedikit pengikut Nabi Muhammad SAW menerima siksaan dari kaum Quraisy dalam keadaan hidup. Sementara, beliau tidak selalu mampu untuk melindungi mereka.

Lalu, beliau berkata kepada mereka, "Seandainya kalian pergi ke negeri Habsyah. Sesungguhnya, di sana terdapat seorang raja yang tidak akan dianiaya orang yang ada di dekatnya. Negeri Habsyah ialah tanah kebenaran. Kalian sebaiknya berada di sana hingga Allah memberikan kelapangan bagi kalian."

Atas seruan Rasulullah SAW tersebut, akhirnya sekelompok umat Islam yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 4 orang perempuan pergi ke negeri Habsyah. Hal ini kemudian menjadi hijrah pertama bagi umat Islam.

Tidak cukup sampai pada siksaan untuk pengikutnya, kaum Quraisy juga melakukan berbagai upaya untuk mengganggu dan menghalangi Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Hal ini dipicu dari ketidakberhasilan mereka dalam menarik kembali para pemuda yang masuk Islam, sementara dakwah Rasulullah SAW juga tidak mengendur.

2. Baiat dari Kaum Anshar (Madinah)

Sebelum melakukan hijrah kedua, ada pembaiatan dari penduduk Madinah sebanyak dua kali. Baiat pertama terjadi di Bukit Aqaba yang diikuti oleh 13 orang.

Mereka berikrar untuk memeluk agama Islam. Peristiwa tersebut disebut dengan Perjanjian Aqabah I.

Lalu, baiat kedua pada tahun 622 M dikenal dengan nama Perjanjian Aqabah II. Beberapa riwayat mengatakan baiat ini diikuti oleh 73 orang.

Nabi Muhammad SAW meminta baiat kepada kaum Anshar untuk membela Islam dan melindungi beliau serta para pengikutnya. Kemudian, beliau memerintahkan para sahabat dan umat Islam di Makkah untuk pergi ke Madinah.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya, Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan saudara-saudara untuk kalian di negeri yang aman."

Para sahabat dan pengikutnya pun berbondong-bondong menuju Madinah. Sementara, Nabi Muhammad SAW tetap tinggal di Mekkah hingga menunggu izin Allah SWT untuk hijrah.

3. Berdakwah

Terakhir dan paling utama alasan kenapa Nabi Muhammad hijrah ke Madinah adalah untuk menjalankan kepentingan dakwah Islam sekaligus menjadi momentum untuk meringankan beban beliau menjalankan tugasnya.

Pasalnya, informasi tentang luasnya daerah kemanusiaan, jenis-jenisnya, serta ketercakupannya pada berbagai tingkat dan status sosial masyarakat Makkah dapat diketahui melalui berhijrah.



Simak Video "Kebijakan Saudi soal Nonmuslim Dilarang Masuk Makkah-Madinah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia