Anak Batuk Pilek Diimbau Tidak ke Sekolah, Begini Penjelasan Kemenkes

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 29 Jul 2022 14:00 WIB
Siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Biruni Mandiri membawa poster saat mengikuti pawai menyambut Tahun Baru Islam 1444 H di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/7/2022). Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri menetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H jatuh pada 30 Juli 2022. ANTARA FOTO/Arnas Padda/tom.
Ilustrasi anak sekolah. Anak diimbau tidak ke sekolah jika alami batuk pilek. Foto: ANTARA/ARNAS PADDA
Jakarta -

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengimbau anak yang mengalami batuk dan pilek tidak boleh hadir ke sekolah. Dia menjelaskan, imbauan ini guna mencegah risiko penularan COVID-19 di satuan pendidikan.

"Kalau ada anak memiliki keluhan batuk pilek itu nggak boleh sekolah jadi harus istirahat di rumah. Sudah ada aturannya itu dan merujuk SKB 4 Menteri," tegasnya dalam konferensi pers secara virtual (28/7/2022), dikutip dari detikHealth.

Per Kamis (28/7/2022), kasus harian COVID-19 tembus 6.000 kasus selama dua hari berturut-turut. Tercatat pada hari kemarin, ada 6.353 kasus baru di Indonesia.

Sementara itu, saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) sudah bisa diselenggarakan dengan kapasitas siswa 100 persen. Oleh sebab itu, Nadia juga menyerukan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk menjalankan tanggung jawab menjaga protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan fasilitas cuci tangan diberikan, penggunaan masker tetap digunakan, walaupun pembelajaran tidak ada jarak," kata dia.

Di samping itu, Nadia menyatakan bahwa guru dan tenaga kependidikan setidaknya harus sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap. Akan lebih bagus lagi jika sudah memperoleh dosis booster.


"Kebijakan kita sekarang harus sudah mendapat vaksinasi booster, tidak cukup dengan dua vaksin, tapi harus vaksin lengkap," ujar Nadia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril menyebutkan ada beberapa tempat yang melonggarkan pengetatan protokol kesehatan setelah lebaran, salah satunya sekolah. Kendati begitu, pengetatan sudah mulai diberlakukan kembali pasca Presiden Joko Widodo mengimbau penggunaan masker di luar ruangan dan wajib vaksin booster.

"Maka keliatan saat ini sudah mulai ketat pengawasan, sudah mulai ketat melakukan protokol kesehatan, dan mulai ketat bagaimana vaksin booster ini," ucap Syahril dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).

"Memang kita semua menjadi tanggung jawab untuk melakukan termasuk di tempat sekolah. Bagaimana peran guru dan sekolah untuk mengawasi ini, termasuk tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, dan sebagainya," sambungnya.



Simak Video "Tiga Ruang Kelas SD di Grobogan Rusak Parah, Siswa Ujian di Teras"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia